Selamat membaca
cara menanam
semoga bermanfaat

judul widget leftbar

Label

Template Information

Random

Diberdayakan oleh Blogger.

assalamu'alaikum, Peluang Bisnis Online Yang Terbukti

infopaytren.com
Tampilkan postingan dengan label cara menanam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara menanam. Tampilkan semua postingan

Cara Menanam Kelengkeng

Cara Menanam Kelengkeng

Lengkeng adalah jenis tanaman keras dengan sistem perakaran cukup luas, batang kayu kuat, serta akar tunggang sangat dalam. Untuk karakter fisiknya sendiri, lengkeng memiliki pohon cukup besar dan cabangnya banyak. Sedangkan untuk daun buahnya merupakan jenis daun majemuk, dimana tiap tangkal mempunyai tiga hingga enam pasang daun. Bagian bunga lengkeng bentuknya berupa malai berwarna kuning muda dengan letak pada ujung-ujung ranting, serta berukuran cukup kecil. Untuk buahnya sendiri memiliki ukuran kecil, kira-kira sebesar kelereng dengan warna kulit cokelat cerah, tidak berbulu, mempunyai daging buah berwarna bening, rasanya manis, dan aromanya khas. Biji buah lengkeng  warnanya hitam kecokelatan.

Lengkeng bisa tumbuh dan berkembang dengan baik di daerah yang memiliki ketinggian 300-900 m dpl. Lahan yang dibutuhkan untuk Menanam lengkeng cukup yang memiliki tekstur tanah halus dengan tingkat pH 5,5 – 5,6. Sedangkan iklim yang cocok untuk menanam lengkeng yakni tipe iklim B atau basah, iklim D atau sedang, dan. tipe C atau agak basah. Tanaman lengkeng bisa tumbuh dengan baik di area yang terbuka.

Bibit lengkeng
Bibit lengkeng bisa diperoleh secara vegetatif dan generatif. Namun, biasanya lebih disarankan untuk menggunakan bibit yang berasal dari pembiakan vegetatif. Untuk pembiakan vegetatif bisa ditempuh melalui bermacam cara, diantaranya:
- Penyambungan. Pada intinya, sistem penyambungan dilakukan dengan cara menempelkan bagian tertentu tanaman yang sudah ditentukan pada bagian tertentu tanaman lainnya yang berfungsi sebagai induknya, untuk selanjutnya menjadi satu tanaman.
- Pencangkokan. Berupa pengusahaan sistem perakaran cabang tanaman dengan tidak memotong cabang dari induknya.
- Penyusunan. Metode pembiakan vegetatif melalui penyusunan dianggap lebih baik dibandingkan sistem okulasi dan cangkok, karena batang atas dan batang bawah tak harus memiliki umur sama.
Ada beberapa keuntungan yang didapatkan dari sistem pembiakan vegetatif diatas, diantaranya adalah:
- Menghasilkan tanaman dengan sifat menyerupai sifat induknya.
- Tanaman tidak terlalu tinggi, sehingga mempermudah tata laksana pemeliharaan dan pemanenan.
- Tanaman jadi cepat berbuah.

Tahapan penanaman
1) Persiapan lahan
Untuk persiapan lahan, pertama siapkan lubang tanaman yang berukuran 60 x 60 cm dengan jarak tiap-tiap lubang tanamnya 10 x 10 m, serta kedalaman 60 cm. Selanjutnya, isi lubang tanaman tersebut dengan tanah yang telah dicampur dengan kompos atau pupuk kandang. Perbandingan tanah dan kompos yang diisikan adalah 3 : 1.
2) Penanaman lengkeng
Penanaman bibit tanaman lengkeng yang asalnya dari pembiakan vegetatif sebenarnya sama seperti penanaman bibit lengkeng dari biji. Namun, lubang tanam harus dibuat lebih dalam supaya sistem perakarannya menjadi lebih luas dan tanaman tak mudah roboh.

Pemeliharaan
1) Pemupukan
Tahap pemupukan tanaman lengkeng bisa dilakukan sebanyak dua kali tiap satu tahunnya, yaitu di awal musim penghujan serta memasuki musim kemarau. Untuk pemupukannya sendiri dengan cara membenamkan pupuk pada tanah di sekeliling tanaman yang berjarak kira-kira sama lebar dengan lingkar luar bagian tajuk daun (dari batang utama). 
2) Pemangkasan
Pemangkasan merupakan kegiatan pemotongan sebagian ranting dan cabang tanaman yang bertujuan sebagai berikut:
- Untuk memperbanyak ranting atau cabang.
- Untuk memperpendek tinggi pohon, sehingga mempermudah proses pemanenan.
- Untuk meremajakan tanaman.
- Agar tamanan lekas berbuah
- Sebagai langkah pengendalian atas hama serta penyakit.

Hama dan penyakit
Biasanya tanaman lengkeng cukup tahan dari berbagai serangan hama serta penyakit. Jenis-jenis hama serta penyakit yang sering menyerang tanaman lengkeng di antaranya adalah kutu daun, akar hitam, uret, busuk buah, dan bercak daun. Langkah pengendalian hama dan penyakit selain melalui pemangkasan, bisa juga dilakukan dengan cara membungkus atau membrongsong buah dengan menggunakan pestisida dan kreneng.

Panen
Ciri-ciri buang lengkeng siap petik diantaranya adalah sebagai berikut:
- Aroma buah lengkeng sudah tercium harum
- Buahnya sudah padat dan kulitnya berwarna lebih cerah
Bila buah lengkeng sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut, maka lengkeng bisa segera dipanen dengan memetik dari tangkainya. Untuk penanganan lengkeng paska panen sendiri cukup mudah, yakni hanya dengan mengumpulkan beberapa tangkai lengkeng terpisah menjadi satu, kemudian diikat dan lengkeng siap dipasarkan.


BACA JUGA :
TIPS SUPAYA LENGKENG LEBAT BERBUAH

Cara Mudah Menanam Kaktus

Cara Menanam Kaktus

Tanaman yang berasal dari kata caktos yang artinya tanaman berduri,  ini berasal dari negara Meksiko. tanaman tampa daun ini merupakan tumbuhan sekulen, yaitu tanaman  yang banyak mengandung air Untuk mempertahankan hidupnya di daerah yang panas dan kering. 

Kaktus salah satu tanaman yang memiliki banyak jenis, dari jenis-jenis kaktus ada terdapat hasil penyilangan spesies. Diantaranya Notocactus tubiflora cristata atau kaktus kentang, Mammillaria xantina atau disebut kaktus kendil, Gymnocalycium hanovichiivarred cap atau kaktus kepala merah, var black cap atau kepala hitam, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Yang membedakan yang satu dengan yang laiunnya adalah bentuk, warna batang dan bunganya, besar-kecilnya duri. Menurut bentuknya kaktus ada yang bulat, bulat pipih, silinder, dan ada yang seperti lonceng. Menurut warna batangnya, ada yang putih, ungu, kuning, merah muda, sampai merah tua. Durinya pun ada yang berwarna, lembut, panjang, pendek, dan yang lainnya. Karena keindahannya itu maka kaktus banyak dibudidayakan, di bawah ini cara budidaya kaktus dan cara menanamnya.


2. PEMBUDIDAYAAN  KAKTUS

a.  Sifat kaktus
Kaktus meyukai sinar matahari sesuai dengan habitatnya yang panas dan juga menyukai sirkulasi udara yang baik, sebab kaktus berdaging tebal  akan membusuk jika medianya terlalu banyak air sehingga menjadi lembap.

b. Penanaman Kaktus
1)  Bibit kaktus
Kaktus dapat diperbanyak melalui biji atau juga dapat dari anakan atau tunas dari menyemai sendiri dan dapat membeli di took-toko tanaman hias.

2)  Cara menanam kaktus
Kaktus dapat ditanam di tanah secara langsung dan juga di dalam pot.
Bila ditanam di tanah langsung, komposisi media tanahnya cukup tanah liat, humus, dan pasir.
Bila ditanam dipot, media tanam yang digunakan campuran tanah liat, pasir, dan humus dengan perbandingan 2:2:1 dan ditambah bubuk kapur, batu bata dan bubuk tulang. 

Tambahan itu untuk menghilangkan rasa asam pada tanah sebaba tanah yang kelebihan asam mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh subur.
Namun, campuran tersebut tidak mutlak untuk semua jenis kaktus sebab ada tanaman yang tidak dapat tumbuh dengan baik komposisi media ini.

Kemudian masukkan biji atau tunas pada media yang sudah disiapkan. Usahakan letak tunas di tengah media, sekitar 3 tahun kaktus akan berbunga.

Cara Menanam Karet

Tanaman yang memiliki nama latin Hevea braziliensis ini menjadi salah satu tanaman jangka panjang yang digandrungi oleh masyarakat khususnya kalangan menengah keatas. Tanaman yang berasal dari negeri Brasil ini dipandang sebagai investasi yang sangat menjanjikan. Selain itu juga, Karet mempunyai arti penting dalam aspek kehidupan sosial ekonomi masyarakat indonesia, yaitu Sebagai salah satu komoditi penghasil devisa negara serta sebagai tempat persediaanya lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar.

Melihat dari latar belakang tersebut, CaraMenanam.com sedikit berbagi informasi seputar Budidaya Tanaman Karet Yang Baik Dan Benar diantaranya senagai berikut;

1. Persiapan Lahan Tanam.
Untuk lahan tanam pada tanaman karet ini memiliki syarat atau kriteria tanah yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu ;
  • Tanah harus gembur.
  • Kedalaman antara 1-2 meter.
  • Tidak bercadas.
  • PH tanah 3,5 – 7,0.
  • Ketinggian tempat antara 0 – 400 meter paling baik pada ketinggian 0 – 200 meter, setiap kenaikan 200 meter matang sedap terlambat 6 bulan.
Selain dari kriteria tanah, iklim juga mempengaruhi tumbuh kembang tanaman karet itu sendiri. Iklim yang cocok adalah Curah hujan minimum 1.500 mm pertahun, jumlah hari hujan 100 – 150 hari, curah hujan optimum 2.500 – 4.000 mm.

2. Penanaman.
Untuk penanaman diperlukan tahap-tahapan sebagai berikut ;
  • Pembuatan lubang tanam dan pengajiran kedua.
  • Jarak tanam untuk tanah ringan 45X45X30 Cm, untuk tanah berat 60 X 60 X 40 Cm.
  • Lubang dibiarkan satu bulan atau lebih.
  • Jenis penutup tanah; Puecaria Javanica, Colopogonium moconoides dan centrosema fubercens, penanaman dapat diatur atau ditugal setelah tanah diolah dan di bersihkan, jumlah bibit yang ditanam 15 – 20 Kg/Ha dengan perbandingan 1 : 5 : 4 antara Pueraria Javanoica : Colopoganium moconoides dan cetrosema fubercens.
  • Penanaman ; bibit ditanam pada lubang tanah yang telah dsiberi tanda dan ditekan sehingga leher akan tetap sejajar dengan permukaan tanah, tanah sekeliling bibit diinjak-injak sampai padat sehingga bibit tidak goyang, untuk stump mata tidur mata menghadap ke sekatan atau di sesuaikan dengan arah angin.

3. Pemeliharaan.
Setelah penanaman tanaman karet selanjutnya ke tahap pemeliharaan, baik secara rutin maupun secara berkala. Untuk pemeliharaan ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu;

A. Penyulaman.
  • Bibit yang baru ditanam selama tiga bulan pertama setelah tanam diamati terus menerus.
  • Tanaman yang mati segera diganti.
  • Klon tanaman  untuk penyulaman harus sama.
  • Penyulaman dilakukan sampai unsur 2 tahun.
  • Penyulaman setelah itu dapat berkurang atau terlambat pertumbuhannya.

B. Pemotongan Tunas Palsu.
Tunas palsu dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 1 kali 2 minggu, sedangkan tunas liar dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian 1,80 meter.

C. Merangsang Percabangan.
Bila tanaman sudah berumur 2 – 3 tahun dengan tinggi berkisar 3,5 meter belum mempunyai cabang perlu diadakan perangsangan dengan cara :
  • Pengeringan batang (ring out)
  • Pembungkusan pucuk daun (leaf felding)
  • Penanggalan (tapping)

D. Pemupukan
Pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu menjelang musim hujan dan akhir musim kemarau, sebelumnya tanaman dibersihkan dulu dari rerumputan dibuat larikan melingkar selama – 10 Cm. Pemupukan pertama kurang lebih 10 Cm dari pohon dan semakin besar disesuaikan dengan lingkaran tajuk.

4. Masa Panen Dan Pasca Panen.
Ini merupakan tahap terakhir menanam karet. Karet ini cara memanennya yaitu dengan cara di sadap. untuk tanda-tanda tanaman karet siap untuk disadap yaitu Umur tanaman rata-rata 6 tahun atau 55% dari areal 1 hektar sudah mencapai lingkar batang 45 Cm sampai dengan 50 Cm. Disadap berselang 1 hari atau 2 hari setengah lingkar batang. Hasil karet dari sadapan disebut juga sebagai lateks. Nah untuk penglahan lateks tersebut sebagai berikut ;
  • Standar karet kebun diturunkan dari rata-rata 32% menjadi 16% dengan jalan memberi air yang bening atau yang bersih.
  • Kemudian dicampur dengancuka/setiap 1 Kg karet kering 350 s/d 375 Cc larutan 1% cuka.
  • Dibiarkan sampai beku.
  • Kemudian digiling dalam gilingan polos dan kembang, kemudian direndam rata-rata 60 menit.
  • Disadap selama 1 minggu.

Cara Menanam Kelapa Sawit

Cara Menanam Kelapa Sawit
Pola Tanam
Pola tanam yang digunakan segitiga sama sisi pada areal datar sampai bergelombang,
Untuk areal yang berbukit dengan sudut kemiringan 120 perlu dibuat teras kontur

Kelebihan menggunakan pola tanam segitiga sama sisi yaitu :
1.Tajuk  bulat, semua ruangan tertutupi – tidak ada ruangan kosong sehingga dapat menghambat/mengurangi pertumbuhan gulma.
2. Populasi per Ha lebih optimum
3. Efektif dan efisien dalam penyerapan unsur hara karena akar tanaman menebar penuh – luas tajuk sama dengan luas akar

Pola tanam dikaitkan dengan :
1. Jenis tanah Pada tanah mineral jarak tanamnya lebih renggang dibandingkan pada tanah gambut.
2. Kesuburan tanah Pada tanah yang subur jarak tanamnya lebih renggang dibandingkan pada tanah yang tidak subur.
3. Bibit yang digunakan

Populasi tanaman menurut jarak tanam

Pola tanam Populasi pokok/Ha Anjuran pada tipe/Jenis tanah dan Bahan tanaman
9.5 X 9.5 X 9.5 127 – 128 D X P Marihat
9.4 X 9.4 X 9.4 130 – 131 D X P Marihat
9.2 X 9.2 X 9.2 135 – 136 D X P Marihat
9.0 X 9.0 X 9.0 142 – 143 D X P Socfindo/Rispa
8.8 X 8.8 X 8.8 149 – 150 Tanah gambut
8.6 X 8.6 X 8.6 155 – 156 Tanah Gambut




• Memancang
Tujuan memancang :
- Memberi tanda-tanda untuk pembuatan lubang tanam.
- Sebagai pedoman untuk pembuatan jalan, parit, stacking, teras/kontur/tapak kuda dan menanam kacangan.



Organisasi memancang :
Setiap team (regu) pemancang terdiri atas 5 (lima) orang yaitu :
- 1 (satu) orang tukang teropong
- 2 (dua) orang tukang pancang
- 2 (dua) orang tukang tarik tali
Norma prestasi memancang 0.15 – 0.2 Ha/HK.

Bahan dan alat :
- Kompas sunto
- Abney level/Clinometer
- Kayu pancang ( pancang induk atau anak pancang)
- Tali rami atau kawat
- Kayu berbentuk Y

Pemancangan di areal datar
- Jarak tanam disesuaikan dengan table di atas
- Arah barisan tanaman Timurr – Barat
- Buat pancang kepala setinggi 2.5 m dan bagian atasnya (± 30 cm) di cat putih dengan tujuan agar dapat dilihat.
- Menentukan batas-batas daerah/blok yang akan dipancang dan ditetapkan sebuah patokan untuk memancang. Usahakan titik tersebut adalah salah satu pertemuan antara Collection Road dan Main Road.
- Dari titik tersebut ditarik garis lurus Utara – Selatan (0 – 1800), lalu dipasang pancang kepala, dengan jarak antar pancang 7.8 m, hingga batas areal/blok yang hendak dipancang.
- Dari titik yang sama dibuat garis tegak lurus arah Timur – Barat (90 – 2700), pancang kepala dipasang dengan jarak antar pancang 100 m.

Pemancangan areal bergelombang dan berbukit
Terdapapat 2 (dua) cara untuk pemancangan yaitu pemancangan areal datar (cara biasa) dan dengan system teras kontur. Untuk cara biasa perlu atau harus dibuat tapak kuda/teras individu.
Pada pemancangan system teras kontur, jarak antar kontur dibuat sesuai dengan proyeksi jarak antar barisan pada pemancangan areal daar, sedangkan jarak pokok dalam kontur diusahakan sama dengan jarak pokok pada areal datar. Buat pancang tanam di kontur pertama, pancang kedua pada kontur yang sama berjarak sama dengan jarak antar dua pokok dalam barisan pada areal datar. Pancang ketiga dan seterusnya dibuat dengan cara yag sama. Pancang pada kontur kedua dibuat dengan cara membuat segitiga proyeksi yang menhubungkan dua pokok di kontur pertama dengan satu pokok di kontur kedua. Kemudian seperti cara di atas dilakukan pemancangan untuk semua kontur dan seterusnya dikerjakan hingga kontur terakhir.

• Melubang
Lubang tanam telah dipersiapkan minimal 6 bulan sebelum tanam untuk mengurangi kemasaman tanah.

Tujuan :
- Memberikan media tumbuh yang baik bagi akar tanaman pada saat awal penanaman.
- Mempermudah peresapan pupuk ke dalam tanah sehingga mempercepat tanaman mengabsorbsi pupuk tersebut.
-
Peralatan :
- Cangkul
- Alat pengukur (Mal/Patron) dengan ukuran 90 X 90 X 60 cm
- Takaran pupuk – terbuat dari triplek berbentuk kubus atau wadah dari plastik yang sudah distandarisasi.

Teknis melubang :
- Dari pancang tanam dibersihkan (radius 1 m) dari sampah, akar-akar atau tunggul yang ada di permukaan tanah. Jika pada lokasi lubang tanam terdapat tunggul kayu yang tidak dapat dibongkar maka lubang tanam dapat digeser sedikit tetapi tetap mengikuti arah barisan.
- Anak pancang dicabut, kemudian tanah digali dengan ukuran 90 X 90 X 60 cm. Tanah hasil galian dipisahkan antara topsoil (selatan) dan subsoil (utara). Peletakkan tanah hasil galian harus konsisten. Setelah selesai anak pancang diletakkan kembali pada posisi semula (ditengah-tengah lubang tersebut).

Pembuatan lubang tanam pada tanah gambut adalah hole in hole, gunanya agar bibit tidak tumbang atau doyong. Pada tanah gambut yang tidak begitu dalam dapat juga tidak dilakuka hole in hole, namun tanah dipadatkan terlebih dahulu dengan menggunakan excavator.
Pada saat pembuatan lubang tanam airnya terlebih dahulu dikurangi yaitu dengan pembuatan parit 1 x 1 x 1 m (parit cacing), gunanya untuk mempermudah penggalian.
Untuk daerah rendahan atau rawa dapat digunakan tapak timbun. Ini dilakukan setelah tanam dan tenaga kerja cukup.

• Pupuk Lubang
Jenis pupuk :
- Tanah mineral : 300 gram TSP untuk setiap lubang tanam
- Tanah gambut : 300 gram TSP (500 gram RP) dan 15 gram CuSO4.

Teknis memupuk :
- Topsoil dimasukkan ke dalam lubang tanam hingga ketinggian 20 – 25 cm permukaan bola tanah harus sejajar dengan permukaan tanah asli. Cangkul dapat dibuat sebagai mal.
- Pupuk ditaburkan secara merata ke dalam lubang tanam. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan 3 tahap yaitu 100 gram untuk setiap tahapnya diselingi dengan penimbunan lubang tanah.

2. Menanam Kelapa Sawit
• Persiapan Di Pembibitan
Bibit kelapa sawit siap tanam ke lapagan pada umur 10 – 12 bulan. Bila lewat umur, bibit tersebut harus dipangkas. Pemangkasan bentuk kerucut yang sudut kemiringannya 30 – 450, dengan demikian daun termudah merupakan puncak kerucut. Jika penanaman belum dapat dipastikan, sebaiknya bibit dipangkas 6 bulan sekali. Kebutuhan tenaga kerja untuk pemangkasan yaitu 40 bibit/HK.
Satu bulan sebelum pemindahan ke lapangan dan diulangi lagi dua minggu kemudian, large bag diangkat dan diputar 1800 untuk memutuskan perakaran tanaman yang telah menembus large bag sehingga mengurangi shock saat ditanam kelapangan. Cara lain yaitu large bag dimiringkan kemudian akarnya dipotong.
Bibit yang akan ditanam ke lapangan harus disiram sampai tanah dalam large bag jenuh air. Pemindahan bibit ke lapangan harus berdasarkan kelompok bibit atau jenis bibit.

• Administrasi Transport
- Divisi mengajukan surat permintaan bibit melalui kantor besar kebun.
- Kantor besar kebun mengeluarkan DO (Delivery Order) rangkap 4.
- DO diserahkan ke bagian transport dan disahkan.
- Bagian transport (supir) menyerahkan DO ke bagian bibitan dan disahkan.
- Jumlah bibit yang dimuat/diangkut harus sesuai DO.
- Setelah bibit sampai tujuan, DO harus disahkan oleh penerima bibit (Divisi).
- DO yang telah disahkan didistribusikan kepada Kantor besar, Divisi, Bibitan, dan bagian transport.

• Pengangkatan Bibit Ke Lapangan dan Ecer Bibit
- Dibutuhkan 3 orang untuk bongkar muat bibit, 1 orang di kendaraan 2 orang untuk muat dan bongkar bibit (menyusun bibit di tanah).
- Bibit dibongkar pada tempat-tempat yang telah ditetapkan (titik pembongkaran). Harus jelas berapa jumlah bibit yang harus diturunkan pada setiap titik pembongkaran.
- Pembongkaran dan pengeceran bibit dari titik pembongkaran ke lubang tanam harus hati-hati jangan sampai bola tanah pecah. Bibit harus diangkat berdiri dan bagian bawahnya ditopang dengan bahu. Jangan diangkat pada leher akarnya, pengangkatan harus dilakukan pada bola tanahnya secara hati-hati.
- Bibit diletakkan di sebelah selatan lubang tanam secara hati-hati, jangan dibanting. Peletakkan bibit harus konsisten.
- Bibit harus sudah diecer ke dalam blok bersama-sama dengan kantong plastik yang berisikan pupuk lubang tanam sehari sebelum penanaman.

• Penanaman
- Pancang tanam dicabut.
- Lubang tanam diisi/ditimbun top soil dan dipadatkan (ketebalan ± 25 cm) dengan cara diinjak.
- Pupuk lubang dimasukkan 1/3 bagian.
- Large bag disobek dengan menggunakan pisau atau parang.
- Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan hati-hati (jangan dibanting atau dihentakkan). Permukaan bola tanah harus sejajar dengan permukaan tanah asli. Jika belum sejajar topsoil dapat ditambah atau dikurangi.
- Large bag ditarik sehingga bola tanah saja yang berada di dalam lubang tanam.
- Ditimbun tanah topsoil , dipadatkan dengan cara diinjak tanah timbunan di sisi bola tanah. Jangan sampai menginjak bola tanah.
- Pupuk dimasukkan 1/3 bagian lagi.
- Ditimbun tanah subsoil, dipadatkan dengan cara diinjak tanah timbunan di sisi bola tanah.
- Pupuk dimasukkan 1/3 bagian lagi (sisanya).
- Ditimbun tanah subsoil, dipadatkan dengan cara diinjak tanah timbunan. Penimbunan dilakukan hingga permukaan bola tanah sejajar dengan permukaan tanah asli.
- Pancang tanam diletakkan disebelah selatan dan large bag diikat pada pancang tanam tersebut – peletakkan pancang tanam harus konsisten untuk setiap titik tanam.
- Sebelum penimbunan posisi bibit harus tegak sehingga daunnya menghadap kea rah tiga jurusan ( sistem mata lima).

Kesalahan-kesalahan yang harus dihindari pada penanaman yaitu :
- Bibit ditanam terlalu dalam
- Bibit ditanam miring atau tidak tegak
- Tanah pada large bag (bola tanah) dipecah dan dibuang.
- Large bag tidak dibuka sebelum bibit ditanam.

• Konsolidasi pokok doyong dan penyisipan
Pekerjaan konsolidasi (menegakkan) pokok doyong hanya dilakukan 1 rotasi yaitu 1 minggu setelah penanaman. Bahkan hal ini tidap perlu dilakukan apabila penanaman sudah dilakukan dengan benar, kecuali bila terjadi angina kencang dan hujan yang sangat lebat sehingga pokok doyong.
Penyisipan merupakan mengganti pokok yang mati dan pokok yang abnormal yang lolos dari seleksi di pembibitan.

Tujuan penyisipan :
- Untuk mendapatkan produksi per hektar yang maksimal.
- Menekan pertumbuhan lalang dan gulma lainnya.

Pekerjaan awal sisipan yang penting adalah sensus dan identifikasi pokok. Prisisp pelaksanaan teknis ( bibit dan tanam) sama dengan pekerjaan penanaman. Pokok sisipan ditanam pada bekas tanaman yang sudah dibongkar agar barisan tanaman tetap lurus. Pemeliharaan pokok sisipan dilakukan sesuai dengan pemeliharaan (rotasi perawatan) tanaman asli.


Sumber : http://supriantoskomks.blogspot.com/

Cara Menanam Kencur

Kencur (Kaempferia galanga L.) adalah salah satu jenis empon-empon/tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpang atau rizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan. Nama lainnya adalah cekur (Malaysia) dan pro hom (Thailand). Dalam pustaka internasional (bahasa Inggris) kerap terjadi kekacauan dengan menyebut kencur
sebagai lesser galangal (Alpinia officinarum) maupun zedoary (temu putih), yang sebetulnya spesies yang berbeda dan bukan merupakan rempah pengganti. Terdapat pula kerabat dekat kencur yang biasa ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat, temu rapet (K. rotunda Jacq.), namun mudah dibedakan dari daunnya.
Nama kencur dipinjam dari bahasa Sanskerta, kachora, कचोर, yang berarti temu putih (Curcuma zedoaria).
Syarat Tumbuh
Untuk pertumbuhan kencur yang optimal diperlukan lahan dengan agroklimat yang sesuai. Agroklimat yang baik untuk budidaya kencur adalah iklim tipe A, B dan C (Schmidt&Ferguson), ketinggian tempat 50-600 mdpl, temperatur rata-rata tahunan 25-30°C, jumlah bulan basah 5-9 bulan per tahun dan bulan kering 5-6 bulan, curah hujan per tahun 2.500-4.000 mm, intensitas cahaya matahari penuh (100%) atau ternaungi sampai 25-30% hingga tanaman berumur 6 bulan, drainase tanah baik, tekstur tanah lempung sampai lempung liat berpasir,
Pemilihan Bibit
Berasal dari pohon yang sudah tua, cara memperoleh bibit ada 2 cara :
a). Lansung tanam
Rimpang segar setelah dipotong-potong sepanjang 4 Cm lansung ditanam dilapangan tanpa disimpan dulu.
b). Ditunaskan dulu
Rimpang setelah dipotong-potong 4 Cm disimpsn dalam gudang 1-2 minggu (sampai tunas bermunculan), ruang tempat penyimpanan harus kering, tidak panas dan tidak terlindung. Rimpang dihamparkan (tidak bertumpuk) di atas rak kayu atau bambu. Bibit yang baik mempunyai 2-3 buah mata tunas. Keperluan bibit sekitar 1-2 ton/hektar dengan jarak tanam sekitar 20x15 Cm.

Penyiapan Lahan
Tanah dibersihkan dari rerumputan lalu dicangkul 2 (dua) kali.
Dibuat bedengan sambil diberi pupuk kandang sebanyak 10 ton/hektar.
Penanaman
Penanaman pada awal musim hujan.
Jarak tanam 20x5 Cm, kecuali untuk tumpang sari 60x40 Cm.
Cara penanaman dengan meletakan bibit dicelup/dipping pada larutan anti biotik agrimyoin, sterptomyoin.
Pemeliharaan
Penyiangan pada minggu ke II-IV setelah tanam atau tergantung keadaan.
Mulching penutupan tanah bisa denngan jerami atau ampas perasan tebu.
Pemupukan pada saat tanaman sudah membentuk daun sempurna (akhir minggu ke 4) dipupuk dengan pupuk Urea 75 Kg, TSP 200 Kg dan KCl 100 Kg dan pada saat tanaman berumur 3 bulan dipupuk dengan Urea sebanyak 75 Kg.
Penggemburan tanah dilakukan disekitar rumput pada umur 3 bulan bersamaan dengan pemupukan ke II.
Hama dan Penyakit hama pada tanaman kencur tidak banyak yang penting adalah penyakit busuk umbi oleh bakteri Pseudomonas sp.
Panen 
Umur
Mulai dapat dipanen umur 6-8 bulan, dan dapat ditunda sampai musim berikutnya karena tidak akan ada efek buruk terhadap rimpang namun jika ditunda sampai musim berikutnya lagi kemungkinan rimpang akan membusuk dan kadar patinya menurun.
Panen sebaiknya dilakukan dalam waktu yang singkat.
Biasanya bila setelah cukup panen ditandai dengan daun menguning dan akhirnya gugur.
Cara Panen
Membongkar seluruh rimpang dengan cangkul, garpu atau alat lainnya.
Mematahkan atau memotong rimpang bagian pinggir, sisa yang tertinggal dibiarkan tumbuh untuk musim tanam berikutnya

Cara Menanam Kentang

BUDIDAYA KENTANG:.
Budidaya, kentang, cara menanam, tanaman kentang

Sebelum Melaksanakan Penanaman Ada beberapa faktor yang harus diketahui karena faktor-faktor ini akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kentang. Faktor-faktor tersebut diantaranya:. 


Iklim

Tanaman kentang berasal dari daerah subtropika, menghendaki iklim yang khusus, yaitu daerah yang memiliki suhu udara dingin dan lembap. Namun demikian, sinar matahari juga dibutuhkan oleh tanaman kentang.

Karena tanaman kentang sangat peka terhadap air maka untuk memulai penanaman kentang sebaiknya diawali pada akhir musim hujan. Tanaman kentang juga sangat peka terhadap kelembapan dalam tanah, kalau perubahan kelembapan dalam tanah terlalu tinggi maka pengaruhnya akan berdampak pada pertumbuhan umbi yang tidak normal (bentuknya bercabang-cabang).

Waktu tanam kentang yang baik adalah pada akhir musim hujan (sekitar bulan April atau Mei), tetapi apabila ingin menanam pada awal musim hujan (sekitar bulan Oktober atau November) diusahakan pada waktu musim turun hujan usia tanaman kentang sudah berumur dua bulan dan umbinya sudah cukup besar. Begitupun dengan angin yang kencang tidak baik untuk pertumbuhan tanaman kentang, karena batang tanaman kentang tidak kuat  sehingga mudah patah atau roboh apabila terkena angin yang kencang.

Tinggi-rendahnya Letak Geografis

Tanaman kentang dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi, yakni lebih dari 500 meter di atas permukaan air laut. Yang paling ideal, kentang ditanam dalam ketinggian antara 1000-3000 meter di atas permukaan laut. Tinggi-rendahnya suatu tempat biasanya berhubungan dengan suhu udara dan kelembapan udara. Perbedaan kelembapan dan suhu udara sangat penting untuk pertumbuhan tanaman kentang.

Kesuburan Tanah

Kesuburan tanah memegang peranan tyang sangat penting untuk tanaman kentang. Selain sebagai penyangga akar, tanah juga berfungsi sebagai penyedia air, zat-zat hara, dan udara bagi pernafasan akar tanaman.
Tanah yyang subur bisa mengoptimalkan perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Factor-faktor yang menyuburkan tanah adalah kandungan air, bahan organic, batuan induk,suhu, organism tanah, keasaman tanah, struktur dan tekstur tanah serta kelengkapan dan ketersediaan zat-zat hara.
Kentang cocok ditanam pada tanah yang gembur, banyak mengandung humus, sedikit berpasir, sedikit mengandung air. Tanaman kentang akan tumbuh ideal pada tanah yang memiliki kesamaan tanah (pH) antara 5-5,5.

  • Gembur

Kegemburan tanah sangat dikehendaki untuk membantu perkembangan akar tanaman kentang dalam membentuk umbi yang sempurna sehingga bermutu tinggi.
  • Banyak mengandung humus
Tanah yang banyak mengandung humus bisa  mempercepat pertumbuhan tanaman, karena menyimpan zat-zat makanan dalam jumlah yang cukup. Zat-zat makanan sangat diperlukan bagi tanaman kentang sehingga dapat tumbuh subur dan menghasilkan umbi yang besar dan sehat.
  • Sedikit berpasir
Tanah yang sedikit berpasir bisa menumbuhkan kentang yang berkarbohidrat tinggi dan rasanya menjadi lebih lezat.
  • Sedikit mengandung air
Tanaman kentang tidak tahan terhadap air yang banyak, terlebih-lebih air yang menggenang. Air yang berlebihan membuat tanaman kentang terserang penyakit kayu.

Biotik

Selai factor-faktor abiotik, yaitu iklim dan tanah, yang perlu diperhatikan juga adalah factor biotic. Hama, pathogen, dan gulma adalah factor biotic yang sering menggagalkan panen kentang.

Cara Menanam Kentang

Hal-hal yang perlu dikerjakan dalam bercocok tanam kentang adalah: pengolahan dan penggarapan tanah, pembibitan, penanaman, penyiraman, pendangiran dan penyiangan serta pembumbunan.
Pengolahan dan Penggarapan Tanah
Tanah yang akan dipakai untuk menanam kentang harus diolah sebaik mungkin. Dalam pengolahan tanah, yang perlu dilakukan adalah:
  • Mencangkul tanah
Tanah harus dicangkul sedalam 30-40 cm. setelah dicangkul, tanah dibiarkan beberapa hari agar mendapat sinar matahari sehingga peredaran udara lancer serta hama dan bakteri bisa terbunuh.
  • Menggemburkan tanah
setelah dicangkul, tanah harus dilembutkan dan digemburkan. Tanaman kentang hanya bisa tumbuh dengan baik pada tanah yang gembur sekali. Dalam tanah yang gembur, akar kentang sebagai asal terjadinya umbi bisa berkembang secara maksimal. Tanah yang kurang gembur dapat menghambat proses terjadinya umubi. Untuk menggemburkan tanah dapat digunakan cangkul berukuran sedang atau garu.
  • Membuat bedengan
Bedengan perlu dibuat sebagai tempat penanaman kentang. Bedengan bisa memudahkan petani untuk memelihara tanaman kentang. Dengan bedengan, tanaman kentang tidak akan tergenang air jika hujan turun.
Bedengan sebaiknya dibuat membujur kea rah barat-timur. Lebarnya lebih kurang 70 cm (untuk satu jalur tanaman) atau 140 cm (untuk dua jalur tanaman). Panjangnya disesuaikan kondisi tanah. Tinggi bedengan lebih kurang 15 cm. parit bedengan lebarnya lebih kurang 25 cm.
Parit-parit bedengan selain berfungsi sebagai jalan untuk merwat tanaman, juga sebagai saluran air. Oleh karena itu, parit-parit bedengan ini dibuat sedemikian rupa agar air dapat mengalir lancer bila turun hujan.
  • Membuatsaluran air
Saluran air dibuat untuk pembuangan dan untuk mengalirkan air. Hal ini dimaksudkan agar air tidak menggenang di parit-parit bedengan.
Tanaman kentang sangat peka terhadap air, terlebih-lebih sejak penanaman sampai berumur dua bulan. Akar tanaman kentang yang tergenang air akan membusuk, kemudian tanaman kentang pun layu.
  • Mertakan tanah
Proses mertakan tanah ini perlu dilakukan agar permukaan bedengan rata atau datar dan tidak terdapat bongkahan-bongkahan tanah lagi.

Pembibitan

Bibit sangat menentukan keberhasialan penanaman. Bibit yang baik kemungkinan besar akan membuahkan kesuksesan penanaman. Sebaliknya, bibit yang kurang bagus pasti hasilnya akan mengecewakan.

Kentang ditanam melalui umbinya langsung pada lahan tanpa melalui proses  persemaian terlebih dahulu. Jauh sebelum penanaman, bibit-bibit harus dipersiapkan terlebih dahulu. Pilihlah umbi-umbi kentang yang baik, besar, dan tidak banyak matanya.
Umbi yang kecil tak boleh dipergunakan sebagai bibit, sebab matanya kurang kuat dan persediaan makanan hanya sedikit sehingga tunas yang tumbuh sudah mati. Selain itu, umbi yang kecil ada kemungkinan berasal dari umbi yang sakit. Umbi yang besar bisa dibelah menjadi dua.

Simpanlah bibit kentang di tempat yang kering dan berhawa segar. Penyimpanan di dalam bakul, lakukan di atas asap, ini berlangsung kurang lebih tiga bulan.

Penanaman

Karena tanaman kentang tidak memerlukan persemaian, maka setelah memilih bibit yang baik dan disimpan dengan cermat, maka kemudian akan muncul titik-titik tumbuh. Hal ini menjadi pertanda bahwa bibit sudah bisa ditanam. Bibit bisa langsung ditanam ditempat yang telah dipersiapkan.
Yang harus dikerjsakan terlebih dahulu dalam penanaman, yaitu membuat lubang-lubang tanaman berupa alur-alur silang. Kemudian, pada titik pertemuan sialang itulah nantinya bibit kentang ditanam.

Agar pertumbuhan tanaman dapat sempurna, maka jarak tanaman harus diatur sebagai berikut:
  • Jarak antara baris 50-65 cm
  • Jarak tanam di dalam baris 30-40 cm
  • Dalamnya tanaman masuk ke tanah 5-10 cm
Pada tanah berat, bibit ditanam lebih dangkal. Demikian pula pada musim penghujan, bibit ditanam lebih dangkal agar tidak banyak terendam air. Tetapi, sebaliknbya, pada musim kemarau bibit kentang ditanam lebih dalam agar tidak mengalami kekeringan.

Dalam proses penanaman, tiap-tiap lubang tanaman diberi pupuk kandang sebanyak 0,5 kg. dalam satu hektar tanaman kentang diperlukan pupuk kandang 20-30 ton.

Letakkanlah bibit-bibit kentang di atas pupuk kandang dengan kedalaman 7,5-12,5 cm. Usahakan agar tunas-tunasnya menghadap ke atas. Pada sebelah kanan dan kirinya, berilah pupuk DS dan ZA sejauh kurang lebih 5 cm dari bibit, yaitu disebelah kanan diberi pupuk DS sebanyak kira-kira 16 gram dan di sebelah kiri diberi pupuk ZA sebanyak lebih kurang 16 gram juga. Kemudian, tutplah lubang-lubang tanam dengan tanah. Dalam satu hektar tanaman kentang diperlukan lebih kurang 80-900 kg DS dan ZA. 
Dengan lahan seluas satu hektar diperlukan bibit kentang sebanyak 1200-1500 kg yang berat tiap umbinya antara 30-40 gram.
Setelah lebih kurang 10-12 hari kemudian, maka bibit kentang mulai tumbuh rata di atas tanah.
Penanaman kentang juga bisa dilakukan tanpa membuat bedengan, yakni langsung di atas tanah yang tersedia. Langkah-langkah yang perlu dilakukan:
  • Mula-mula tanah digemburkan dan diratakan terlebih dahulu. Kemudian, buatlah lubang tanaman seperti di atas. Lalu, tanamlah bibit kentang pada lubang-lubang yang telah disiapkan.
  • Setelah bibit ditanam, kemudian tanah di bagian kanan dan kiri barisan tanaman ditimbunkan pada bibit yang baru ditanam sehingga membentuk gundukan tanah yang memanjang.
Lebar parit-parit anttara gundukan tanah sama seperti parit-parit bedengan, lebih kurang 25 cm, dan tinggi kira-kira 15 cm.

Penyiraman

Tanaman kentang idak menghendaki kekeringan, meskipun sangat peka terhadap air yang berlebihan, terutama air yang menggenang. Jika terlalu kering, maka suhu tanah akan menjadi panas dan kelembabannya turun. Umbi kentang memerlukan suhu dingin dengan kelembaban yang tinggi. Pada tanah yang suhu dan kelembabannya tidak stabil, tanaman kentang akan menghasilkan umbi yang bentuknya tidak menarik dan benjol-benjol.
Penyiraman kentang harus diperhatikan, terutama bila tidak turun hujan. Apalagi pada musim kemarau.

Pendangiran dan Penyiangan

Setelah tanaman kentang berumur kira-kira satu bulan, maka perlu dilakukan pendangiran. Yakni, tanah disekitar tanaman perlu digemburkan agar peredara udara menjadi lancer. Dengan demikian, pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik,. Rumput-rumput yang ada di sekitar tanaman juga perlu dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman kentang.

Proses penggemburan juga disertai dengan peniggian gundukan tanah atau bedengan agar umbi tanaman selalu terkubur. Umbi kentang yang tidak tertutup tanah akan berwarna hijau dan kualitasnya rendah.

Pembumbunan

Setelah tanaman kentang berumur 3-4 minggu, maka perlu dilakukan pembumbunan, yakni proses peninggian tanah. Pembumbunan akan memberikan keuntungan bagi tanaman, antara lain:
  • Akan merangsang pembentukan akar baru sehingga umbi kentang yang dihasilkan bisa semakin banyak.
  • Membantu perkembangan umbi
  • Memperkokoh berdirinya batang
Tetapi, perlu diperhatikan bahwa pembumbunan yang dilakukan tidak boleh terlalu tinggi karena bisa mengganggu pernapasan tanaman kentang di dalam tanah. 

Cara Menanam Kedelai


budidaya kedelai, cara menanam kedelai

Seperti Biasa, sebelum proses penanaman diharuskan untuk memperisapkan lahannya dahulu atau mengolah tanah lahan pertanian sehingga siap pakai. Pengolahan tanah untuk budidaya kedelai sangat penting, karena kedelai harus berkecambah dengan semppurna supaya dpat berkembang dengan maksimal, selain itu benih juga memerlukan kelembapan dan oksigen yang cukup.
Ada beberapa tujuan pengolahan tanah adalah supaya tanah menjadi gembur, pembenaman sisa-sisa tanaman, memecah bongkahan-bongkahan tanah, perataan tanah,  dan pemberantasan rumput.

Kondisi lahan yang akan ditanami:

1.    Tanah tegalan
Pengolahan tanah pada tegalan dilakukan dengan cara dibajak, digaru dan diratakan. Sisa-sisa gulma dibuang, dan pelaksanaannya dilakukan pada akhir musim kemarau karena pada awal musim hujan benih ahrus segera ditanam.
Untuk penanaman kedua tanah tidak usah diolah lagi. Dan jangan lupa membuat bedengan atau kalenan-kalenan seperlunya.

2.    Permukaan lereng
Pengolahan dilakukan dengan cara terasering agar erosi pada permukaan tanah dapat diperkecil.

3.    Lahan sawah
Tanah diolah dengan cukup untuk membuat jerami padi sampai kepermukaan tanah, kemudian jerami disingkirkan. Buat lubang dengan tugal pada petakan dengan lebar 3 m – 10 m, panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.
Diantara  petakan dibuat saluran drainase selebar 25-30 cm, dengan kedalaman 30 cm, diamkan selama 7-10 hari untuk menutupi bibit yang telah ditebar atau dimasukan ke dalam tanah yang ditugal.

Pemilihan Bibit

Benih yang baik untuk budidaya kedelai ialah benih yang sudah cukup tua, utuh, dan warnanya mengkilat. Bibit dibutuhkan sebanyak 50-75 kg untuk 1 ha, bibit bisa didapat dari took-toko yang menyediakan bibit ataupun denga bibit hasil pertanian sendiri.

Untuk mendapatkan  hasil budidaya yang maksimal maka pemilihan bibit pun harus  yang berkualitas. Syarat-syarat bibit unggul:

1.    Benih dipanen setelah buah matang
2.    Diambil dari tanaman yang sehat
3.    Produksi tinggi
4.    Pertumbuhan tanam seragam
5.    Bersih dari kotoran, hama, penyakit dan gulma
6.    Tidak keriput, tidak luka, dan mengkilat
7.    Harus kering benar
8.    Sudah harus ditanam paling lambat 8 bulan sejak dipanen
9.    Disimpan dalam kelembapan < 60%

Ada dua cara untuk mengadakan pembibitan yaitu, bibit disimpan dalam bentuk biji dan bibit disimpan dalam bentuk buah.

Bibit yang disimppan dalam bentuk biji, caranya tanaman yang sudah kelihatan tua yang buahnya banyak, batangnya besar, buahnya tidak mudah pecah dan bebas penyakit lalu kita petik.
Kemudian ditampi. Pilih biji yang besar, mulus dan tidak keriput, kemudian dijemur lagi hingga kering. Campurkan debu sedikit minyak tanah. Masukan ke dalam kaleng dan tutup rapt-rapat.

Bibit yang disimpan dalam bentuk buah caranya, tanaman di cabut dan dijemur sampai benar-benar kering. Ikat dan gantungkan di atas tungku api. Menjelang tanam, yaitu 3-4 hari sebelum tanam ikatan dipukul-pukul agar biji lepas kemudian dipilih biji yang baik dan dijemur.

Pembuatan Lubang Tanam

Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan alat tugal, lubang dibuat sedalam 3-4 cm. jarak tanam tergantung dari kesuburan tanah, dan ketersedian air maupun varietas yang ditanam. Dapat menggunakan ukuran 20 x 40 cm, 25 x25 cm, 30 x 15 cm atau 30 x 30 cm.

Cara Penanaman

Cara penanaman kedelai ada dua cara, dengan cara ditebar dan dengan cara ditugalkan. Penanaman dengan cara ditebarkan akan memperoleh tumbuhan yang tumbuh tidak merata, bibit yang dibutuhkan lebih banyak, namun waktu dan tenaga yang digunakan lebih singkat.
Penanaman dengan cara ditugal memerlukan 3 orang, 1 oorang untuk membuat lubang, 1 orang memasukan benih, dan 1 orang lagi memasukan pupuk dasar dan menutup lubang.

Apabila penanaman dilakukan pada lahan yang tidak pernah ditanami kedelai, maka benih dicampur dengan bakteri rhizobium. Caranya sama seperti yang dijelaskan pada pembahasan budidaya kacang hijau, yaitu dicampur dengan legin.

Setiap 5-10 gram dibatasi sedikit air, kemudian dicampur dengan benih 1 kg. jika legin tidak ada, benih bisa diberi tanah yang sudah sering ditanami kedelai (kacang-kacangan). Setiap 1 kg benih dicampur dengan 100-250 gram tanah. Kemudian diangin-anginkan, lalu ditanam tiap lubang 2-3 butir benih.
Tahap Pemeliharaan Tanaman

1.    Pengairan

Pengairan dapat dilakukan dengan menggenangi saluran drainase selama 15-30 menit. Tanah jangan terlalu becek ataupun kekeringan. Saat perkecambahan umur 0-5 hari, 15-20 hari, masa pembungaan dan pembentukan biji (35-65 hari), sangat memerlukan air. Sedangkan saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering.

2.    Pemupukan

Pemupukan dilakukan 2 kali, yaitu, sebelum dilakukan penanaman atau saat tanam, dan pupuk susulan.
Dosis pupuk yang diberikan pada tanaman kedelai yaitu, TSP 75 kg – 200 kg/ha, KCl 50 – 100 kg/ha, dan Urea 50 kg/ha. Sedangkan untuk pupuk susulan yaitu urea 50 kg/h, pupuk susulan diberikan ketika tanaman berumur 20-30 hari setelah tanam. Pupuk diberikan didalam larikan  di antara barisan tanaman kedelai kemudian ditutup tanah.

3.    Penyulaman dan penyiangan

Penyulaman dilakukan seminggu setelah benih ditanam, hal ini dilakukan untuk mengganti apabila ada tanaman yang mati.

Kegiatan penyiangan pertama dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan. Sedangkan penyiangan kedua dilakukan setelah tanaman berbunga. Penyiangan dilakukan untuk untuk membersihkan gulma dan penggemburan tanah dapat dilakukan pada saat penyiangan.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman kedelai antara lain:

Kembang daun, ciri-cirinya, warna hitam, dibagian pinggir terdapat garis-garis kuning, dan bertelur dan menetas pada daun.
Cara pengendaliannya, semprot dengan Azondrin 15 WSC, Kharpos, dan 0,1% Tacophene dalam bentuk cair.
Kepik polong, ciri-cirinya, bentuk tubuh dan warna mirip walang sangit, dan bergaris putih dan kuning disepanjang tepi sisi badannya.
Cara pengendaliannya, semprot dengan Bayrusil dengan dosis 1-2 cc/liter, dan semprot dengan insektisida Azodrin 15 WSC, Dursban 20 EC setiap 1-2 minggu setelah tanaman 50 hari.

Lalat kacang, ciri-cirinya, lalat kecil dengan warna hitam, warna 1,5 mm, bertelur pada keping biji yang sedang tumbuh, bertelur pada pagi hari, dan berkepong-pong pada bagian kulit pangkal daun.
Cara pengendaliannya, dicegah dengan cara menanam ketika tanah masih dalam keadaan lembab dan subur, sebelum benih ditanam campur dengan insektisida Marshall 200 EC, dan lakuakn penyemprotan dengan Azodrin 15 WSC, Dursban 20 EC, dan Lonnate 25 WP.

Ulat penggerek polong, ciri-cirinya, bertelur dibawah daun buah.
Cara pengendaliannya, semprot tanaman pada waktu pembentukan polong dengan insektisida surecid, Agrothion 50 EC, dan Dursban 20 EC.

Ulat prodenia, ciri-cirinya, larva berikuran panjang ± 3 cm berwarna hitam, ada garis-garis kuning di punggung dan samping, bertelur di permukaan daun, dan berkepompong di dalam tanah.
Cara pengendaliannya, semprot pada permukaan daun bagian atas dengan insektisida Azodrin 15 WSC dan Thiodon 35 EC dua kali seminggu setelah ditemukan telur.

Ulat jengkal, ciri-cirinya, berwarna hitam dan berjalan seperti jengkal.
Cara pengendaliannya, semprot dengan insedktisida Agrothion 50 EC, basudin 60 EC, dan Azodin  15 WSC.

Penyakit yang menyerang tanaman kedelai antara lain:

Bercak daun, penyebabnya bakteri Xanthomonas phaseoli. Gejalanya, pada permukaan bawah daun terdapat bintik berwarna kuning dan warna coklat di tengash bercakan, kemudian bercak-bercak bergabung menjadi lebih besar, dan tanaman menjadi layu dan mati. Cara menanggulanginya, penanaman varitas harus yang tahan penyakit, mermbersihkan gulma, dan semprot dengan Bentate 50 WP, Bayleron 250 EC

Penyakit karat, penyebabnya, Cendawan Phakospora pachyrhizi. Gejalanya, muncul saat tanaman selesai berbunga, di permukaan daun bagian bawah terdapat bintik-bintik coklat, spora berwarna coklat bertaburan apabila disentuh, dan polong banyak yang tidak berisi. Cara menanggulanginya, penanaman varietas harus yang tahan penyakit, tanam serempak, pergiliran tanaman, membersihkan gulma, dan semprot dengan Benlate dosis 2 gram/liter, Baycor 300 EC, Bayleron 250 EC.

Mozaik, penyebabnya virus, gejalanya tanaman jadi kerdil, daun menggulung dan agak keriput, dan jarak antara cabang pendek.

Penanggulangannya, menanam parietas yang tahan penyakit, pergiliran tanaman, tanaman yang terserang cabut dan bakar, membersihkan gulma, kemudian semprot dengan Basudin 60 EC.

Cara Menanam Kacang Hijau

cara budidaya kacang hijau, cara menanam kacang hijauKacang hijau merupakan tanaman yang tumbuh didaerah tropis, ketinggian tanah yang cocok untuk tanaman ini yaitu 500 m dpl. Suhu yang dibutuhkan untuk budidaya kacang hijau ini suhu yang panas. Pada musim hujan, pertumbuhan vegetative sangat cepat sehingga mudah rebah.

Tanah yang cocok untuk budidaya kacang hijau adalah yang memiliki pH 5,8. Jika pH kurang dari 5, tanah sebaiknya di beri kapur terlebih dahulu, dengan waktu 2-4 minggu sebelum penanaman.

Kacang hijau menyukai tanah gembur dengan saluran pembuangan air yang baik. Tanah sawah bekas padi bisa digunakan untuk lahan penanaman kacang hijau, dan sisa-sisa tumbuhan padi seperti jerami bisa langsung dibenamkan.

Pengolahan kering dilakukan dengan cara mencangkul atau dibajak supaya dapat diratakan. Dan setiap 5-6 m dibuat saluran pengairan. Pada lahan kering, kacang hijau ditananam pada akhir musim hujan. Dan tanaman ini bisa ditanam secara tumpang sari dengan tanaman jagung atau umbi kayu.

Lubang Tanam

Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan cara menggunakan alat tugal bermata tiga. Fungsi dari tugal bermata tiga yaitu lubang pertama untuk menanam bibit kacang hijau, dan lubang yang kedua dan ketiga untuk lubang pupuk. Lubang tanaman memiliki kedalaman 4 cm dan lubang pupuk sedalam 7-10 cm. jarak antara lubang tanam dan lubang pupuk 7-10 cm.

Cara Penanaman

Untuk lahan yang belum pernah ditanami kacang sebelumnya, maka harus dilakukan inokulasi bakteri. Caranya, yaitu benih kacang dibasahi dengan air secukupnya dan dicampur secara merata dengan legin 10 gram dan sedikit dibasahi. Selama 1-4 jam diangin-anginkan. Benih yang sudah dionokulasi segera ditanam.
Tanah yang sudah biasa ditanami kacang hijau sudah banyak mengandung bakteri Rhizobium. Hal ini akan lebih praktis, karena untuk mengejar waktu dan bakteri rhizobium praktis sudah ada di dalam tanah.

Setelah tanah sudah dilubangi, kemudian masukan benih pada lubang pertama, setiap lubang diisi dengan 2 butir benih dan diikutii dengan memasukan pupuk pada lubang du dan tiga dan metupnya dengan tanah.

Sedangkan jarak yang umum dipakai yaitu panjang 20-20 cm dan lebar 10-20 cm. jika ditanam pada musim penghujan biasanya jaraknya 40 x 15 cm. sedang jika ditanam pada musim kemarau 25 x 25 cm atau 30 x 20 cm.

Cara Pemeliharaan Tanaman

Pengairan

Pengairan pada kacang hijau diperlukan terutama pada lahan sawah irigasi, terutama pada saat tanaman mengalami masa pertumbuhan vegetative. Jika ditanam pada sawah tadah tidak perlu diberi air. Sebab tanah masih lembap bila ditanam pada saat masih hujan. Kacang hijau pada masa generative sedikit memerlukan air.

Penyulaman dan Penyiangan

Penyulaman dapat dilakukan setelah tanaman berumur 17 hari setelah penanaman dilakukan. Penyulaman dilakukan dengan cara menyediakan tanaman cadangan yang ditanam di luar area tanaman. Penyulaman dilakukan jika 5% lubang tanaman tidak ditumbuhi tanaman sempurna.
 Penyiangan biasanya dilakukan dua kali. Pertama ketika tanaman sudah berumur 2 minggu dan kedua pada waktu berumur satu bulan. Penyiangan dilakukan untuk membersihkan tanaman pengganggu atau gulma.

Pemuupukan

Pemupukan dilakukan dua kali, pertama diberikan pada saat tanam, dan yang kedua diberikan menjelang tanaman berbunga atau pada saat tanaman umur satu bulan. Dosis pupuk yang diberikan adalah urea 50-100 kg/ha TSP 100 kg/ha dan KCL 50-75 kg/ha.

Cara pemupukan, pertama pupuk dimasukan ke lubang kemudian ditutup dengan tanah jarak lubang pupuk 5-6 cm. kemudian lubang kedua yang jaraknya 10 cm kemudian tutp dengan tanah. Pupuk jangan sampai kontak langsung dengan benih, karena perkecambahan akan terhambat.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Jenis-jenis Hama

Lalat kacang
: ciri-cirinya tubuh kecil berukuran 1,5 mm, warna hitam mengkilap, siang hari bersembunyi di dalam rumput, dan kepongpongnya atau pupa berwarna coklat.
Dampak pada tanaman, terdapat bercak-bercak pada daun pertama, polong yang diserang gugur, daun mulai layu dan kekuning-kuningan, tanaman akan mati saat berumur 3-4 minggu.

Pengendaliannya, tanam serempak, tanam gilir, benih masukan kedalam lubang dengan insektisida butiran seperti furadan 3G, dan penyemprotan dengan insektisida seperti Thiodin 35 EC mulai umur tiga hari.

Ulat Jengkal : ciri-cirinya, tubuhnya berwarna hijau, ukurannya 2-3 cm, dan jalannya menyungkal.
Dampak pada tanaman, menyerang tanaman yang sudah tua, dan menyerang daun hingga tulang daun.
Pengendaliannya, musnahkan telur dan larvanya, tanam gilir, tanam serempak, dan penyemprotan pestisida, seperti Dekametrin, azodrin 15 WSG, atau Dursbori 20 EC.

Penggerek Polong : ciri-cirinya, larva berwarna merah kebiruan pada waktu kecil, dan setelah besar berwarna hijau, dan bentuk larva gemuk licin.
Dampak pada tanaman, membuat lubang pada polong, memakan biji, gejala bercak hitam, adanya lubang bulat pada polong, dan biji pada polong habis dimakan.

Pengendaliannya, tanam serempak, tanam gilir, pengaturan waktu yang tepat, menghentikan penanaman selama 2 tahun jika hama banyak, dan penyemprotan dengan pestisida, seperti azodrin 15 WSC atau Sihalotrin.

Ulat penggulung daun : ciri-cirinya, ulat berwarna hijau terang, dan kupu-kupu kecil berwarna coklat muda.
Dampak pada tanaman, daun menggulung ke dalam/keriting karenasel-sel bagian atasnya mengerut dan menurunkan hasil, karena proses fotosintesis terganggu.

Pengendaliannya,  membuang daun yang menggulung, mematikan ulatnya, dan menyemprot pada saat berumur 3 minggu denga  Fungisida Benlate 50 WP sebanyak 1 gram/liter air, dan setiap 10 hari pada umur 30-50 disemprot dengan ½ gram per liter air.

Jenis-jenis Penyakit

Bercak daun, pengendaliannya memotong daun dan lakukan penyemprotan dengan Benlate 50 WP sebanyak 0,5 gram/liter pada usia 30 dan 40 hari.

Karat daun, pengendaliannya menaman varietas tahan penyakit, dan lakukan penyemprotan dengan fungisida setiap 10 hari mulai 25 hari sampai 45 hari dengan Bayleton 2 gram/2 cc/liter air.

Kudis, pengendaliannya penanamn varietas tahan penyakit, tanaman dicabut dan dibakar, dan penyemprotan pestisida secara teratur  dengan Bavistin, Topsin M 70 WP pada umur 20 hari, 30 hari, dan 50 hari.

Embun tepung, penngendaliannya dengan menanam varietas yang tahan penyakit, dan menyemprotkan fungisida seperti Benlate 50 WP 1 gram/liter air saat tanaman usia 3 minggu.

Mozaik kacang hijau, penanggulangannya dengan menanam varietas tahan penyakit, tanam gilir, mencabut dan membakar tanaman yang terserang, dan memberantas vector dengan insektisida.

Panen dan Pascapanen

Umur kacang hijau umunya 58-85 hari, pemungutan panen dapat dilakukan ketika sebagian besar polong telah kering dan mudah pecah, panen dilakukan dengan dipetik dan dilakukan pada pagi hari.
Polong yang sudah dipetik kemudian dijemur setelah kuning masukan kedalam karung dan dipukul-pukul agar biji terlepas dari polong, dan setelahn itu lakukan penapian untuk memisahkan biji-biji yang rusak.
Biji yang sudah bersih kemudian dijemur lagi sampai 2-3 hari. Biji kemudian simpan dalam kaleng. Berilah abu dapur atau insektisida agar tidak diserang hama bubuk.

Cara menanam Kacang panjang

Cara menanam Kacang panjang
Pemilihan Benih

Kacang panjang dikembangkan dengan biji. Benih yang kita gunakan ada baiknya yang sudah matang dari pohon, setelah itu kita jemur dibawah sinar matahari hingga kering, dikupas dan dijemur lagi. biji kacang panjang yang seperti ini bisa langsung kita tanam tanpa melalui proses penyemaian terlebih dahulu.

jika hasil dari cara diatas dirasa kurang memuaskan, kita bisa membeli benih kacang panjang "pilihan" yang banyak dijual dipasar/penjual tanaman.


Ciri-ciri benih kacang panjang yang baik :
  1. Biji memiliki daya tumbuh yang tinggi (lebih besar dari 80 persen)
  2. Murni, tidak tercampur dengan biji-biji lain yang tidak jelas dari varietas lain.Sehat, bernas dan cukup tua.
  3. berproduksi tinggi serta bebas (atau minimal tahan) dari hama penyakit.

Pengolahan Tanah
  • Tanah diolah dengan cangkul, bajak, atau mesin sedalam +/- 30 cm.
  • Biarkan tanah terbuka selama kurang lebih 4 harii untuk memberi kesempatan tanah bernapas.
  • Buatlah dengan ukuran panjang 8-10 meter, lebar 1-3 meter, dan tingi 20-30 cm. Atau sesuaikan dengan kondisi lahan.
  • Bedengan sebaiknya dibuat membujur ke arah utara dan selatan.
Penanaman
  • Penanaman kacang panjang bisa dilakukan pada akhir musim hujan, tujuannya
  • Agar tanaman mudah mendapatkan air
  • Tanaman tidak busuk karena terkena curah hujan yang banyak

Bibit juga bisa ditanam pada musim kemarau dengan syarat air untuk pengairan bisa didapatkan dengan mudah. Setelah tanahsiap untuk ditanami, maka dibuatlah lubang tanam menggunakan tugal.

Pembuatan lubang ini harus ditentukan sebelumnya berdasarkan jarak tanam yang sesuai keinginan petani serta pola tanam. pedoman pengaturan jarak tanam kacang lanjaran ialah 30 x 60 cm. Setiap lubang dimasukan 2-3 biji, kemudian lubang ditutup dengan tanah tipis-tipis (jangan terlalu ditekan supaya benih bisa bertumbuh ke atas tanah).

Sambil kita menunggu benihnya tumbuh dapat disiapkan lanjaran atau tongkat yang terbuat dari bambu atau kayu. Panjang lanjaran ini kira-kira 2 meter. Kacang panjang merupakan tanaman yang merambat dan membelit, sehingga mutlak diperlukan lanjaran (turus/tiang). Model turus ini bermacam-macam, ada yang berbentuk segitiga, berbentuk pagar, piramid segitiga, piramid segi epat dan sebagainya. Bisa juga diberi tali-temali antara lanjaran satu dnegan yang lainnya.

Biasanya bibit kacang panjang akan tumbuh setelah 4-5 hari, jika ada lubang yang bibitnya gak tumbuh sebaiknya segera diambil dan diganti dengan bibit yang baru.

Pada saat tanaman mencapai ketinggian 25 cm, tanaman biasanya akan membelit lanjaran. Jika tamanan merambat ketanah bisa kita bantu dengan mengikatkan tali rafia agar pertumbuhannya merambat keatas tiang, atau sesuai dengan yang kita inginkan

Pada lahan yang (sering) ditumbuhi rumput, sebaiknya dilakukan penyiangan/pemotongan/pencabutan. Rumput dan tanaman di sekeliling tanaman kacang panjang bisa mengganggu pertumbuhan, karena merebut gizi-gizi tanaman yang ada ditanah. Pda saat yang sama lakukan pemantauan terhadap munculnya hama dan penyakit.

Pengamatan hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara menghitung populasi hama pada tanaman yaitu mengambil contoh pada petak-petak kecil di beberapa tempat secara acak, kemudian lakukan pengamatan terhadap tanaman yang ada dalam petak tersebut. Hal ini bisa menjadi petunjuk kapan tanaman perlu disemprot dengan pestisida.

Pemupukan
Pamupukan ini juga salah satu hal penting, terlebih jika lahan yang digunakan untuk bercocok tanam merupakan tanah tandus atau tidak subur. Tanah tandus atau tidak subur perlu diberi pupuk kandang sebagai pupuk dasar sebanyak 10 ton perhektar, pemukuan diberikan sewaktu pengolahan tanah.

Selain pupuk kandang, bisa juga ditambahkan pupuk buatan, yakni KC1 125 kg per hektar, TSP 200 kg per hektar, dan Urea 50 Kg per hektar. Sebagai pupuk dasar, TSP dan KCI diberikan semua, sedangkan Urea hanya 2/3 bagian. Sisanya 1/3 digunakan sebagai pupuk tambahan saat tanamana berumur 3 minggu.

Pupuk diberikan dengan cara penugalan di kiri dan kanan tanaman pada jarak 10-15 cm untuk pupuk dasar, dan 20-30 cm untuk pupuk tambahan. pemupukan sebaiknya dilakukan saat tanaman tumbuh pesat.

cara menanam kangkung hidroponik

Kangkung merupakan tanaman air, walau begitu kita dapat menanamnya di lahan kering seperti dihalaman rumah atau juga secara hidroponik. Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.), juga dikenal sebagai Ipomoea reptans Poir1. Kangkung merupakan sejenis tumbuhan dan termasuk jenis sayur-sayuran serta di tanam sebagai makanan. Kangkung dapat dengan mudah didapat dipasar-pasar. Kangkung banyak dijumpai di kawasan Asia dan merupakan tumbuhan yang bisa dijumpai hampir diseluruh kawasan terutama di kawasan berair.

Berikut ini adalah cara menanam kangkung hidroponik, menanam kangkung dengan cara hidroponik ini dapat anda lakukan di halaman rumah anda dan juga tidak memerlukan tanah yang luas.
Bahan dan alat menanam kangkung hidroponik :
  • Bibit kangkung
  • Sekam atau pasir
  • Baskom atau pot 2 buah ( 1 pendek dan 1 tinggi )
  • Cutter untuk memotong styrofoam
  • Pinset untuk mengambil bibit kangkung
  • Air
  • Styrofoam

Cara pembibitan kangkung untuk hidroponik :
Siapkan satu buah baskom atau pot sebagai media tanam bibit. gunakan yang pendek
Media tanam yang digunakan adalah sekam, biarkan sekam dalam keadaan basah dan tidak perlu dicuci. Bila anda ingin menggunakan pasir sebagai media tanam, maka pasir tersebut mesti dicuci terlebih dahulu seperti beras.
Buatlah baris baris pada sekam, beri jarak 2 cm dengan ukuran 1 cm.
Tebarkan biji kangkung kedalam baris baris pada sekam, jangan sampai bertumpuk tumpuk. Tutup kembali biji dengan sekam hingga semua biji tertutup dan tidak terlihat.
Setelah 3 hari, jemur media tanam dibawah sinar matahari. Tanaman kangkung akan mulai terlihat dalam waktu 5 hari.

Cara menanam kangkung hidroponik :
Siapkan satu buah baskom atau pot sebagai media tanam kangkung. Gunakan yang tinggi.
Isikan baskom atau pot dengan air, jangan sempai penuh. pH air yang digunakan harus netral, gunakanlah air sumur jangan air pam.
Ambil styrofoam, potonglah sesuai ukuran baskom atau pot yang di gunakan. buatlah lubang di styrofoam masing masing dengan ukuran diameter 1 cm untuk tempat menanam kangkung.
Letakan styrofoam diatas air dalam baskom atau pot
Ambil bibit kangkung yang sudah berusia 5 hari dengan menggunakan pinset. cuci terlebih dahulu akar kangkung dalam air dengan menggoyangkan secara perlahan akar dalam air. Masukan kedalam lubang styrofoam yang telah disediakan dalam baskom.
Jangan lupa selalu periksa ketersediaan air didalam baskom atau pot dan pastikan juga terbebas dari hama tanaman.
Kangkung dapat di panen dalam waktu 25 hingga 30 hari sejak ditanam 
Anda dapat menyiapkan media tanam sesuai dengan yang anda inginkan, untuk media pembibitan cukup satu baskom atau pot saja.
Kangkung yang di hasilkan dapat anda jual sebagai usaha rumahan maupun anda sajikan pada keluarga tercinta sebagai sumber gizi.

Cara Menanam Jintan Hitam


Budi Daya Tanaman Jintan Hitam

Pengolahan tanah
Sebelum di tanami ,sebaiknya tanah diolah secara sempurna. Tanah bagian atas (top soil) dicangkul hinga kedalaman 20-30cm dan dibalikkan hingga bagian bawah berada di permukaan. Setelah itu diamkan tanah selama seminggu agar proses aerasi berjalan dengan baik Setelah dibiarkan selama seminggu,tanah diberi pupuk organik(berupa kotoran ayam atau kambing) sebanyak 6-8 ton/ha.
Tahap selanjutnya membuat bedengan yang disesuaikan kontur tanah agar tak terjadi penggenangan air. Dianjurkan lebar 1-1,5 m,tinggi 25-30cm dan panjang disesuaikan kontur tanah. Jarak ideal antar bedengan 25-30 cm.


Pembibitan
Perbanyakan dilakukan melalui Biji.Biji dikeringkan sealma beberapa hari, lalu direndam selama dua jam untuk mempercepat masa dormansi.Setelah itu biji ditaburkan ke bedeng persemaian. Biji sebaiknya di sebar tidak terlalu rapat agar dapat tumbuah dengan baik.

Umumnya setelah 10-14 hari ,biji Jintan sudah menjadi bibit yang siap dipindahkan ke polibag.Media tanam merupakan campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 4:1 atau 4:2.Bibit sudah siap ditanam jika sudah berumur 3-4 minggu dengan tinggi 8-10 cm,dan akarnya relatif lebih banyak

Penanaman
Bibit di polibag yang sudah siap dipindah tanamkan, sebaiknya segera di pindahkan ke lahan yang telah diolah.Pindahkan tanaman secara hati-hati, bial ada akar yang patah atau rusak,akan sulit disembuhkan.Pindahkan bibit dari polibag ke lahan dengan jarak tanam 20x20cm.
Beri pupuk cair organik (kandang atau kompos) setiap minggu.

Pemeliharaan dan Pemanenan
Dalam pemeliharaan tanaman perlu diperhatikan cara penyiramannya. Perlu diketahui, Jika terlalu banyak air akar tanaman akan membusuk dan jika kurang air, tanaman akan kering. Oleh sebab itu tanaman harus disiram air dengan jumlah yang tepat. Penyiraman tanaman dihentikan apabila tanaman telah berbunga dan terbentuk kelopak hingga tanaman mengering. Selain Jumlah air, perlu pula memperhatikan pencegahan tumbuhnya gulma (tanaman pengganggu), serangan hama dan penyakit.Untuk hama an penyakit,gunakan pestisida nabati yakni pestisida yang bahan dasarnya tumbuhan sehingga dapat terurai dan ramah di alam.beberapa bahan pestisida nabati ini antara lain, campuran tembakau,mimba,lengkuas,serai, sambiloto,brotowali,bawang putih dan biji srikaya.jika salah satu bahan tak tersedia dapat diabaikan.
Untuk pemanenan , dilakukan saat bagian bawah Jintan hitam mulai kering dan kulit bijinya sudah kekuningan.Pemanenan dilakukan dengan cara memotong bagian bawah tanaman dan mengikatnya.Hasil panen dikeringkan dan dibolak balik sehingga bijinya rontok.Diperlukan kain katun untuk menampung biji jintan .biji yang telah keluar dari cangkang(kulit) tersebut diayak agar terpisah dari bahan lain.Biji yang telah diperoleh dapat di olah sebagai bahan obat.

Pengolahan Jintan Hitam
Persyaratan Umum Pengolahan Tanaman Obat Untuk mendapatkan produk obat yang berkualitas,termasuk produk dari Jintan Hitam,beberapa persyaratan pengolahan berikut harus di penuhi:
  1. Bahan baku terstandar dan kualitas terpilih.Hal ini dapat dicapai dengan memperhatikan kualitas lahan dan pemanenan.
  2. Pengemasan harus menggunakan kemasan kedap udara untuk meminimalisasi kontaminasi
  3. Sistem pengolahan mengacu pada konsep HCCP (Hazard Analysis Critical Control Point) agar produk yang dihasilkan memiliki jaminan keamanan
  4. Bebas dari Campuran bahan-bahan kimia sehingga bisa memberikan manfaat kepada penggunanya.
  5. Menggunakan teknik iradiasi sehingga produk akan memiliki daya tahan lama tanpa mengurangi kualitasnya
Mengolah Jintan Hitam menjadi obat
  1. kapsul
Pilih biji jintan hitam yang segar dan telah di bersihkan.Kemudian keringkan Biji dengan cara menjemurnya di bawah terik matahari langsung, sambil di bolak balik.Pengeringan dapat pula menggunakan oven. Giling biji Jintan Hitam yang telah kering sampai halus dengan ukuran 100 mesh menggunakan mesin penggiling.Setelah menjadi bubuk, masukkan Jintan hitam kedalam kapsul dengan menggunkan Filling kapsul.Bersihkan hasil filing kapsul,masukkan dalam kemasan. Jnagan lupa menambahkan jeli silica untuk menjaga kelembapan kapsul.Tahap akhir lakukan irradiasi untuk memastikan kapsul siap di konsumsi

2. Minyak Oles Jintan Hitam
Proses pembuatan minyak Jintan Hitam adalah sebagai berikut:
Giling Biji JIntan Hitam menggunakan mesin press sampai keluar minyaknya.Kemudian saring minyak Jintan Hitam dengan saringan agar tak tercampur bahn lain yang dapat merugikan.terakhir simpan dalam botol steril dan tutup rapat.
Madu Jintan Hitam juga dapat dibuat dengan mencampurkan Madu yang higienis dengan Minyak Jintan Hitam dengan perbandingan 20:1.

Cara Menanam Jeruk Purut

Peluang usaha budidaya jeruk purut ternyata dapat menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Namun, fenomena ini tak dibaca dengan baik oleh kebanyakan orang. “Dalam negeri saja, kita masih kesulitan mencari jeruk purut. Padahal permintaan tak hanya datang dari dalam negeri. Terlebih, untuk perusahaan yang bahan produksinya berbahan dasar jeruk purut,”

Di Thailand, jeruk purut merupakan komoditas penting, dan sudah dibudidayakan secara massal dalam skala komersial. Meskipun daun dan kulit buah jeruk purut bisa digunakan sebagai bumbu dalam keadaan kering, para juru masak di Thailand, cenderung menyukai daun dan kulit buah yang masih segar. Karenanya, komoditas daun jeruk purut diperlukan dalam keadaan segar, setiap hari, namun dalam volume yang terbatas. Dalam kemasan dan ruang penyimpanan yang baik, daun jeruk purut bisa bertahan selama sekitar satu minggu. Sementara buah dalam keadaan utuh, bisa bertahan untuk jangka waktu sekitar dua minggu.

Analisis Peluang Usaha Budidaya Jeruk Purut

Dengan luas 1 Ha, setiap tahun minimal panen 10 ton daun jeruk purut. Panen dilakukan tiap 6 bulan sekali. Harga daun jeruk purut Rp 17.000,-/kg dan batangnya pun dihargai Rp 1.000,-/kg untuk disuling. Sedangkan untuk buah dihargai Rp 10.000,-/kg. Sehingga kita bisa menjual daun, buah dan batangnya. Dengan biaya produksi Rp 30 juta per tahun dan penjualan Rp 170 Juta per tahun, kita mampu meraup keuntungan bersih Rp 140 juta belum ditambah penjualan dari batang untuk minyak atsiri. 

Proses Tanam Jeruk Purut

Sebagai persyaratan benih bibit jeruk purut yang baik dan direkomendasikan ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif, yaitu berupa penyambungan tunas pucuk (grafting). Sebelum menanam bibit jeruk purut, sebaiknya perhatikan luas halaman. Hitung pula, berapa pohon yang akan ditanam, sebaiknya jarak tanamnya diatur sekitar 1,5 x 1,5 meter. Berikutnya adalah membuat lubang tanam. Buat lubang berbentuk segi empat berukuran 75 x 75 cm. Galilah tanah sedalam 30 cm. Tanah hasil galian ini (disebut tanah atas) diletakkan di sebelah kiri. Kemudian, perdalam lubang itu menjadi 60 cm. Tanah galian yang ini (tanah bawah) ditaruh di sebelah kanan. Ambil pupuk kandang, 30 kg dan 250 gram NPK per pohon, lalu bagi dua. Masing-masing ditaburkan pada tanah galian tadi. Setelah itu, biarkan lubang tanam dalam waktu 2 minggu. Maksudnya, di samping untuk memasukkan sinar matahari, juga untuk mengeluarkan gas-gas beracun dari dalam tanah. Setelah dua minggu, masukkan tanah bawah (sebelah kanan) lebih dahulu ke dalam lubang tanam, disusul tanah atas (sebelah kiri).

Siapkan bibit jeruk purut dalam polybag. Lalu, gali tempat penanaman seukuran daun cangkul. Sebelum bibit dikeluarkan, sebaiknya disiram hingga cukup basah. Setelah itu, keluarkan bibit. Hati-hati, jangan sampai akarnya rusak. Masukkan tepat di tengah-tengah lubang tanam dengan posisi tegak, lalu padatkan tanah di sekitar pangkal batang bibit. Siram sampai basah. Sebaiknya, pasanglah bilah bambu atau kayu penyangga di sisi kiri dan kanan batang bibit tersebut.

Perawatan Dasar Jeruk Purut

Dalam proses budidaya jeruk purut, pada dasarnya tak banyak perbedaan dengan perlakuan jeruk pada umumnya. Penerapan beberapa treatment yang dapat dilakukan, diantaranya adalah:

1. Pemangkasan Cabang Jeruk Purut ada 2 jenis: pertama: pemangkasan dasar, merupakan pemangkasan yang dilakukan setelah tinggi tanaman telah melebihi 60 cm. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan percabangan dan bentuk pohon yang lebih baik, agar selanjutnya dapat berproduksi optimal dan memudahkan perawatan kebun. Pemotongan batang utama, pemeliharaan tunas, kemudian pemilihan dan pemeliharaan cabang utama merupakan tahapan pemangkasan dasar, kedua; pangkas pemeliharaan, dilakukan bersamaan atau setelah panen. Tujuannya, untuk menjaga kesehatan, kestabilan produksi dan kualitas buah, serta untuk peremajaan dan pembentukan profil pohon.
2.  Penjarangan Buah Jeruk Purut. Penjarangan pada pohon yang mempunyai buah lebat bertujuan untuk memperbaiki kualitas buah dan kestabilan pada musim panen berikutnya. Artinya, waktu yang ideal untuk proses penjarangan dilakukan pada saat diameter buah mencapai 1-2 cm.

Analisis Biaya Produksi Budidaya Jeruk Purut
  • Sewa lahan 15 tahun               @ Rp 1.000.000  Rp 15.000.000
  • Bibit 400 tanaman                   @ Rp 5.000         Rp 2.000.000
  • Pupuk Kandang 67 m2           @ Rp 15.000      Rp 1.005.000
  • Pupuk NPK Pelangi 100 kg    @ Rp 5.000        Rp 500.000
  • Pupuk Phonska                      @ Rp 5.000        Rp 325.000
  • Pupuk Daun 3 liter                  @ Rp 54.000       Rp 162.000
  • Obat dan Pestisida                                          Rp 3.000.000
  • Peralatan Rp 500.000 (+)
Jumlah Total Produksi                                         Rp 21.382.000

Tes Paragraf

Judul widget rightbar

Popular Post

Template Oleh trikmudahseo