Selamat membaca
cara membuat
semoga bermanfaat

judul widget leftbar

Label

Template Information

Random

Diberdayakan oleh Blogger.

assalamu'alaikum, Peluang Bisnis Online Yang Terbukti

infopaytren.com
Tampilkan postingan dengan label cara membuat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara membuat. Tampilkan semua postingan

Cara Membuat Bubur Sumsum



Cara Membuat Bubur Sumsum

 Cara membuat Bubur Sumsum sangat mudah dan bahan-bahan yg digunakan untuk membuatnya pun sangat mudah, biasanya sudah tersedia dirumah. selain itu membuat bubur yg satu ini juga tidak membutuhkan waktu banyak, sehingga anda tidak perlu lama-lama menyiapkan menu buka puasa dgn menu yg lezat ini. Beberapa waktu yg lalu saya sempat menikmati kembali nikmatnya bubur sumsum setelah lama tidak melihatnya. Hampir 2 piring segera habis. Untuk menambah warna agar lebih menarik bisa menggunakan sedikit pewarna makanan atau bisa juga menggunakan yg alami seperti larutan daun pandan sekaligus sebagai pengharum aroma. Hal ini disesuaikan selera.
Bahan-bahan :
  • 100 gr Tepung beras
  • 3 lembar daun pandan (bersihkan dan sobek lalu buatlah simpul)
  • 650 santan kental (hasil parutan 1 butir kelapa tua)
  • 1/2 sendok teh garam

Bahan-bahan kuah :
  • 100 ml air bersih
  • 200 gr gula merah (disisir halus)
  • 2 lembar daun pandan (bersihkan dan buat simpul)

Cara Membuat Bubur Sumsum Istimewa Praktis Lembut dan Nikmat :
  1. Bagilah santan ke dlm dua wadah yg berbeda, panaskan santan pd wadah pertama bersama dgn simpulan daun pandan menggunakan api kecil sambil terus diaduk, jgn sampai santan pecah.
  2. Santan pd wadah kedua dicampur dgn tepung beras dan garam, aduk-aduk hingga semua bahan tercampur rata. Kmdn tuangkan pd wadah kedua kedlm campuran santan pd wadah pertama yg sedang dipanaskan, aduk-aduk terus kedua campuran hingga menjadi bubur yg kental. Setelah dirasa cukup matang segera angkat da biarkan dingin.

Cara membuat kuah bubur sumsum :
  1. Campurkanlah air bersama gula serta daun pandan dan aduk-aduk hingga menyatu dan rata.
  2. Kmdn rebuslah campuran gula dgn menggunakan api sedang hingga mengental, jk dirasa cukup segera angkat dan sisihkan hingga dingin.

Cara Penyajian :
  • Ambil beberapa sendok kedlm piring saji, lalu tuangkan kuah gula merah diatas bubur sumsum.

Nah sangat praktis dan mudah diikuti kan? Bubur ini cocok disajkn saat hangat atau dingin. Selamat mencoba dan berkreasi.

Cara Membuat Bakwan

Bakwan sayuran yang dijual di kaki lima seringkali kurang sehat karena menggunakan minyak bekas pakai berkali-kali dan belum tentu menggunakan bahan-bahan yang bersih. Walaupun agak repot, tidak ada salahnya bagi Anda untuk membuat bakwan sayuran sendiri untuk keluarga di rumah. Selain lebih sehat, bakwan sayuran buatan sendiri tentu lebih nikmat karena Anda bisa menakar sendiri bumbunya.

Penasaran bagaimana cara membuat bakwan sayuran dan tauge yang sehat? Berikut adalah tipsnya:
1.    Cuci bersih tauge
2.    Cuci sayuran lainnya seperti wortel, bunci, dan kol, lalu potong-potong halus.
3.    Campurkan telur ke dalam irisan sayuran dan tauge, lalu aduk hingga rata. Masukkan tepung terigu dan tepung tapioka, lalu aduk rata hingga membentuk adonan kental.
4.    Campurkan bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, cabai, ketumbar, merica, dan garam ke dalam adonan bakwan. Aduk-aduk terus hingga rata. Agar makin nikmat, tambahkan sedikt bumbu Royco rasa sapi atau ayam.
5.    Panaskan wajan dengan minyak goreng. Masukkan 3 sendok makan adonan bakwan ke dalam wajan. Bentuk adonan hingga pipih seperti bakwan. Agar bakwan tidak saling menempel, hindari memasukkan terlalu banyak adonan ke dalam wajan sekaligus.
6.    Goreng bakwan sampai berwarna kecokelatan dan jangan sampai bakwan gosong. Agar matang merata, bolak-balik kedua sisi bakwan dan masak hingga kurang lebih 2 menit.

Angkat dan sajikan bakwan sayuran dan tauge ini dengan cabai rawit, saus sambal, ataupun saus tomat. Selamat mencoba.

Sumber:
http://www.indochinekitchen.com/recipes/vegetable-fritter/
http://www.sbs.com.au/food/recipe/4451/Indonesian_vegetable_fritters/search/true

Cara membuat artikel

Cara membuat artikel  untuk berbagai keperluan seperti artikel di web, kuliah, karya ilmiah, dan sekolah, intinya adalah sama. Jika anda bercita-cita menjadi sebuah penulis atau editor sebuah surat kabar di mulai dengan memahami cara membuat artikel yang baik. Artikel yang baik akan disenangi pembaca dan dijadikan referensi yang diingat pada setiap orang yang telah membaca. Bagaimana membuat artikel ini mengesankan?? ada beberapa hal yang penting untuk dipelajari untuk membuat artikel sebaik mungkin.

6 Langkah Cara Membuat Artikel Yang Baik

Bagaimanapun sebuah karya tulis yang baik memiliki maksud dan tujuan penulisan terhadap bagi setiap yang membacanya. Misalnya menulis artikel tentang “Khasiat Buah Naga”, haruslah berisikan informasi akurat terhadap tema yang diusung, sehingga pembaca akan menyukainya. Beberapa langkah berikut ini akan membimbing para pemula untuk membuat artikel yang baik, seperti berikut :
  1. Pikirkan topik yang ingin di tulis pada artikel – Menulis tentang topik yang relevan dengan minat merupakan awal yang baik, untuk membuat artikel lebih akurat. Menulis tentang sesuatu yang menjadi inspirasi anda atau apa yang sedang ingin dilakukan.
  2. Selalu menggunakan tata bahasa, tanda baca, dan ejaan yang benar – Mekanisme cara membuat artikel yang baik ini sangat penting untuk diterapkan ketika akan menulis sebuah artikel yang ingin dibaca orang lain. Menulis dengan tata bahasa yang baik akan memudahkan pembaca untuk mencerna isi dari artikel tersebut.
  3. Gunakan diksi yang meninggikan – seperti “Apa itu?” Anda mungkin bertanya. Diksi berarti tinggi, bisa cukup sederhana seperti menggunakan huruf besar. Untuk memamerkan berbagai kosakata yang diterima pada sebagian besar topik pada artikel.
  4. Menjelaskan topik – Gunakan istilah deskriptif dan paragraf untuk lebih menjelaskan maksud dari isi artikel tersebut. Pembaca tidak bisa membaca pikiran penulis, jadi tulislah paragraf untuk menggambarkan apa yang ingin diutarakan.
  5. Jauhkan pendapat pribadi – Jangan membuat artikel tentang bagaimana anda membenci kucing atau bagaimana jenis kepribadian anda. Buatlah sebuah artikel yang jujur ​​tentang bagaimana cara menyelesaikan sebuah tugas.
  6. To the point – Sepertinya tidak seorang pun yang akan membaca pengantar artikel jika lebih lama dari maksud artikel tersebut. Menginformasikan topik artikel pada pembaca jangan terlalu panjang meliputi  sekitar lima kalimat atau kurang.

Cara Membuat Artikel Yang Baik Untuk Website

Meskipun ada keuntungan yang akan didapatkan dengan menulis artikel di Internet, hal penting yang perlu diingat bahwa adalah ingin orang lain membaca artikel kita. Semakin baik artikel, maka akan semakin menarik pembaca dan mengarah pada penjualan dan pengakuan eksistensi sebuah website. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan :
  • Pilih topik yang penting bagi anda dan juga menarik minat. Mengenali tipe pembaca dan terget target pasar apa yang ingin dipenuhi.
  • Judul artikel harus menarik pembaca untuk artikel. Ingin membuat artikel berbeda dengan yang lain memang  tidak selalu mudah. Di beberapa kalangan, judul tulisan dianggap sebuah seni. Beberapa penulis dipekerjakan hanya untuk menulis berita utama. Anda mungkin tidak bisa melakukannya dengan benar setiap saat tapi, jangan berkecil hati. Berlatih adalah kunci keberhasilannya.
  • Menggunakan sub judul akan mempermudah pembaca agar lebih nyaman terhadap tulisan dan memahami isinya.
Cara membuat artikel yang baik sebenarnya adalah bagaimana cara pembaca menyukai isi dari artikel tersebut, jadi tempatkanlah diri anda sebagai pembaca dan lihatlah bagaimana tulisan anda.

Cara Mendapatkan anak

Mempunyai anak, adalah idaman dari setiap pasangan. Bagi pasangan baru, pasti sangat menginginkan sekali yang namanya jeritan bayi di dalam sebuah keluarga tersebut. Kegiatan melakukan untuk membuat anak adalah memasukkan alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina. Menjaga kesuburan dari setiap alat reproduksi dari jantan maupun betina haruslah di jaga dengan baik jika ingin menghasilkan buah hati yang sempurna.

Melakukan hal ini, sebaiknya pada saat wanita sedang pada masa suburnya atau 3 hari sebelum haid dan 3 hari setelah haid. Selain wanita, pria harus juga memperhatikan kualitas dari spermanya.

Terkadang dari pihak pria atau wanita menginginkan anak laki-laki saja atau prempuan saja. Hal demikian bisa anda lakukan dalam hubungan tersebut dengan cara-cara sebagai berikut.

Anak Laki-laki
Pada saat berhubungan tersebut, maka wanita diharapkan mengeluarkan organisme terlebih dahulu. Dengan cara sesuai yang anda inginkan. Kemudian kosumsilah, makan-makanan yang berdaging, protein, dan sebagainya. Berhubungannlah pada tanggal 12 sampai 15, karena pada massa tanggal 12, sel telur sudah matang.
Silakan anda coba sendiri cara ini, jika memang masih belum bisa. Maka, sudah takdir dari yang di atas.

Ingin anak Prempuan
Berhubunganlah sebelum tanggal 12, karena jika sudah lewat dari 12, sel ovumnya sudah matang.

Berusahalah dengan baik, jangan hanya ingin mengambil kenikmatannya saja. Dan perlu diketahui, bukan dari tulisan ini kami menjanjikan apa yang anda inginkan. Tapi, bagaimanapun juga semuanya sudah ditentukan dari yang maha kuasa

Sumber: http://kesehatan96.blogspot.com

Cara Membuat Aplikasi android

Salah satu keunggulan dari platform Android dibandingkan dengan iOS lain adalah Platform Android ini berbasis open source, sehingga membuatnya lebih mudah dirubah, atau ditambah dengan aplikasi buatan kita sendiri. Selain itu karena berbasis open source juga, kita bisa menyebarkan aplikasi untuk Android dengan bebas (tetap patuhi aturan yang berlaku).

Kita bisa mengatur, membuat, mengembangkan aplikasi Android kita sendiri dengan menggunakan PC selama kita memiliki perangkat lunak yang tepat. Bahkan bisa testing dahulu dengan test drive emulator Android sehingga kita dengan mudah mengetahui kinerja aplikasi yang kita buat pada smartphone android nantinya.

Sebenarnya di sini ada dua cara yang bisa kita gunakan untuk membuat aplikasi Android dengan PC. Yang pertama menggunakan Software Android Development Kit (SDK). Software ini memungkinkan kita menulis kode-kode program yang akan diaplikasikan ke Android. Cara membuat aplikasi Android yang kedua yaitu dengan App Inventor, Google Labs Tool. Tetapi kali ini kita cukup dengan cara yang pertama dahulu.

Dengan cara yang pertama ini akan lebih mudah karena kita bisa "drag and drop". Kita akan lebih mudah pula dalam mengatur tampilan dan program dari aplikasi Android yang kita buat. Selain itu akan sangat membantu bagi kita yang awam sekali dengan kode-kode program untuk bisa membuat Aplikasi Android sendiri. Meskipun cara ini tidak dianjurkan bagi kalangan developer/pengembang resmi.

Aplikasi Android yang dibuat nantinya ditulis dalam kode Java, sehingga kita harus menginstal aplikasi pendukung Java pada PC kita. Dan juga untuk mengetes kode-kode yang kita masukkan, kita memerlukan Integrated Development Environment (IDE).

Membuat aplikasi android sendiri
Membuat aplikasi android sendiri
Kita juga juga harus memastikan terlebih dahulu bahwa PC kita telah support SDK Android. Caranya yaitu dengan menginstal Java Development Kit ke PC kita. Kemudian kita instal juga Eclipse IDE untuk apikasi Java. Fungsi dari Eclipse sendiri salah satunya untuk memudahkan kita men-download SDK Android.


Pastikan semua aplikasi dan driver pendukung telah tersedia. Kita bisa mendownload dan menginstalnya secara online di internet. Setelah semua software/aplikasi pendukung telah terinstal, maka berikutnya kita akan belajar membuat program sederhana untuk Android.

Sekarang kita coba membuat aplikasi sederhana Android dengan kode-kode teks berikut:

package com.example.helloandroid;

import android.app.Activity;
import android.os.Bundle;

public class HelloAndroid extends Activity {
/** Called when the activity is first created. */
@Override
public void onCreate(BundlesavedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.main);
}
}


Atau kita bisa dengan mencoba kode berikut:

Paket com.example.helloandroid;impor android.app.Activity;impor android.os.Bundle;mengimpor android.widget.TextView;HelloAndroid kelas publik meluas Aktivitas {/ ** Disebut ketika aktivitas tersebut pertama kali diciptakan. * /@ Overridepublic void OnCreate (BundlesavedInstanceState) {super.onCreate (savedInstanceState);TextView tv = new TextView (ini);tv.setText ("My First Android App");setContentView (tv);}}

Setelah kita selesai menuliskan kode diatas, Kita coba menjalankannya di emulator dengan mengikuti langkah berikut:

1. Terlebih dahulu simpan kode yang telah kita tuliskan tadi.
2.  Pada Aplikasi Eclipse, pilih 'Run > Run > Android application'. Emulator akan menjalankan kode program yang telah kita tulis tersebut. Tetapi sebelum dijalankan biasanya Eclipse akan booting beberapa saat untuk mulai menjalankan program tersebut, jadi bersabarlah. Setelah boot selesai, aplikasi kita akan berjalan secara otomatis dan kita akan melihat judul bar abu-abu dengan nama aplikasi kita di dalamnya.
Emulator aplikasi android
Emulator aplikasi android

3. Tekan 'Home' tombol di emulator untuk kembali ke layar awal Android. Klik tombol 'Applications' untuk melihat daftar aplikasi yang tersedia. Di antara ini Anda akan melihat 'Hello, Android'. Pilih ini untuk memulai aplikasi Anda lagi.

4. Pilih lihat ke ponsel Android kita, pilih 'Menu' dari layar awal, lalu pilih 'Development' dan aktifkan koneksi USB anda agar Android kita bisa terhubung ke PC melalui USB.
5. Untuk mengistal aplikasi buatan kita pada ponsel, kita harus klik Run > Run > Android application in Eclipse. Pilih ponsel Android kita dari daftar pilihan untuk menginstal dan menjalankan aplikasi Android yang kita telah buat.

Sekarang kita sudah bisa membuat dan menjalankan aplikasi yang sangat dasar dari kode baku java pada sebuah emulator dan pada perangkat Android. Kita bisa mulai mengembangkannya sendiri. Sehingga akan membuat kita lebih banyak pengalaman tentang membuat program Java.


sumber : http://dataiptek.blogspot.com

Cara Membuat Sale Pisang dengan tradisional

SALE PISANG CARA TRADISIONAL
  1. PENDAHULUAN Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan.
    Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.
    Pisang dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu :

    1. Pisang yang dimakan dalam bentuk segar, misalnya : pisang ambon, raja sere, raja bulu, susu, seribu, dan emas.
    2. Pisang yang dimakan setelah diolah terlebih dahulu, misalnya : pisang kepok, nangka, raja siam, raja bandung, kapas, rotan, gajah, dan tanduk.
  2. Pisang banyak mengandung protein yang kadarnya lebih tinggi daripada buah-buahan lainnya, namun buah pisang mudah busuk. Untuk mencegah pembusukan dapat dilakukan pengawetan, misalnya dalam bentuk keripik, dodol, sale, anggur, dan lain-lain. Sale pisang merupakan produk pisang yang dibuat dengan proses pengeringan dan pengasapan. Sale dikenal mempunyai rasa dan aroma yang khas.
    Sifat-sifat penting yang sangat menentukan mutu sale pisang adalah warna, rasa, bau, kekenyalan, dan ketahanan simpannya. Sifat tersebut banyak dipengaruhi oleh cara pengolahan, pengepakan, serta penyimpanan produknya. Sale yang dibuat selama ini sering kali mutunya kurang baik terutama bila dibuat pada waktu musim hujan. Bila dibuat pada musim hujan perlu dikeringkan dengan pengeringan buatan (dengan sistem tungju).
    Ada 3 (tiga) cara pembuatan sale pisang, yaitu :

    1. Cara tradisional dengan menggunakan asap kayu;
    2. Cara pengasapan dengan menggunakan asap belerang;
    3. Cara basah dengan menggunakan natrium bisulfit.
    Proses pengasapan dengan menggunakan belerang berguna untuk :
    1. Memucatkan pisang supaya diperoleh warna yang dikehendaki;
    2. Mematikan mikroba (jamur, bakteri);
    3. Mencegah perubahan warna.
  3. BAHAN
    1. Buah pisang 36 kg
    2. Belerang (untuk cara pengasapan) ½ gram (untuk 9 kg sale pisang)
    3. Kayu bakar (untuk cara tradisional) secukupnya
    4. Natrium bisulfit (untuk cara basah) 15 gram/liter air
  4. ALAT
    1. Lemari pengasapan (1x1 m)
    2. Pisau
    3. Tambah (nyiru)
    4. Rak penjemur
    5. Panci
    6. Baskom
    7. Plastik (untuk pembungkus)
    8. Lilin (untuk penutup pembungkus)
    9. Sendok
    10. Kayu bundar atau bambu (untuk memipihkan pisang)
    11. Tungku atau kompor
    12. Merang (jerami).
      ==JIKA ARTIKEL INI BERMANFAAT, BANTU KLIK SALAH SATU IKLAN DIBAWAH INI.............==
  5. CARA PEMBUATAN SALE PISANG CARA TRADISIONAL
    (dengan menggunakan asap kayu)
    1. Kupas pisang yang telah tua dan matang lalu kerok sedikit bagian luarnya agar bersih;
    2. Letakkan pisang di atas tampah lalu asapkan dengan menggunakan asap kayu bakar selama 2 jam;
    3. Jemur pisang di atas rak penjemuran yang beralaskan merang selama 4~5 hari. Sambil dijemur sewaktu-waktu pisang dipipihkan (dipres) dengan kayu bundar atau bambu;
    4. Bungkus sale pisang yang telah dijemur dengan daun pisang kering. Masukkan ke dalam plastik lalu tutup dengan lilin.
  6. DIAGRAM ALIR PEMBUATAN SALE PISANG CARA TRADISIONAL
    Catatan:

    1. Sale pisang yang dihasilkan hanya mencapai 25 % atau seperempat bagian dari berat pisang utuh (masih ada kulitnya). Jenis pisang yang sering dibuat sale adalah : pisang ambon, Untuk keripik pisang manis dapat ditambahkan gula pasir halus pada keripik yang sudah digoreng.
    2. Pemberian rasa pedas dapat dilakukan bersama-sama dengan pemberian gula halus.
  7. DAFTAR PUSTAKA Tri Radiyati, et. Al. Kerupuk keripik. Subang : BPTTG Puslitbang Fisika Terapan-LIPI, 1990. Hal. 15-20.
  8. KONTAK HUBUNGAN Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan, PDII, LIPI, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12910.
    Sumber : Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah, Buku Panduan Teknologi Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993.




Cara Membuat YAM Tomat

YAM TOMAT
  1. PENDAHULUAN Yam tomat adalah sejenis saos dengan konsistensi lebih kental. Yam ini dibuat tanpa penambahan bumbu kecuali gula dan asam. Cara pembuatannya sama dengan pembuatan saos tomat yang lain.

  2. BAHAN

    1. Buah tomat. Buah tomat yang digunakan adalah yang telah matang sempurna dan berwarna merah rata. Jumlah 1 kg.
    2. Gula pasir putih bersih yang telah dihaluskan (750 gram).
    3. Pengawet. Pengawet adalah senyawa kimia yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba perusak saos. Pengawet yang digunakan adalah senyawa benzoat dalam bentuk asam benzoat (C6H5COOH), atau garamnya (sodium benzoat dan kalsium benzoat). Untuk keperluan pengolahan yam ini, jumlah asam atau sodium benzoat yang digunakan adalah 8 gram.
    4. Pengasaman digunakan untuk mengasamkan atau untuk menurunkan pH saus menjadi 3,8~4,4. Pada pH rendah pertumbuhan kebanyakan bakteri akan tertekan, dan sel generatif serta spora bakteri sangat sensitif terhadap panas. Dengan demikian, proses sterilisasi bahan yang ber-pH rendah dapat dilakukan dengan suhu air mendidih (100 °C) dan tidak perlu dengan suhu lebih tinggi (121°C). Asam juga bersinergisme dengan asam benzoat dalam menekan pertumbuhan mikroba. Jumlah asam yang diperlukan: asam sitrat, 5 gram.
  3. PERALATAN
    1. Pisau perajang dan landasan perajang. Alat ini digunakan untuk merajang buah tomat.. Hasil perajangan adalah berupa potongan-potongan tomat yang berukuran 2~3 cm.
    2. Penggiling rajangan tomat. Alat ini digunakan untuk menggiling rajangan tomat menjadi bubur tomat. Blender dapat digunakan untuk menghaluskan rajangan tomat dalam jumlah kecil menjadi bubur. Mesin penggiling digunakan untuk menggiling tomat dalam jumlah besar menjadi bubur tomat.
    3. Wadah pemasak saus. Wadah ini adalah untuk memasak bubur tomat yang telah diberi bumbu. Wadah ini harus terbuat dari bahan tahan karat, bagian dalamnya licin dan mudah dibersihkan.
    4. Kompor. Kompor bersumbu digunakan untuk memasak saos dalam jumlah kecil. Kompor bertekanan udara digunakan untuk memasak saos dalam jumlah lebih besar.
    5. Tungku. Tungku hemat energi dapat dijadikan alternatif, tetapi tungku ini lebih berjelaga, sehingga lebih mengotori wadah. Disamping itu, panas tungku lebih sulit diatur. Keuntungannya adalah hemat dalam pemakaian bahan bakar kayu sehingga biaya pengoperasiannya lebih murah.
    6. Penutup botol. Penutup botol digunakan untuk memasangkan tutup botol dari kaleng ke mulut botol secara rapat. Alat ini mempunyai konstruksi yang sederhana dan biaya pembuatannya murah.
    7. Timbangan. Timbangan digunakan untuk menakar berat bahan yang digunakan. Kapasitas timbangan disesuaikan dengan jumlah bahan yang diolah.
    8. Segel plastik. Segel plastik adalah kantong plastik yang kedua ujungnya terbuka yang dapat menempel secara rapat sekali pada mulut botol yang telah dipasang tutupnya. Plastik ini berfungsi sebagai segel. 
    ==JIKA ARTIKEL INI BERMANFAAT, BANTU KLIK SALAH SATU IKLAN DIBAWAH INI.............==

  4. CARA PEMBUATAN
    1. Pembuatan Yam
      1. Tomat dicuci bersih, bagian tangkal yang agak menghitam dibuang, kemudian di rendam di dalam air yang telah diberi kaporit (10 ppm selama 10 menit). Setelah itu tomat ditiriskan.
      2. Tomat digiling atau diblender sampai halus sehingga diperoleh bubur tomat.
      3. Bubur tomat dicampur dengan gula pasir yang telah dihaluskan, asam sitrat, dan asam benzoat; kemudian campuran dimasak, dan dibiarkan mendidih dengan api sedang sambil diaduk-aduk sampai volume menjadi setengah volume semula.
      4. Pengadukan dan pemanasan diteruskan dengan api sangat kecil sekedar mempertahankan bahan tetap panas. Pengemasan dilakukan pada saat yam ini dipanaskan.
    2. Pengemasan
      1. Botol kaca yang bersih direndam didalam air yang mengandung kaporit 5-10 ppm (5 sampai 10 gram kaporit per 1 m 3 air) selama 30 menit di dalam wadah tahan karat. Botol disusun di dalam air perendam tersebut dalam posisi terbalik. Setelah itu, wadah yang berisi rendaman botol direbus sampai mendidih. Setelah mendidih, api dikecilkan sekedar untuk mempertahankan air perebus tetap panas. Kondisi ini dipertahankan selama pengemasan. Sementara itu, tutup botol direbus di dalam air mendidih lain. Selama pengemasan, tutup botol harus tetap berada pada air mendidih.
      2. Sebuah botol dikeluarkan dari air mendidih dalam keadaan terbalik dengan menggunakan penjepit. Dengan bantuan corong, yam panas segera dituangkan ke dalam botol. Botol diisi hanya sampai 4 cm di bawah mulut botol. Setelah itu, sebuah tutup botol yang sedang direbus segera diangkat, dipasangkan pada mulut botol, dan ditutupkan dengan bantuan alat penutup botol. Pekerjaan ini harus dilakukan secara cepat dan cermat.
      3. Proses di atas diulang sampai semua yam terkemas di dalam botol.
    3. Sterilisasi
      1. Botol yang sudah berisi yam dan tertutup rapat direbus didalam air mendidih selama 30 menit. Proses ini akan membunuh banyak mikroba pembusuk yang dapat merusak bahan.
      2. Setelah itu, botol dikeluarkan dari air mendidih, dan disimpan dalam keadaan terbalik. Jika terjadi rembesan saus melalui tutup botol, tutup harus dibuka dan dilakukan kembali penutupan dengan tutup yang baru. Setelah itu, botol ini harus disterilkan kembali.
    4. Penyegelan Setelah semua yam terkemas di dalam botol, segel plastik dipasang pada mulut botol. Mulut botol yang terpasang segel dicelupkan pada panas (90°C) beberapa detik sehingga segel mengkerut dan menempel dengan rapat pada mulut botol.
    5. Pemberian label Proses terakhir adalah penempelan label pada bagian luar botol.
  5. KONTAK HUBUNGAN Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat, Jl. Rasuna Said, Padang Baru, Padang, Telp. 0751 40040, Fax. 0751 40040
    Sumber : Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat, Hasbullah, Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat

Cara Membuat Manisan Buah


  1. PENDAHULUANBuah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan.
    Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.
    Manisan buah adalah buah yang diawetkan dengan gula. Tujuan pemberian gula dengan kadar yang tinggi pada manisan buah, selain untuk memberikan rasa manis, juga untuk mencegah tumbuhnya mikroorganisme (jamur, kapang). Dalam proses pembuatan manisan buah ini juga digunakan air garam dan air kapur untuk mempertahankan bentuk (tekstur) serta menghilangkan rasa gatal atau getir pada buah.
    Pembuatan manisan buah ini, merupakan usaha kerajinan yang telah banyak dilakukan orang sejak dahulu. Usaha ini memerlukan ketrampilan atau pengalaman yang khusus.
    Ada 2 macam bentuk olahan manisan buah, yaitu manisan basah dan manisan kering. Manisan basah diperoleh setelah penirisan buah dari larutan gula, sedangkan manisan kering diperoleh bila manisan yang pertama kali dihasilkan (manisan basah) dijemur sampai kering.
    Buah-buahan yang biasa digunakan untuk membuat manisan basah adalah jenis buah yang cukup keras, seperti pala, mangga, kedondong, koalng-laing, dan lain-lainnya. Sedangkan buah-buahan yang biasa digunakan untuk membuat manisan kering adalah jenis buah yang lunak seperti pepaya, sirsak, dan lain-lainnya.
    Hasil samping dari proses pembuatan manisan buah ini ialah sirup dari larutan perendamannya. Manisan buah yang baik berwarna kekuning-kuningan, kenyal bila digigit, dan tahan di simpan selama dua minggu sampai satu bulan.
  2. BAHAN
    1. Buah setengah matang 10 kg
    2. Gula pasir 5 kg + ¨Ã¶ kg untuk tambahan pembuatan sirup
    3. Kapur sirih 1 sendok teh
    4. Natrium benzoat 4 sendok teh
    5. Garam dapur 15 gram
    6. Panili 2 sendok
    7. Air bersih 7 liter
  3. ALAT
    1. Pisau
    2. Panci
    3. Saringan
    4. Sendok makan
    5. Sendok teh
    6. Kantong plastik
    7. Lilin
    8. Baskom
    9. Kompor atau tungku
  4. CARA PEMBUATAN
    1. Kupas buah kemudian iris-iris dengan ukuran ¡¾ 2 x 2 cm;
      * Untuk buah yang keras, rebus irisan dalam air mendidih selama 3 menit lalu tiriskan.
    2. Rendam dalam air panas (50 gr dalam 1 lt air) selama 2 jam lalu tiriskan;
    3. Rendam lagi dalam air kapur (1 sendok makan kapur sirih dalam 1 ¨Ã¶ lt air) selama 24 jam, lalu tiriskan;
    4. Masukkan gula pasir dalam 2 ¨Ã¶ lt air, aduk sampai rata. Tambahkan garam dan natrium benzoat lalu panaskan hingga mendidih;
    5. Masukkan potongan buah tersebut ke dalam larutan gula yang sedang mendidih sampai buah tersebut setengah matang. Angkat panci dari tungku atau kompor dan diamkan (rendam) 1 malam, lalu tiriskan;
    6. Panaskan air gula sisa penirisan dan tambahkan panili lalu masukkan lagi potongan buah tersebut. Angkat panci dari tungku atau kompor dan diamkan satu malam. Paginya tiriskan, untuk mendapatkan manisan buah;
      * Tambahkan gula ¨Ã¶ kg pada air gula sisa penirisan terakhir lalu panaskan sampai kental dan dinginkan untuk dijadikan sirup.
    7. Jemur manisan basah hasil penirisan hingga kering (ò§... 3 hari), untuk mendapatkan manisan kering;
    8. Masukkan manisan tersebut dalam plastik lalu tutup dengan lilin hingga rapat.
  5. DIAGRAM ALIR PEMBUATAN MANISAN BUAH
    Catatan :
    Untuk mendapatkan manisan kering yang baik, penjemurannya harus benar-benar sempurna. Jadi segera setelah memperoleh manisan basah, manisan tersebut langsung dijemur hingga kering, agar pertumbuhan mikrorganisme (jamur, kapang) terhambat. Jika musim hujan, dapat dijemur diatas bara tungku yang dijaga apinya. Penjemuran diatas bara tungku jangan langsung ditempelkan, tetapi diberi peyangga agar panas bisa diatur.
==JIKA ARTIKEL INI BERMANFAAT, BANTU KLIK SALAH SATU IKLAN DIBAWAH INI.............==
  1. DAFTAR PUSTAKA
    1. Asriani, E.N. Membuat sari buah kueni skala industri. Selera, X (2), Feb. 1991 : 80-81.
    2. Hertami, D. Bercocok tanam pepaya (Carica papaya L.) dan pemanfaatannya. Jakarta : BPLPP Pusdiklat Pertanian, 1976. Hal 27-28.
    3. Manisan basah buah pala. Bogor : Proyek Bimbingan dan Pengembangan Industri Kecil. Departemen Perindustrian, 1986. Hal. 5-10.
    4. Manisan pala kering. Bogor : Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pangan, IPB, 1981. 7 hal.
    5. Manisan Sirsak. Bogor : Proyek Bimbingan dan Pengembangan Industri Kecil. Departemen Perindustrian, s.a. 2 hal. (Pamplet).
    6. Saraswati. Membuat manisan pala. Jakarta : Bhratara Karya Aksara, 1986. 22 hal.
    ==JIKA ARTIKEL INI BERMANFAAT, BANTU KLIK SALAH SATU IKLAN DIBAWAH INI.............==
  2. KONTAK HUBUNGANPusat Informasi Wanita dalam Pembangunan, PDII, LIPI, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12910.
    Sumber : Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah, Buku Panduan Teknologi Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993.




Cara Membuat Tauco


  1. PENDAHULUANTauco adalah produk kedelai berbentuk pasta yang berwarna kekuning-kuningan, rasanya agak asin, dibuat dengan cara fermentasi.
    Tauco berfungsi sebagai penyedap masakan karena bau dan rasanya yang khas. Tauco dapat disimpan lama karena kadar garamnya cukup tinggi (diatas 15%).
  2. BAHAN

    1. Kedelai
    2. Tepung beras.
    3. Laru tempe.
    4. Garam.
  3. PERALATAN

    1. Wadah perendam.
    2. Wadah perebus.
    3. Tampah
    4. Kompor
    5. Kain penyaring
  4. CARA PEMBUATAN

    1. Perendaman. Kedelai dibersihkan dan dicuci sampai bersih. Kemudian kedelai direndam di dalam air bersih selama 12-24 jam.
    2. Pengupasan dan pembuangan kulit. Kedelai dimasukkan ke dalam karung atau bakul, kemudian diinjak-injak sehingga terbelah dua, dan kulit biji terkelupas. Kulit biji dibuang, dan biji dicuci sampai bersih. Pengupasan dan pembuangan kulit-kulit juga dapat dilakukan dengan menggunakan mesin.
    3. Perebusan. Biji direbus selama 1-2 jam. Kemudian ditiriskan.
    4. Penambahan tepung beras. Biji kedelai yang telah ditiriskan, ditambah dengan tepung beras. Sebelumnya, tepung beras ini telah disangrai. Tiap 10 kg kedelai ditambah dengan tepung beras sebanyak 2 kg. Pengadukan dilakukan agar kedelai dan tepung beras tercampur rata.
    5. Fermentasi kapang. Campuran kedelai tepung beras ditaburi dengan ragi tempe (1 gram tempe untuk tiap kg kedelai), diaduk agar tercampur rata, dan selanjutnya dihamparkan diatas tampah setinggi 2-3 cm. Campuran ini ditutup dengan daun pisang. Tampah diletakkan di atas para-para yang terlindung dari serangga, panas dan hujan. Fermentasi ini berlangsung selama 2-3 hari sampai terbentuk tempe yang lebat pertumbuhan kapangnya.
    6. Penjemuran tempe. Tempe disuir-suir atau dilepaskan butiran-butirannya. Setelah itu butiran tempe dijemur sampai kering.
    7. Penyiapan larutan garam 20%. Untuk membuat 10 liter larutan garam 20% dilakukan dengan cara berikut. Garam sebanyak 2 kg dimasukkan ke dalam ember, kemudian ditambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai volume larutan menjadi 10 liter.
    8. Fermentasi garam. Butiran tempe kering direndam di dalam larutan garam. Tiap kg kedelai membutuhkan larutan garam sebanyak 1 liter . Prendaman di lakukan di dalam wadah perendam selama 2 minggu. Hasil fermentasi disebut dengan tauco mentah.
    9. Penyiapan bumbu.
      1. Gula merah diiris-iris, kemudian dilarutkan dengan air (tiap kg kedelai membutuhkan 250 gram gula merah, dan 25 ml air untuk melarutkan gula tersebut).
      2. Jahe dan lengkuas dikupas kemudian dipukul-pukul sampai memar (tiap kg kedelai membutuhkan jahe dan laos, masing-masing 20 gram), dan
      3. Jahe dan lengkuas dimasukkan ke dalam larutan gula, kemudian dimasak sampai mendidih dan disaring dengan kain saring. Larutan ini disebut larutan gula berbumbu, dan digunakan untuk membumbui tauco.
    10. Pembumbuan dan perebusan tauco. Tauco mentah ditambah dengan larutan gula berbumbu. Kemudian tauco mentah dididihkan selama 3-4 jam sehingga cairan tauco mengental. Hasil perebusan ini disebut sebagai tauco masak. Tauco masak dapat ditambah dengan monosodium glutamat sebanyak 1 gram untuk tiap kg tauco, agar memberikan rasa yang lebih sedap terhadap masakan.
    11. Pengawetan. Tauco masak ditambah dengan bubuk natrium benzoat agar dapat disimpan lama. Tiap kg tauco masak membutuhkan 1 gram natrium benzoat.
    12. Pengemasan. Tauco masak dikemas di dalam kantong plastik dan mulut kantong diikat dengan gelang karet kuat-kuat.
==JIKA ARTIKEL INI BERMANFAAT, BANTU KLIK SALAH SATU IKLAN DIBAWAH INI.............==
KONTAK HUBUNGAN Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat, Jl. Rasuna Said, Padang Baru, Padang, Telp. 0751 40040, Fax. 0751 40040
Sumber : Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat, Hasbullah, Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat
............

Cara Membuat Ragi Tempe



DIAGRAM ALIR PEMBUATAN RAGI (LARU) TEMPE
Laru (ragi) tempe adalah bibit yang digunakan untuk pembuatan tempe.
  1. BAHAN
    1. Beras 300 gram
    2. Tepung tempe 3 gram
    3. Tepung beras yang telah disangrai 1 ½ kg
  2. ALAT
    1. Kukusan
    2. Tampah (nyiru)
    3. Pengaduk kayu
    4. Lembaran plastik
    5. Alat penumbuk
    6. Ayakan
    7. Alat penggorengan (wajan)
    8. Kantong plastik
  3. CARA PEMBUATAN
    1. Cuci beras sampai bersih, kemudian masak sampai menjadi nasi dan dinginkan;
    2. Pada nasi tersebut taburkan tepung tempe kemudian aduk sampai rata;
    3. Letakkan di atas tampah yang bersih. Tutup atasnya dengan lembaran plastik atau daun pisang;
    4. Simpan dalam ruangan tempat pemeraman (peragian) sampai seluruh nasi ditumbuhi jamur yang berwarna hitam;
    5. Jemur nasi yang telah ditumbuhi jamur (kapang) atau jamur sampai kering;
    6. Tumbuk sampai halus, kemudian ayak. Bagian yang telah halus adalah ragi tempe;
    7. Campurkan ragi ini dengan tepung beras yang telah disangarai (+ 10 gram ragi untik 50~100 gram tepung beras);
    8. Simpan dalam kantong-kantong plastik.Catatan:
      Tutup plastik atau daun pisang sewaktu-waktu perlu dibuka untuk pertukaran udara dan untk menguapkan air (embun) yang menempel pada plastik atau daun pisang agar tidak menetes lagi pada bahan. Kadar air yang tinggi akan mempercepat pembusukan. Supaya pertukaran udara baik, tutup plastik atau daun pisang diberi lubang-lubang atau bisa diganti dengan tutup yang baru.
  4. ==JIKA ARTIKEL INI BERMANFAAT, BANTU KLIK SALAH SATU IKLAN DIBAWAH INI.............==
  5. DAFTAR PUSTAKA
    1. Astawan, M. dan Mita, W.Teknologi pengolahan pangan nabati tepat guna. Jakarta: Akademika Pressindo, 1991. Hal 94 - 96
    2. Buku seri teknologi makanan II. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor 1983. Hal 39 - 45
    3. Sarwono, B. Membuat tempe dan oncom. Jakarta: PT. Penebar Swadaya, 1982. Hal. 10 – 15
  6. KONTAK HUBUNGANPusat Informasi Wanita dalam Pembangunan, PDII, LIPI, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12910.
    Sumber : Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah, Buku Panduan Teknologi Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993.

Cara Membuat Bakso Ikan


  1. PENDAHULUAN Baso adalah campuran homogen daging, tepung pati dan bumbu yang telah mengalami proses ekstrusi dan pemasakan. Cara pembuatan baso tidak sulit. Daging digiling halus dengan screw extruder, kemudian dicampur dengan tepung dan bumbu di dalam alat pencampur khusus sehingga bahan tercampur menjadi bahan pasta yang sangat rata dan halus. Setelah itu pasta dicetak berbentuk bulat dan direbus sampai matang. Baso yang bermutu bagus dapat dibuat tanpa penambahan bahan kimia apapun.
  2. BAHAN
    1. Ikan.
      Ikan yang digunakan adalah ukuran sedang dan besar, seperti ikan tongkol, tuna (sisiak), beledang, tenggiri, dan gabua. Ikan harus seger, semakin segar semakin baik. Ikan segar yang baru ditangkap paling baik digunakan. Ikan yang akan dijadikan baso lebih baik dibekukan secara cepat sebelum digiling. Ikan beku akan memberikan rasa dan aroma baso yang lebih gurih.
    2. Tapioka
    3. Bumbu-bumbu.
      Rempah-rempah apa saja dapat dijadikan bumbu. Akan tetapi biasanya pengusaha baso menggunakan bawang merah, bawang putih, merica bubuk dan garam.
    4. Telur.
      Telur digunakan agar adonan lebih halus, dan rasanya lebih enak. Walaupun demikian, telur tidak selalu digunakan dalam pembuatan baso. Telur ayam, itik dan puyuh dapat digunakan.
    5. Sodium tripoli fosfat.
      Bahan kimia ini berfungsi sebagai pengemulsi sehingga dihasilkan adonan yang lebih rata (homogen). Adonan yang lebih rata akan memberikan tekstur baso yang lebih baik.
  3. PERALATAN
    1. Penggiling dan Pencampur.
      Alat ini terdiri dari bagian penggiling baso berupa extruder dan pencampur adonan. Pencampur adonan berupa piring baja yang dilengkapi pengaduk sentrifugal yang dipasang mendatar. Pengaduk tersebut berutar dengan kecepatan tinggi sehingga bahan-bahan yang tidak liat dan tidak keras akan dihancurkan.
    2. Ketel Perebus.
      Alat ini digunakan untuk merebus baso mentah menjadi matang. Pengusaha baso biasanya menggunakan panci sebagai ketel perebus.
  4. CARA PEMBUATAN
    1. Proses Pendahuluan
      Proses pendahuluan dilakukan untuk penyiangan, dan filleting.
      1. Penyiangan
        • Mula-mula sisik disikat dari ekor mengarah ke kepala dengan sikat ikan tanpa melukai dagingnya. Kemudian ikan dicuci, dan sisik yang tertinggal dibuang.
        • Bagian di bawah insang dipotong tanpa menyebabkan kepala ikan terpotong. Kemudian perut ikan dibelah dari anus ke arah insang tanpa melukai jeroannya.
        • Perut yang sudah terbelah dibuka. Jeroan dan insang dibuang. Bagian dalam perut disikat dengan ujung pisau untuk membuang sisa-sisa darah.
        • Setelah itu, ikan dicuci sampai bersih.
      2. Filleting
        • Daging rusuk di sayat dari arah kepala ke ekor sehingga diperoleh fillet. Daging yang tersisa pada tulang dikerok dengan pisau dan dicampurkan dengan fillet.
        • Kulit pada fillet dikelupas dan dipisahkan. Kulit ini tidak digunakan untuk membuat baso.
      3. Pembekuan fillet
        • Fillet dibekukan secara cepat. Kemudian digiling sampai halus menjadi bubur ikan.
        • Fillet tidak harus dibekukan, dan dapat langsung digiling.
      Tabel 1. Komposisi Bahan-Bahan Penyusun Baso
    2. Penyusunan Bahan Baso
      Komposisi bahan penyusun baso tergantung kepada rasa baso yang diinginkan. Semakin banyak kandungan ikan, semakin enak rasa basonya.
    3. Penggilingan Ikan Menjadi Adonan Baso
      Bubur ikan diaduk dan lebih dihaluskan di dalam bagian alat pencampur adonan. Setelah bubur ikan benar-benar rata dan halus ditambahkan bumbu, sodium tripolifosfat, dan tepung sedikit demi sedikit sambil terus diaduk dengan kecepatan tingi. Selama pengadukan, ditambahkan butiran atau bongkahan es. Pengadukan dianggap selesai jika terbentuk adonan yang rata, halus dan dapat dibulatkan bila di remas dengan tangan, kemudian dikeluarkan melalui lobang yang dibentuk oleh telunjuk dan ibu jari.
    4. Pembuatan Bulatan Baso Mentah dan Perebusan
      Adonan diremas-remas dengan telapak tangan, kemudian dibuat bulatan dengan meremas-remas adonan, kemudian dikeluarkan melalui lobang yng dibentuk oleh telunjuk dan ibu jari. Dengan bantuan ujung sendok terbalik, bulatan adonan secara cepat dimasukkan ke dalam air mendidih. Bila sudah matang, baso akan mengapung. Baso ini dibiarkan mengapung selama 5 menit, kemudian diangkat untuk ditiriskan. Hasil yang diperoleh disebut baso ikan.
    5. Penyimpanan
      Baso merupakan bahan basah yang mudah rusak. Agar dapat tahan lama, baso harus disimpan di dalam ruang pembeku (freezer) dalam kemasan plastik tertutup rapat. Suhu freezer hendaknya di bawah –18 ° C.
    Pembuatan Kuah Baso
    1. Kuah baso merupakan kaldu daging yang dibumbui untuk memakan baso. Kebanyakan kuah baso berupa kaldu yang sangat encer karena sangat sedikit menggunakan daging. Kuah baso seperti ini biasanya ditambah monosodium glutamat (MSG) dalam jumlah tinggi (sampai 2% atau 20 gram per liter kuah).
    2. Agar kuah baso terasa enak, daging digunakan untuk membuat baso sekurang-kurangnya 10% dari jumlah kuah baso yang dihasilkan. Kuah baso seperti itu tidak perlu ditambah MSG.
    3. Bahan
      • Air (4 liter)
      • Daging cincang kasar (300 gram)
      • Tulang cincang kasar (250 gram)
      • Bawang putih digiling halus (150 gram)
      • Bawang merah digiling halus (150 gram)
      • Merica halus (25 gram)
      • Seledri segar (5 tangkai)
      • Pala cacahan kasar (10 gram)
      • Kapulaga/gardamungu (4 buah)
      • Garam (secukupnya)
    4. Cara Pengolahan
      • Daging cincang dan tulang direbus di dalam air mendidih selama 30 menit.
      • Bawang putih, bawang merah dan merica yang telah digiling halus di tumis dengan sedikit minyak sampai harum.
      • Semua bumbu, kecuali seledri dimasukkan ke dalam rebusan daging dan tulang yang mendidih. Sepuluh menit kemudian ditambahkan irisan seledri, dan kuah baso tetap dibiarkan mendidih sebentar, kemudian di angkat. Hasil yang diperoleh adalah kuah baso yang enak dan gurih tanpa bahan kimia tambahan.
  5. ==JIKA ARTIKEL INI BERMANFAAT, BANTU KLIK SALAH SATU IKLAN DIBAWAH INI.............==
  6. KONTAK HUBUNGAN Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat; Jl. Rasuna Said, Padang Baru, Padang, Telp. 0751 40040, Fax. 0751 40040
    Sumber : Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat, Hasbullah, Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat                

Cara Membuat Abon dari daging Sapi


  1. PENDAHULUAN Abon adalah sejenis makanan kering berbentuk serpihan, dibuat dari daging yang diberi bumbu kemudian digoreng. Pembuatan abon keluwih sangat membutuhkan keterampilan tangan, terutama dalam hal meremah keluwih yang berbentuk seperti nangka sampai halus menjadi abon. Secara keseluruhan pembuatannya cukup sederhana sehingga memungkinkan setiap orang dapat melakukannya.
  2. BAHAN

    1. Daging sapi atau kerbau 1 kg
    2. Keluwih muda 4 butir
    3. Kelapa 2-3 butir
    4. Minyak goreng 5 ons (2 gelas)
    5. Bawang merah 1 ½ ons
    6. Bawang putih ½ ons
    7. Asam jawa secukupnya
    8. Lengkuas secukupnya
    9. Serai secukupnya
    10. ketumbar 2 sendok makan
    11. Gula merah 3 ½ ons
    12. Bawang goreng secukupnya
    13. Garam 2 ons
    14. Kemiri (bila perlu) 1 ons
    15. Daun pepaya atau parutan nenas secukupnya
  3. ALAT
    1. Penggorengan
    2. Sendok dan garpu
    3. Kain saring atau ayakan seng
    4. Pisau
    5. Panci
    6. Kompor
    7. Parutan Kelapa
    8. Alas perajang (talenan)
    9. Alat penghancur bumbu (cobek dan ulekan)
    10. Baskom plastik
  4. CARA PEMBUATAN
    1. Pilih daging yang lunak dan tidak banyak mengandung lemak serta serat. Daging bagian punuk, dan paha sangat cocok sebagai bahan pembuatan abon;
      Gambar 1. Daging Bagian Punuk
    2. Cuci bersih dan bungkus dengan daun pepaya sampai seluruh permukaan daging tertutup. Diamkan selama kurang lebih 1 jam sampai daging menjadi lebih lunak. Setelah itu bungkus dibuka. Dapat juga dilakukan dengan jalan melumuri dengan parutan nenas, dan diamkan selama sekitar 1 jam, kemudian cuci;
    3. Kupas keluwih, cuci bersih, potong kecil-kecil, lalu buang bijinya;
    4. Rebus daging, keluwih, salam, lengkuas, dan serai sampai lunak;
    5. Angkat daging dan keluwih, tiriskan kemudian remah-remah sampai membentuk hancuran yang berserat-serat;
    6. Parut kelapa, ambil santan kentalnya sebanyak 1 liter. (4 gelas);
    7. Haluskan garam, asam, gula merah, ketumbar, bawang merah, bawang putih kemudian tumis;
    8. Rebus remahan daging, keluwih, santan, dan bumbu bersama-sama sampai santannya habis menguap, kemudian tiriskan;
    9. Goreng dengan minyak panas sambil terus diaduk sampai daging berwarna coklat, kemudian tiriskan;
    10. Peras minyak yang berlebihan dengan kain saring;
    11. Pisahkan abon daging campur keluwih yang telah terbentuk dengan garpu. Setelah itu tambahkan bawang goreng secukupnya, dan aduk sampai rata;
    12. Kemas dalam kantong plastik, gelas, atau kaleng.
  5. DIAGRAM ALIR PEMBUATAN ABON DAGING CAMPUR KELUWIH
  6. KEUNTUNGAN
    1. Abon yang dikemas plastik dan disimpan dalam ruangan yang terlindung dari sinar matahari akan tahan beberapa bulan tanpa mengalami kerusakan yang berarti.
    2. Abon campur keluwih memiliki rasa enak walaupun pada proses pembuatannya tidak menggunakan bahan pengawet.
    3. Abon campur keluwih dapat meningkatkan nilai ekonomi keluwih walaupun menurunkan harga jual abon.
  7. KERUGIAN
    1. Penambahan keluwih dapat menurunkan nilai gizi abon.
    2. Penggunaan daging yang liat, banyak lemak, dan berserat akan menghasilkan abon yang tidak memenuhi standar yang telah ditentukan.
      Catatan:
      KOMPONEN NILAI
      Lemak --- maksimum yang diperbolehkan 30 %
      Gula --- maksimum yang diperbolehkan 30 %
      Protein --- yang terkandung 20 %
      Air --- maksimum yang diperbolehkan 10 %
      Abu --- maksimum yang diperbolehkan 9 %
      Aroma, warna dan rasa khas
      Logam --- berbahaya (Cu, Pb, Mg, Zn dan As) negatif
      Jumlah Bakteri --- maksimum yang diperbolehkan 3.000/gram
      Bakteri --- bentuk koli negatif
      Jamur negatif

==JIKA ARTIKEL INI BERMANFAAT, BANTU KLIK SALAH SATU IKLAN DIBAWAH INI.............==
  1. DAFTAR PUSTAKA
    1. Astawan, Md. Abon daging campur keluwih. Selera, VIII (12), Desember 1989: 14 – 15
    2. Abon. Standar Industri Indonesia (SII) No. 0368-80, 0368-85.
  2. KONTAK HUBUNGAN Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan, PDII, LIPI, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12910.
    Sumber : Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah, Buku Panduan Teknologi Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993.               




Tes Paragraf

Judul widget rightbar

Popular Post

Template Oleh trikmudahseo