Selamat membaca

semoga bermanfaat

judul widget leftbar

Label

Template Information

Random

Diberdayakan oleh Blogger.

assalamu'alaikum, Peluang Bisnis Online Yang Terbukti

infopaytren.com

Cara Menanam Kangkung Darat

Kangkung (Ipomoea Spp.) adalah sayuran yang sangat populer, karena selain harganya paling murah, juga memiliki cukup banyak peminat. Sayuran yang konon berasal dari India ini, bisa ditanam di hampir seluruh wilayah di Indonesia, karena kangkung memang dapat hidup dengan baik di mana saja, baik di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Kelebihan lain dari kangkung adalah cara pembudidayaannya yang relatif mudah, bersiklus panen cepat yakni 4-6 minggu sejak dari benih dan tahan terhadap hama.


Ada dua jenis kangkung yang beredar di pasar-pasar komersial, yakni kangkung darat dan kangkung air. Namun, saat ini kangkung darat lebih banyak dijual di pasar, karena selain lebih sehat juga lebih banyak petani yang membudidayakannya. Untuk membudidayakan kangkung darat dan tahapan-tahapan apa saja yang harus dilalui, berikut kami tampilkan cara menanam kangkung yang baik dan benar di bawah ini :

1. Pembibitan kangkung
Bibit kangkung berupa kangkung muda berukuran 20 -30 cm yang memiliki batang serta daun yang besar dan bagus. Bibit tersebut bisa diperoleh lewat dua cara, yakni dengan stek batang lalu ditancapkan ke tanah, atau dengan menanam biji kangkung yang kering dan berkualitas baik.
Benih kangkung yang telah dipersiapkan selanjutnya ditanam dengan jarak tanam 1,5 x 15 cm. Jika benih tersebut berasal dari biji, untuk lahan seluas 10 m2, diperlukan benih sekitar 300 gram, jika tiap lubang diisi dengan 2-3 butir biji. Pada cuaca kering, lakukan penyiraman terhadap benih secara teratur.

2. Pengolahan Media Tanam
Untuk membuat media tanam bagi tanaman kangkung, dibutuhkan tanah yang diberi pupuk kompos. Di atas tanah/lahan tersebut kemudian dibuat petakan-petakan/bedengan, dengan panjang tergantung kondisi lahan. Selanjutnya, tancapkan tugal di atas bedengan dengan jarak 20 x 20 cm.

a. Mengolah lahan
Sebelum penanaman dilakukan, +/- 3 minggu, tanah harus terlebih dahulu diolah dengan cara mencampurkan 10 ton pupuk kompos atau pupuk kandang untuk setiap hektar lahan. Beri air dengan ketinggian 5 cm dan biarkan air tersebut tergenang sambil diberi urea dengan dosis 1 kuintal per hektar.

b. Membuat bedengan
Tahap selanjutnya dalam pembuatan media tanam adalah membuat bedengan dengan ukuran lebar 0,8-1,2 m, panjang 3-5 m, dalam ± 15-20 cm dan jarak antar bedeng yang dibuat selokan sepanjang 50 cm. Namun, ukuran tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Tujuan dibuatnya bedengan selain untuk membantu kelancaran keluar-masuknya air, juga untuk memudahkan pemeliharaan serta kegiatan yang lain.

c. Pemupukan
Terkait dengan pengolahan media tanam, pemupukan juga harus diperhatikan. Seminggu sebelum tanam atau setelah bedengan selesai dibuat, media tanam diberi pupuk dasar berupa pupuk kandang. Pemupukan kembali dilakukan saat usia tanaman seminggu dan dua minggu dengan menggunakan pupuk urea yang dicampur air lalu disiramkan pada pangkal tanaman. Sebelum dilakukan pemupukan, lahan terlebih dahulu harus dikeringkan selama 4 – 5 hari. Pupuk yang dibutuhkan untuk setiap hektar lahan adalah 10 – 20 ton pupuk organik dan 100 – 250 kg pupuk urea.

3. Teknik Penanaman
Sebelum dilakukan proses penanaman, buatlah terlebih dahulu lubang tanam dengan menggunakan tugal sedalam +/- 5 cm berjarak 20 X 20 cm atau disesuaikan dengan luas lahan. Proses penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari antara jam 16.00 – 18.00. Tujuannya adalah agar benih yang baru ditanam tidak langsung mendapat udara kering yang membuat benih cepat berkecambah.

4. Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman menyangkut beberapa hal seperti cara penjarangan, penyulaman, penyiangan, pemupukan, penyiraman,dan penyemprotan pestisida untuk penanggulangan hama dan penyakit.

a. Penjarangan
Penjarangan dilakukan apabila tanaman kangkung dalam satu rumpun terlalu lebat dan berdesakan. Tapi jika sebaliknya, tanaman banyak yang mati, maka harus segera diganti dengan bibit baru atau dilakukan penyulaman.
b. Penyiangan
Penyiangan dilakukan jika di lahan tanam banyak terdapat gulma atau rumput liar. Penyiangan biasanya dilakukan setiap 2 minggu sekali.
c. Pemupukan
Agar unsur hara yang dibutuhkan tanaman terpenuhi, harus pula dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk urea yang dilarutkan ke dalam air kemudian disiramkan pada tanaman kangkung. Pemupukan selama masa pemeliharaan ini cukup dilakukan satu kali.
d. Penyiraman
Jika tidak sedang musim hujan, lakukan penyiraman dua kali sehari agar tanaman kangkung tidak mengalami kekeringan. Penyiraman dilakukan pada pagi (jam 07.00) dan sore (jam 17.00) hari, karena tanaman kangkung butuh banyak air dalam pertumbuhannya. Namun jika sedang musim hujan rutin tanaman tidak perlu disiram dengan terlalu sering.
e. Penyemprotan pestisida
Selama pertumbuhannya, tanaman kangkung darat seringkali terserang ulat berwarna putih yang berada di helai daun bagian bawah. Untuk menanggulangi ulat putih tersebut, semprotkan pestisida pada sore hari dengan dosis 2 cc per liter air.

5. Hama dan Penyakit
Hama yang seringkali menyerang tanaman kangkung pada umumnya tidak ganas, seperti: belalang dan ulat daun. Untuk mencegah dan mengendalikannya agar tidak terjadi over populasi, semprotkanlah Sevin. Sedang untuk memberantas ulat daun, gunakan Insektisida dengan dosis 2 cc untuk setiap liter air dan semprotkan pada tanaman. Ketika melakukan pembasmian hama, lahan sebaiknya dikeringkan selama 4-5 hari, sebelum diairi kembali.
Penyakit pada tanaman kangkung sebenarnya tidak perlu terlalu dicemaskan karena pada dasarnya tanaman ini tahan terhadap penyakit. Hanya saja perlu dilakukan sedikit perlindungan terhadap penyakit jamur yakni karat putih (Albugo Ipomoea panduratae).

6. Panen dan Pasca Panen
Tanaman kangkung sudah dapat dipanen untuk pertama kalinya pada hari ke-12. Ketika itu, panjang batangnya sudah mencapai kira-kira 20-25 cm dan berdaun lebar. Cara memanennya dengan memangkas batangnya menggunakan alat pemotong dan menyisakan sekitar 2-5 cm di atas permukaan tanah, atau dengan cara mencabut tanaman berikut akarnya, untuk kemudian dicuci dengan air. Waktu panen dilakukan di sore hari, dan kondisi lahan harus basah namun tidak berair (lembab).

Panen dapat dilakukan 2-3 minggu sekali. Setiap habis panen, akan terbentuk cabang-cabang baru. Produksi kangkung akan menurun setelah dilakukan 10-11 kali panen. Disaat itu, tanaman kangkung sudah menghasilkan sekitar 15 ton untuk setiap hektar lahan. Jika kangkung terlihat berbunga, sisakan tanaman yang ada di lahan seluas ± 2 m2 untuk dikembangkan menjadi biji bakal benih. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat biji benih sampai dapat dikeringkan kira-kira 40 hari.
Kangkung yang sudah dipanen, selanjutnya dikumpulkan untuk disatukan sebanyak 15-20 batang kangkung dalam satu ikatan. Agar tidak cepat layu saat disimpan sebelum dipasarkan, kangkung yang telah diikat dicelupkan ke dalam air tawar yang bersih dan ditiriskan dengan menggunakan anjang-anjang.



Cara Menanam Jintan Hitam


Budi Daya Tanaman Jintan Hitam

Pengolahan tanah
Sebelum di tanami ,sebaiknya tanah diolah secara sempurna. Tanah bagian atas (top soil) dicangkul hinga kedalaman 20-30cm dan dibalikkan hingga bagian bawah berada di permukaan. Setelah itu diamkan tanah selama seminggu agar proses aerasi berjalan dengan baik Setelah dibiarkan selama seminggu,tanah diberi pupuk organik(berupa kotoran ayam atau kambing) sebanyak 6-8 ton/ha.
Tahap selanjutnya membuat bedengan yang disesuaikan kontur tanah agar tak terjadi penggenangan air. Dianjurkan lebar 1-1,5 m,tinggi 25-30cm dan panjang disesuaikan kontur tanah. Jarak ideal antar bedengan 25-30 cm.


Pembibitan
Perbanyakan dilakukan melalui Biji.Biji dikeringkan sealma beberapa hari, lalu direndam selama dua jam untuk mempercepat masa dormansi.Setelah itu biji ditaburkan ke bedeng persemaian. Biji sebaiknya di sebar tidak terlalu rapat agar dapat tumbuah dengan baik.

Umumnya setelah 10-14 hari ,biji Jintan sudah menjadi bibit yang siap dipindahkan ke polibag.Media tanam merupakan campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 4:1 atau 4:2.Bibit sudah siap ditanam jika sudah berumur 3-4 minggu dengan tinggi 8-10 cm,dan akarnya relatif lebih banyak

Penanaman
Bibit di polibag yang sudah siap dipindah tanamkan, sebaiknya segera di pindahkan ke lahan yang telah diolah.Pindahkan tanaman secara hati-hati, bial ada akar yang patah atau rusak,akan sulit disembuhkan.Pindahkan bibit dari polibag ke lahan dengan jarak tanam 20x20cm.
Beri pupuk cair organik (kandang atau kompos) setiap minggu.

Pemeliharaan dan Pemanenan
Dalam pemeliharaan tanaman perlu diperhatikan cara penyiramannya. Perlu diketahui, Jika terlalu banyak air akar tanaman akan membusuk dan jika kurang air, tanaman akan kering. Oleh sebab itu tanaman harus disiram air dengan jumlah yang tepat. Penyiraman tanaman dihentikan apabila tanaman telah berbunga dan terbentuk kelopak hingga tanaman mengering. Selain Jumlah air, perlu pula memperhatikan pencegahan tumbuhnya gulma (tanaman pengganggu), serangan hama dan penyakit.Untuk hama an penyakit,gunakan pestisida nabati yakni pestisida yang bahan dasarnya tumbuhan sehingga dapat terurai dan ramah di alam.beberapa bahan pestisida nabati ini antara lain, campuran tembakau,mimba,lengkuas,serai, sambiloto,brotowali,bawang putih dan biji srikaya.jika salah satu bahan tak tersedia dapat diabaikan.
Untuk pemanenan , dilakukan saat bagian bawah Jintan hitam mulai kering dan kulit bijinya sudah kekuningan.Pemanenan dilakukan dengan cara memotong bagian bawah tanaman dan mengikatnya.Hasil panen dikeringkan dan dibolak balik sehingga bijinya rontok.Diperlukan kain katun untuk menampung biji jintan .biji yang telah keluar dari cangkang(kulit) tersebut diayak agar terpisah dari bahan lain.Biji yang telah diperoleh dapat di olah sebagai bahan obat.

Pengolahan Jintan Hitam
Persyaratan Umum Pengolahan Tanaman Obat Untuk mendapatkan produk obat yang berkualitas,termasuk produk dari Jintan Hitam,beberapa persyaratan pengolahan berikut harus di penuhi:
  1. Bahan baku terstandar dan kualitas terpilih.Hal ini dapat dicapai dengan memperhatikan kualitas lahan dan pemanenan.
  2. Pengemasan harus menggunakan kemasan kedap udara untuk meminimalisasi kontaminasi
  3. Sistem pengolahan mengacu pada konsep HCCP (Hazard Analysis Critical Control Point) agar produk yang dihasilkan memiliki jaminan keamanan
  4. Bebas dari Campuran bahan-bahan kimia sehingga bisa memberikan manfaat kepada penggunanya.
  5. Menggunakan teknik iradiasi sehingga produk akan memiliki daya tahan lama tanpa mengurangi kualitasnya
Mengolah Jintan Hitam menjadi obat
  1. kapsul
Pilih biji jintan hitam yang segar dan telah di bersihkan.Kemudian keringkan Biji dengan cara menjemurnya di bawah terik matahari langsung, sambil di bolak balik.Pengeringan dapat pula menggunakan oven. Giling biji Jintan Hitam yang telah kering sampai halus dengan ukuran 100 mesh menggunakan mesin penggiling.Setelah menjadi bubuk, masukkan Jintan hitam kedalam kapsul dengan menggunkan Filling kapsul.Bersihkan hasil filing kapsul,masukkan dalam kemasan. Jnagan lupa menambahkan jeli silica untuk menjaga kelembapan kapsul.Tahap akhir lakukan irradiasi untuk memastikan kapsul siap di konsumsi

2. Minyak Oles Jintan Hitam
Proses pembuatan minyak Jintan Hitam adalah sebagai berikut:
Giling Biji JIntan Hitam menggunakan mesin press sampai keluar minyaknya.Kemudian saring minyak Jintan Hitam dengan saringan agar tak tercampur bahn lain yang dapat merugikan.terakhir simpan dalam botol steril dan tutup rapat.
Madu Jintan Hitam juga dapat dibuat dengan mencampurkan Madu yang higienis dengan Minyak Jintan Hitam dengan perbandingan 20:1.

Cara Menanam Jeruk Purut

Peluang usaha budidaya jeruk purut ternyata dapat menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Namun, fenomena ini tak dibaca dengan baik oleh kebanyakan orang. “Dalam negeri saja, kita masih kesulitan mencari jeruk purut. Padahal permintaan tak hanya datang dari dalam negeri. Terlebih, untuk perusahaan yang bahan produksinya berbahan dasar jeruk purut,”

Di Thailand, jeruk purut merupakan komoditas penting, dan sudah dibudidayakan secara massal dalam skala komersial. Meskipun daun dan kulit buah jeruk purut bisa digunakan sebagai bumbu dalam keadaan kering, para juru masak di Thailand, cenderung menyukai daun dan kulit buah yang masih segar. Karenanya, komoditas daun jeruk purut diperlukan dalam keadaan segar, setiap hari, namun dalam volume yang terbatas. Dalam kemasan dan ruang penyimpanan yang baik, daun jeruk purut bisa bertahan selama sekitar satu minggu. Sementara buah dalam keadaan utuh, bisa bertahan untuk jangka waktu sekitar dua minggu.

Analisis Peluang Usaha Budidaya Jeruk Purut

Dengan luas 1 Ha, setiap tahun minimal panen 10 ton daun jeruk purut. Panen dilakukan tiap 6 bulan sekali. Harga daun jeruk purut Rp 17.000,-/kg dan batangnya pun dihargai Rp 1.000,-/kg untuk disuling. Sedangkan untuk buah dihargai Rp 10.000,-/kg. Sehingga kita bisa menjual daun, buah dan batangnya. Dengan biaya produksi Rp 30 juta per tahun dan penjualan Rp 170 Juta per tahun, kita mampu meraup keuntungan bersih Rp 140 juta belum ditambah penjualan dari batang untuk minyak atsiri. 

Proses Tanam Jeruk Purut

Sebagai persyaratan benih bibit jeruk purut yang baik dan direkomendasikan ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif, yaitu berupa penyambungan tunas pucuk (grafting). Sebelum menanam bibit jeruk purut, sebaiknya perhatikan luas halaman. Hitung pula, berapa pohon yang akan ditanam, sebaiknya jarak tanamnya diatur sekitar 1,5 x 1,5 meter. Berikutnya adalah membuat lubang tanam. Buat lubang berbentuk segi empat berukuran 75 x 75 cm. Galilah tanah sedalam 30 cm. Tanah hasil galian ini (disebut tanah atas) diletakkan di sebelah kiri. Kemudian, perdalam lubang itu menjadi 60 cm. Tanah galian yang ini (tanah bawah) ditaruh di sebelah kanan. Ambil pupuk kandang, 30 kg dan 250 gram NPK per pohon, lalu bagi dua. Masing-masing ditaburkan pada tanah galian tadi. Setelah itu, biarkan lubang tanam dalam waktu 2 minggu. Maksudnya, di samping untuk memasukkan sinar matahari, juga untuk mengeluarkan gas-gas beracun dari dalam tanah. Setelah dua minggu, masukkan tanah bawah (sebelah kanan) lebih dahulu ke dalam lubang tanam, disusul tanah atas (sebelah kiri).

Siapkan bibit jeruk purut dalam polybag. Lalu, gali tempat penanaman seukuran daun cangkul. Sebelum bibit dikeluarkan, sebaiknya disiram hingga cukup basah. Setelah itu, keluarkan bibit. Hati-hati, jangan sampai akarnya rusak. Masukkan tepat di tengah-tengah lubang tanam dengan posisi tegak, lalu padatkan tanah di sekitar pangkal batang bibit. Siram sampai basah. Sebaiknya, pasanglah bilah bambu atau kayu penyangga di sisi kiri dan kanan batang bibit tersebut.

Perawatan Dasar Jeruk Purut

Dalam proses budidaya jeruk purut, pada dasarnya tak banyak perbedaan dengan perlakuan jeruk pada umumnya. Penerapan beberapa treatment yang dapat dilakukan, diantaranya adalah:

1. Pemangkasan Cabang Jeruk Purut ada 2 jenis: pertama: pemangkasan dasar, merupakan pemangkasan yang dilakukan setelah tinggi tanaman telah melebihi 60 cm. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan percabangan dan bentuk pohon yang lebih baik, agar selanjutnya dapat berproduksi optimal dan memudahkan perawatan kebun. Pemotongan batang utama, pemeliharaan tunas, kemudian pemilihan dan pemeliharaan cabang utama merupakan tahapan pemangkasan dasar, kedua; pangkas pemeliharaan, dilakukan bersamaan atau setelah panen. Tujuannya, untuk menjaga kesehatan, kestabilan produksi dan kualitas buah, serta untuk peremajaan dan pembentukan profil pohon.
2.  Penjarangan Buah Jeruk Purut. Penjarangan pada pohon yang mempunyai buah lebat bertujuan untuk memperbaiki kualitas buah dan kestabilan pada musim panen berikutnya. Artinya, waktu yang ideal untuk proses penjarangan dilakukan pada saat diameter buah mencapai 1-2 cm.

Analisis Biaya Produksi Budidaya Jeruk Purut
  • Sewa lahan 15 tahun               @ Rp 1.000.000  Rp 15.000.000
  • Bibit 400 tanaman                   @ Rp 5.000         Rp 2.000.000
  • Pupuk Kandang 67 m2           @ Rp 15.000      Rp 1.005.000
  • Pupuk NPK Pelangi 100 kg    @ Rp 5.000        Rp 500.000
  • Pupuk Phonska                      @ Rp 5.000        Rp 325.000
  • Pupuk Daun 3 liter                  @ Rp 54.000       Rp 162.000
  • Obat dan Pestisida                                          Rp 3.000.000
  • Peralatan Rp 500.000 (+)
Jumlah Total Produksi                                         Rp 21.382.000

Menanam Jeruk Nipis


Jeruk nipis (citrusaurantifolia) termasuk salah satu jenis citrus Geruk. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Tanaman jeruk nipis pada umur 2 1/2 tahun sudah mulai berbuah. Bunganya berukuran kecil-kecil berwama putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung.

Nama Lokal : Lime (Inggris), Lima (Spanyol), Limah (Arab); Jeruk Nipis (Indonesia), Jeruk pecel (Jawa); Limau asam (Sunda);


SYARAT TUMBUH

    Ketinggian tempat : 200 m – 1.300 m di atas permukaan laut ·
    Curah hujan tahunan : 1.000 mm – 1.500 mm/tahun ·
    Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan – 12 bulan ·
    Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 0 bulan – 6 bulan ·
    Suhu udara : 200 C – 300 C ·
    Kelembapan : sedang – tinggi ·
    Penyinaran : sedang

MEDIA TANAM

    Jenis : latosol, aluvial, andosol. ·
    Tekstur : lempung berpasir lempung dan lempung liat. Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 727%, debu 25-50% dan pasir < 50%, cukup humus, tata air dan udara baik.
    Drainase : baik ·
    Kedalaman air tanah : 40 cm – 170 cm dari permukaan tanah ·
    Kedalaman perakaran : di bawah 40 cm dari permukaan tanah ·
    Kemasaman (pH) : 4 – 9 dengan pH optimum 6
    Kesuburan : sedang – tinggi
    Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.
    Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan sekitar 300.

Iklim

    Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah.  Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan  angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin.
    Tergantung pada spesiesnya, jeruk memerlukan 5-6, 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus.
    Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C.
    Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari.
    Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%.

Pengolahan Tanah

    Buatkan lubang tanam berukuran50 cm x 50 cm x 40 cm.
    Tanah bagian atas dipisahkan dari tanah di bawahnya, kemudian diberi pupuk kandang.
    Tanah bagian bawah dimasukkan kembali, kemudian disusul tanah bagian atas.

Persiapan Bibit

    Jeruk nipis dapat diperbanyak secara cangkok dan okulasi.

Penanaman

    Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan.
    Jarak tanam 6 m x 6 m

Persyaratan Bibit

Bibit jeruk nipis yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit, mirip dengan induknya (true to type), subur, berdiameter batang 2-3 cm, permukaan batang halus, akar serabut banyak, akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit.

Teknik Penyemaian Bibit

    Cara generatif

    Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang.
    Areal persemaian memiliki tanah yang subur. Tanah diolah sedalam 30-4- cm dan dibuat petakan persemaian berukuran 1,15-1,20 m membujur dari utara ke selatan. Jarak petakan 0,5-1 m. Sebelum ditanami, tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2.
    Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1,5 x 2 cm dan langsung disiram. Setelah tanam, persemaian diberi atap. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir (1:1:1).

    Cara Vegetatif

    Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran
    kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda. Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange.

Pengolahan Media Tanam

Tanaman jeruk nipis ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng. Jika ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras. Lahan yang akan ditamani dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini:

    Keprok dan Siem : jarak tanam 5 x 5 m
    Manis : jarak tanam 7 x 7 m
    Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m
    Nipis : jarak tanam 4 x 4 m
    Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m
    Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m

Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanah. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm). Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah.

Teknik Penanaman

Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami, tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Sebelum ditanam, perlu dilakukan:

    Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan.
    Pengurangan akar.
    Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat.

Setelah bibit ditaman, siram secukupnya dan diberi mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang.

Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

Pemeliharaan Tanaman

1) Penyulaman

    Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh.

2) Penyiangan

    Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya, pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan.

3) Pembubunan

    Jika ditanam di tanah berlereng, perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat.

4) Pemangkasan

    Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit, kering dan tidak produktif/tidak diinginkan. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam Klorox/alkohol. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah.

5) Pengairan dan Penyiraman

6) Penjarangan Buah

    Pada tahun di mana pohon jeruk berbuah lebat, perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot buah serta kualitas buah terjaga. Buah yang dibuang meliputi buah yang sakit, yang tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama terdapat dan sisakan hanya 2-3 buah.

HAMA DAN PENYAKIT

Hama

1) Kutu loncat (Diaphorina citri.)

    Bagian yang diserang adalah tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. Gejala: tunas keriting, tanaman mati. Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, Selain itu buang bagian yang terserang.

2) Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)

    Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Pengendalian: menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methidathion, Dimethoate,

3) Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)

    Bagian yang diserang adalah daun muda. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methidathion. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.

4) Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp)

    Bagian yang diserang adalah tangkai, daun dan buah. Gejala: bercak keperakperakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Pengendalian: semprotkan akarisida berahan aktif Propargite, Dicofol,

5) Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)

    Bagian yang diserang adalah buah. Gejala: lubang yang mengeluarkan getah. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi kemudian menggunakan insektisida Methomyl,  Methidathion yang disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu.

6) Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)

    Bagian yang diserang Helopeltis antonii. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methomil.

7) Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp.)

    Bagian yang diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes. Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah 0,3-0,5 cm, bunga mudah rontok, buah muda gugur sebelum tua. Pengendalian: gunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl dan Methidathion. Kemudian buang bagian yang diserang.

8) Thrips (Scirtotfrips citri.)

    Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda. Gejala: helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang-kadang disertai nekrotis. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari measuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami. Kemudian gunakan insektisida berbahan aktif,  pada masa bertunas.

9) Kutu dompolon (Planococcus citri.)

    Bagian yang diserang adalah tangkai buah. Gejala: berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur. Pengendalian: gunakan insektisda Methomyl, Methidathion. Kemudian cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu.

10) Lalat buah (Dacus sp.)

    Bagian yang diserang adalah buah yang hampir masak. Gejala: lubang kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah. Pengendalian: gunakan  Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate.

11) Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri.)

    Bagian yang diserang daun, buah dan tangkai. Gejala: daun berwarna kuning, bercak khlorotis dan gugur daun. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur. Pengendalian: gunakan pestisida  Methidhation.

12) Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes.)

    Bagian yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah. Gejala: daun gugur, ranting muda kadang-kadang mati. Pengendalian: perbaiki sanitasi kebun, kurangi kelembaban perakaran. Kemudian gunakan insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC, 10 G).

Penyakit

1) CVPD

    Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. Gejala: daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye. Pengendalian: gunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gunakan insektisida untuk vektor dan perhatikan sanitasi kebun yang baik.

2) Tristeza

    Penyebab: virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera. Bagian yang diserang jeruk manis, nipis, besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen. Gejala: lekuk batang , daun kaku pemucatan, vena daun, pertumbuhan terhambat. Pengendalian: perhatikan sanitasi kebun, memusnahkan tanaman yang terserang, kemudian kendalikan vektor dengan insektisida Supracide atau Cascade.

3) Woody gall (Vein Enation)

    Penyebab: virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus, Aphis gossypii. Bagian yang diserang: Jeruk nipis, manis, siem, Rough lemon dan Sour Orange. Gejala: Tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun. Pengendalian: gunaan mata tempel bebas virus dan perhatikan sanitasi lingkungan.

4) Blendok

    Penyebab: jamur Diplodia natalensis. Bagian yang diserang adalah batang atau cabang. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering dan mengelupas. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi, bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun.

5) Embun tepung

    Penyebab: jamur Odidium tingitanium. Bagian yang diserang adalah daun dan tangkai muda. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. Pengendalian: gunakan fungisida.

6) Kudis

    Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. Bagian yang diserang adalah daun, tangkai atau buah. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Pengendalian: pemangkasan teratur. Kemudian gunakan Fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate).

7) Busuk buah

    Penyebab: Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae. Bagian yang diserang adalah buah. Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis, celupkan buah ke dalam air panas/fungis, pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon.

8) Busuk akar dan pangkal batang

    Penyebab: jamur Phyrophthoranicotianae. Bagian yang diserang adalah akar dan pangkal batang serta daun di bagian ujung dahan berwarna kuning. Gejala: tunas tidak segar, tanaman kering. Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik, sterilisasi tanah pada waktu penanaman, buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah.

9) Buah gugur prematur

    Penyebab: jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp. Bagian yang diserang: buah dan bunga Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur. Pengendalian: Fungisida Benomyl atau .

10) Jamur upas

    Penyebab: Upasia salmonicolor. Bagian yang diserang adalah batang. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, batang kering dan sulit dikelupas. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum. Kemudian potong cabang yang terinfeksi.

11) Kanker

    Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv. Citri. Bagian yang diserang adalah daun, tangkai, buah. Gejala: bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi, luka membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3-5 mm. Pengendalian: Fungisida Cu seperti Bubur Bordeaux, Copper oxychlorida. Selain itu untuk mencegah serangan ulat peliang daun adalah dengan mencelupkan mata tempel ke dalam 1.000 ppm Streptomycin selama 1 jam.

PANEN

Ciri dan Umur Panen

    Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal, biasanya berumur antara 28–36 minggu, tergantung jenis/varietasnya.

Cara Panen

    Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.

Perkiraan Produksi

    Rata-rata tiap pohon dapat menghasilkan 300-400 buah per tahun, kadang-kadang sampai 500 buah per tahun. Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5,1 ton/ha masih di bawah produksi di negara subtropis yang dapat mencapai 40 ton/ha.

PASCAPANEN

Pengumpulan

    Di kebun, buah dikumpulkan di tempat yang teduh dan bersih. Pisahkan buah yang mutunya rendah, memar dan buang buah yang rusak. Sortasi dilakukan berdasarkan diameter dan berat buah yang biasanya terdiri atas 4 kelas. Kelas A adalah buah dengan diameter dan berat terbesar sedangkan kelas D memiliki diameter dan berat terkecil.

Penyortiran dan Penggolongan

    Setelah buah dipetik dan dikumpulkan, selanjutnya buah disortasi/dipisahkan dari buah yang busuk. Kemudian buah jeruk digolongkan sesuai dengan ukuran dan jenisnya.

Penyimpanan

    Untuk menyimpan buah jeruk, gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-10 derajat C.

Pengemasan

    Sebelum pengiriman, buah dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal dan kardus untuk ekspor. Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak rusak. Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang udara bebas tetapi buah tidak dapat bergerak. Wadah untuk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg.





Cara Menanam Jengkol

Sumber Gambar: bisnis.news.viva.co.id
Tanaman
jengkol merupakan tanaman khas Indonesia. Aromanya yang khas serta rasanya yang
bagi sebagian orang adalah nikmat menjadikan jengkol sebagai salah satu makanan
populer. Jengkol sudah banyak diketahui memiliki beragam khasiat yang baik
untuk kesehatan kita. Buah jengkol mengandung unsur Kalium yang tinggi dan
berguna dalam menjaga fungsi jantung. Daunnya dapat digunakan untuk obat
diabetes setelah direbus dengan air dan kemudian diminum

Habitat
Tanaman Jengkol
Secara
geografis, tanaman jengkol terdistribusi secara luas di daerah Asia Tenggara
seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darusalam. Tanaman tropis
ini memiliki buah yang sebenarnya adalah biji atau polong dari buah yang
sebenarnya. Tiap polong terdapat kurang lebih 5-7 buah. Pohon jengkol sendiri
mampu tumbuh hingga mencapai 10-27 meter. Selain itu, pohon jengkol juga
memiliki akar yang dalam sehingga mampu menyerap air tanah. Hal tersebut bermanfaat
posited bagi konservasi air dan tanah.
Pemilihan
Lahan Tanam jengkol
Pohon
jengkol merupakan tanaman yang dapat tumbuh dimana saja. Di pedesaan pun
tanaman jengkol terkadang sering tumbuh dengan sendirinya di lahan pekarangan
rumah atau hutan. Sebagai tanaman asli daerah tropis, tanaman jengkol lebih
pantas ditanam di tanah dataran rendah. Tanaman jengkol membutuhkan kadar
penyinaran yang tinggi sepanjang hari, oleh karena itu pastikan lahan tanam
jengkol anda tidak tertutup dari sinar matahari. Selain itu, sebagai tanaman
daerah tropis, pohon jengkol membutuhkan pasokan air yang tinggi yang juga
diikuti dengan kadar kelembaban yang cukup. Pohon jengkol yang cukup adaptatif
dapat ditanam dimanapun asalkan dekat dengan sumber air.
Pemilihan
Masa Tanam Jengkol
Meskipun
pohon jengkol dapat tumbuh dimana saja dan tidak membutuhkan lahan khusus, akan
tetapi perlu diperhatikan waktu mulai penanaman. Berdasarkan pengamatan, pohon
jengkol akan lebih mudah berkembang apabila ditanam di awal musim hujan. Pohon
akan lebih cepat tumbuh dan berkembang. Hal ini tentunya akan membuat pohon
jengkol lebih cepat berbuah.
Pembibitan
dan Penanaman Jengkol
Pohon
jengkol memang dapat ditumbuhkan dengan dua cara, yaitu dengan ditanam dari
bijinya atau melalui cara cangkok. Untuk memperoleh bibit jengkol, langkah
pertama yang harus dilakukan adalah menyediakan kantong plastik tanam ukuran
kecil yang sudah diisi tanah didalamnya.
Tanamlah
biji jengkol di dalam plastik tanaman yang berisi tanah subur tersebut. Sirami
secara teratur hingga tumbuh kecambag jengkol yang akan muncul kurang lebih dua
hingga tiga minggu kemudian, Setelah kecambah jengkol muncul, saatnya bibit
tersebut dipindah ke lahan yang lebih besar yang sudah disiapkan. Berikanlah
pupuk secara teratur agar pohon dapat tumbuh secara sehat. Berikanlah
perlindungan pada saat tanaman masih muda agar tidak diganggu hama.
Kultivasi
Jengkol
Upaya penanaman atau
budidaya tanaman jengkol sendiri masih belum banyak di Indonesia. Hal tersebut
dikarenakan jengkol biasanya tumbuh secara liar. Untungnya tanaman jengkol
mudah tumbuh. Pohon jengkol bisa ditumbuhkan dari bijinya ataupun dengan cara
cangkok. Tanaman jengkol yang ditanam melalui biji atau bibit akan mulai
berbuah apabila telah berumur lima tahun atau lebih. Apabila pohon jengkol
tumbuh melalui proses cangkok, maka jangka waktu berbuahnya akan jauh lebih
pendek.
Hama
Jengkol
Perawatan pohon
jengkol juga harus diperhatikan dari ancaman hama yang dapat menyerang. Hama
umum tanaman jengkol adalah ular dan tupai. Selain itu, terkadang
jengkol mengalami serangan hama “boloren” yang berakibat fatal bagi pohon
jengkol tersebut. Selain itu semut rangrang yang sering bersarang di pohon
jengkol dapat merusak bunga dan bakal buah. Jamur juga menjadi salah satu
ancaman, selain munculnya cendawan dan blendok.
Tentunya
harus dipikirkan cara menyingkirkan hama pengganggu tersebut. Selain dengan
penyiangan dan pembersihan dahan dan daun-daun yang bisa digunakan untuk sarang
semut, juga harus dilakukan penyemprotan fungisida untuk membunuh jamur
pengganggu.
Panen
Umur
sekitar lima tahun jengkol sudah bisa berbuah, jika dengan cara vegetatif
seperti cangkok atau okulasi, umur berbuahnya bisa lebih pendek lagi.  Satu pohon jengkol yang sudah cukup umur bisa
menghasilkan jengkol bersih yang sudah dikupas
15-20 kg.
Manfaat
dan Bahaya Jengkol
Buah
jengkol ternyata kaya akan kandungan gizi.
Menurut sebuah penelitian, dari 100 gram biji jengkol terkandung 133
kkal energi, 23,3 gram protein, 20,7 gram karbohidrat, 240 SI vitamin A, 0,7 mg
vitamin B, 80 mg vutamin C, 166,67 mg fosfor, 140 mg kalsium, 4,7 mg zat besi
dan 49,5 gram air.
Dengan
berbagai kandungan gizi yang dipunyai, dipercaya jengkol atau jering (Archidendron
jiringa
) mampu mencegah gangguan diabetis, menurunkan kadar gula  dan dapat menjaga kesehatan jantung.
Pemanfaatan
buah (biji) jengkol beraneka ragam, mulai dimakan segar lalapan, diolah semur
jengkol, hingga dijadikan kue dan keripik atau emping jengkol.
Namun
jengkol juga mempunyai efek negatif. Pertama, jengkol mengandung asam jengkolat
yang tinggi sehingga bila dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan terjadinya
penumpukan kristal di saluran urin.
Gejalanya mulai nyeri pada perut dan kadang-kadang muntah, nyeri waktu
buang air kecil, urin berdarah, pengeluaran urin sedikit dan terdapat
titik-titik putih seperti tepung bahkan urin tidak bisa keluar sama sekali.
Kedua, bau buah jengkol sebenarnya tidak terlalu menyengat, tetapi setelah
dikonsumsi akan memberi efek bau yang tidak sedap baik bau nafas maupun bau
urine.
http://agraris.adakata.com/budidaya-jengkol/

Cara Menanam Jabon


Berikut ini Tentang Jabon, baik itu menyangkut Kayu, Tempat Tumbuh, Musim Buahnya, Dan Cara Memperbanyak Jabon Baik dengan Menyemai Biji Maupun Dengan Stek Pucuk Atau Batang


.

Cara Menanam dengan Hidroponik

/

Cara menanam hidroponik telah dikenal sejak lama, bahkan semakin populer selama beberapa tahun terakhir. Salah satu kelebihan bercocok tanam dengan teknik hidroponik adalah pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat sekitar 30 hingga 50 persen dibandingkan menanam dengan media tanah. Hasil yang didapatkan juga relatif lebih banyak. Ada beberapa hal yang menyebabkan menanam hidroponik lebih unggul daripada teknik penanaman lain, salah satunya adalah oksigen ekstra yang terdapat di dalam media pertumbuhan membantu akar tanaman tumbuh lebih cepat. Semakin banyak kadar oksigen di dalam akar, semakin cepat pula penyerapan nutrisinya. Oleh sebab itu pertumbuhan tanaman juga menjadi lebih cepat. Nutrisi yang diberikan akan langsung menyatu dengan air dan diserap oleh tumbuhan. Tumbuhan tidak perlu lagi mencari-cari nutrisi seperti jika menanam dengan tanah. Kelebihan lain dari teknik menanam hidroponik adalah tumbuhan lebih kuat terhadap serangan berbagai jenis penyakit, seperti hama dan jamur.

Anda harus memilih media tanam yang tepat agar akar tanaman mendapatkan udara yang cukup. Ada berbagai media tanam yang bisa diterapkan untuk sistem hidroponik. Salah satu contohnya adalah media yang cepat mengalirkan air dan air seperti hidrocorn atau serpihan-serpihan sangat baik untuk tipe sistem aliran. Karena bentuknya yang berongga memungkinkan oksigen untuk mengalir lebih banyak di dalam media. Ini akan membuat akar tanaman penuh dengan oksigen dan membantu penyerapan nutrisi. Kedua media ini bisa dipakai berulang-ulang, namun hydrocorn biasanya lebih awet.
Media lain yang bisa anda coba adalah rockwool, ini adalah media tanam yng dibuat dari bebatuan vulkanis dan batu kapur. Pembuatan media ini adalah dengan melelehkan bahan pada suhu tinggi, kemudian lelehan tersebut dipintal menggunakan alat khusus, seperti proses pembuatan kapas. Setelah itu bahan dibentuk menjadi kotak atau lembaran-lembaran. Kelebihan dari media tanam ini adalah mampu menahan air 10-14 kali lebih banyak dan 20% udara. Namun kelemahannya adalah bahan ini memiliki pH sekitar 7.8 sehingga bisa menaikkan PH dari nutrisi yang kita berikan pada tanaman. Saat menanam dengan media ini, anda harus memberikan perhatian lebih terutama masalah pH. Bahan lain yang juga dipakai untuk menanam hidroponik adalah perlit, vermikulit, dan beberapa macam pasir.

Setelah memilih media tanam yang tepat, selanjutnya anda harus memilih nutrisi untuk tumbuh kembang tanaman anda. Nutrisi yang diberikan pada tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik sama saja dengan nutrisi untuk budidaya dengan tanah. Anda bisa mendapatkan nutrisi ini di toko-toko khusus hidroponik. Kebanyakan nutrisi ini dijual dalam bentuk konsentrat, jadi anda perlu menambahkan 1 galon air untuk setiap 2-4 sendok teh nutrisi. Produk ini biasanya memiliki bentuk cair dan terbagi atas 2 macam, nutrisi untuk pertumbuhan, dan nutrisi untuk pembungaan. Nutrisi dalam bentuk cair biasanya lebih mahal, namun lebih mudah dipergunakan. Selain itu nutrisi ini lebih mudah larut dalam air dan beberapa sudah ditambahkan dengan penjaga PH.

Kebanyakan tanaman hidroponik tumbuh dengan baik dalam pH 5.8 hingga 6.8. Sedangkan pH terbaik adalah 6.3. Saat menanam tumbuhan dengan hidroponik, kita jadi lebih mudah mengecek pH air dibandingkan dengan jika kita menanam tumbuhan dengan media tanah. Anda bisa mengukur pH dengan kertas indikator pH yang banyak dijual di toko-toko. Mengukur pH sangat mudah namun juga merupakan proses terpenting dalam budidaya hidroponik. Jika pH di bawah rata-rata, silakan tambahkan larutan potas untuk menaikkannya. Sedangkan untuk menurunkan pH, anda bisa memakai asam fosfat.
Nah, jika semua sudah siap, sekarang bisa anda mulai menanam dengan teknik hidroponik. Mulai dari penyiapan wadah (botol bekas, pipa, dll), memasukkan media tanam (rockwool, hydrocorn, dll),  penyemaian benih, pemberian nutrisi, dan perawatan. Selamat mencoba…

Cara Tanam Gigi Palsu di Gusi

Tanam Gigi di Gusi

Cuplikan wawancara majalah Tempo dgn drg. Djoko Micni, SpBM, FICOI
Telah ada gigi palsu serasa asli dengan cara implan. Teknologi terbaru ”penanaman”-nya memungkinkan pemasangan lebih cepat, yaitu hanya beberapa hari.
Nicky Hogan pernah punya rutinitas yang merepotkan. Setiap malam menjelang tidur, pria 41 tahun ini harus mencopot dan membersihkan gigi palsunya. ”Kadang sehabis makan untuk membersihkan sisa makanan yang tertinggal,” kata karyawan sebuah perusahaan sekuritas di Jakarta ini Rabu pekan lalu.
Itu cerita dua tahun lalu, ketika dia masih menggunakan gigi palsu lepasan, pengganti tiga biji gigi gerahamnya, yang dikaitkan di gusi. Kini kerepotan itu tak ada lagi. Nicky hanya perlu menggosok gigi dan menggunakan obat kumur sekurang-kurangnya dua kali sehari. Padahal Nicky masih bergigi palsu. Tapi gigi palsunya bukan sembarangan. Ketiga gigi gerahamnya terpasang dengan teknik implan alias tanam. ”Sama sekali tidak ada masalah, seperti gigi asli saja,” katanya.
Dental implant atau gigi implan adalah teknik ”menanam” gigi pada tulang rahang. Hebatnya, gigi ini dapat berdiri sendiri tanpa mengganggu gigi lain. ”Paling mirip dengan gigi asli, paling andal saat ini,” kata Djoko Micni, dokter gigi spesialis bedah mulut dan implan, pendiri Dentia Dental Care Center, Jakarta.
Gigi implan ditanam di rahang atas atau bawah. Ketika teknik implan ini mulai masuk Indonesia pada 2000, waktu yang dibutuhkan dari pemasangan implan gigi hingga berfungsi penuh adalah 3-4 bulan, karena menunggu akar gigi menyatu dengan tulang sebelum mahkota gigi dipasang.
Dengan teknologi yang sekarang—yang dinikmati Nicky—akar gigi dan penampang untuk mahkota gigi dapat dipasang langsung, sehingga waktu yang dibutuhkan relatif singkat, yakni 1-4 hari (lihat infografis ”Cara Menanam Gigi”). ”Tapi ada syarat-syaratnya,” kata dokter gigi ahli bedah mulut Peter Agus, yang merupakan konsultan spesialis bedah mulut dan maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Surabaya. Kepadatan (densitas) tulang harus keras, dan pada gigi yang digantikan tidak terdapat kelainan akar gigi seperti abses, granuloma (tumor jaringan ukuran kecil), dan kista.
Gigi implan dapat digunakan untuk menggantikan gigi yang hilang, misalnya akibat tanggal, atau berlubang yang sudah tanpa akar. Gigi implan ini tidak perlu dilepas seperti gigi palsu lepasan ataupun gigi tiruan cekat (crown and bridge porselen) karena memiliki akar yang ditanam dalam tulang.
Posisi gigi implan pada gusi ini pun lebih stabil. ”Dapat dipakai hingga akhir hidup,” kata Peter Agus. Jangka waktu pemakaian gigi implan bisa mencapai 20 tahun.
Sejauh ini, tingkat keberhasilan pemasangan gigi implan cukup tinggi. Menurut Djoko Micni, keberhasilannya mencapai 95 persen bila implan dipasang di rahang bawah dan 85 persen di rahang atas—karena tingkat kesulitannya lebih besar. Menurut Peter Agus, rata-rata keberhasilannya 80 persen. ”Kegagalan terjadi karena kurangnya kompetensi dokter, bisa juga karena pasien tidak mengikuti anjuran dokter,” ujarnya.
Ada prasyarat kesehatan bagi pasien implan gigi, yaitu tulang rahang cukup tebal dan kebersihan mulut baik. Tingkat keberhasilan pemasangan gigi implan menurun bila pasien menderita diabetes melitus atau osteoporosis, kesehatan gigi dan mulut jelek, gigi banyak yang terkikis (atrisi), mengerat waktu tidur (brukisme), perokok dan peminum, serta dalam keadaan hamil. Dan teknik ini baru bisa diterapkan bagi orang berusia di atas 17 tahun, karena di usia itu pertumbuhan tulang rahang sudah berhenti. ”Bila tulang masih tumbuh, implan bisa tenggelam oleh tulang,” kata Djoko Micni.
Keberhasilan pemasangan implan gigi juga ditentukan sang dokter. Dokternya tidak boleh sembarangan, harus berkualifikasi sebagai dokter spesialis bedah mulut, dokter spesialis gusi (prostho), dan dokter gigi yang masuk FISID (Fellowship Indonesian Society of Implant Dentistry). ”Saat ini ada sekitar 50 dokter di Indonesia yang memenuhi syarat ini,” kata Peter Agus.
Proses pemasangan gigi implan butuh biaya mahal, yaitu Rp 10-15 juta per satu gigi. Nicky berseloroh, ”Hanya seribu per gigi, kok.” Maksud dari ”seribu” adalah US$ 1.000. Biaya ini jauh lebih mahal dibanding gigi palsu biasa komplet, yang berkisar Rp 2 juta per gigi.
Meski demikian, permintaan pemasangan gigi implan cukup tinggi, terutama di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Malang, juga di Bali. Di Surabaya, misalnya, dalam satu minggu Peter Agus menerima rata-rata dua-empat orang yang berkonsultasi tentang pemasangan. ”Dalam satu bulan minimal dua pasien kami pasangi gigi implan,” katanya. Secara umum implan gigi itu untuk menggantikan gigi geraham belakang pada pasien yang rata-rata berusia 40 tahun ke atas.
Gigi ompong memang sebaiknya diganti, kecuali orang yang bersangkutan sudah terlalu tua. ”Karena ada fungsi yang hilang,” kata Djoko Micni. Setidaknya fungsi kunyah dan estetika ikut tanggal. Ada juga dampak sampingan dari kehilangan gigi, yakni mengganggu proses buka-tutup mulut yang mempengaruhi artikulasi. Gangguan itu bisa menjalar ke sendi rahang, yang juga bisa mengakibatkan nyeri, sakit kepala, bahkan yang paling ekstrem adalah sendi terkunci hingga mulut tak bisa dibuka.
Kebutuhan penggantian gigi itulah yang mendorong perkembangan teknologi dari gigi palsu biasa sampai gigi implan. Perkembangan gigi implan sendiri sudah berakar lama, yakni sejak Dr Branemark menggunakan bahan pelat titanium untuk memperbaiki kerusakan tulang dengan menambah tandur alih tulang (bone graft) di laboratorium Universitas Kota Lund, Swedia, pada 1952. Percobaan itu membuktikan kerusakan tulang dapat pulih tanpa ada penolakan terhadap bahan titanium, sehingga tulang yang sehat dengan titanium implan menyatu.
Pertama kali gigi implan diaplikasikan pada penderita yang tidak bergigi sama sekali pada 1965. ”Penelitian penggunaan selama lima tahun, 90 persen sukses,” ujar Peter Agus. Gigi implan berkembang pesat sejak 1993. Saat ini lebih dari 100 industri gigi implan bertebaran di Amerika Serikat, seperti Nobel Biocare, Straumann, 3i, Zimmer, BioHorizons, AstraTech, Ankylos, Implant Direct, Lifecore, dan Biolock.
Gigi implan sudah masuk Indonesia pada 2000, tapi baru marak belakangan setelah informasi melalui Internet meluas. ”Dulu informasi implan terbatas di kalangan dokter,” kata Djoko Micni. Dalam waktu dua tahun ini, orang makin berminat karena waktu tanamnya juga cepat.
Harun Mahbub
Cara Menanam Gigi
Gigi implan ditanam pada rahang bawah atau rahang atas.
1. Dilakukan dengan pembedahan minor dan bius lokal sekitar setengah jam. Gusi dibuka, dibuat lubang di bagian tulang dengan ukuran 3-4 milimeter.
2. Pengganti akar gigi yang ditanam, disebut body implant, berbentuk silinder dari bahan titanium dengan diameter 1,8-4,3 milimeter dan panjang 10-18 milimeter. Ditanam dengan kedalaman yang bergantung pada kemampuan gusi menahan beban dan ketebalan tulang.
* Bahan titanium dipilih karena bersifat bio inner, yakni tidak dianggap benda asing oleh tubuh, tahan korosi, dan dapat membentuk lapisan titanium oksida yang tidak larut dalam cairan tubuh. Itu mencegah lepasnya ion logam yang dapat bereaksi dengan jaringan tubuh.
* Bahan titanium ini juga digunakan untuk abutment, yakni bagian lain dari gigi implan, yang dipasang pada body implant sebelum mahkota gigi.
3. Abutment dipasang pada body implant. Prosesnya cepat, sekitar 10 menit.
4. Setelah body implant tertanam, selanjutnya menunggu body implant menyatu dengan tulang (osseointegration). Tunggu 1-4 hari untuk pemasangan mahkota gigi. Paling lama butuh dua menit untuk satu gigi.
sumber dari www.majalah.tempointeraktif.com

Cara Menanam Ginseng

"budidaya-ginseng-merah-korea-pupuk-organik-nasa-distributor-resmi-natural-nusantara-poc-nasa-hormonik-supernasa-pestisida"
Ginseng
I. PENDAHULUAN
Trend 'back to nature' pada industri farmasi, kosmetika, makanan dan minuman ringan, telah memacu peningkatan permintaan ginseng. Tingginya permintaan tersebut perlu diimbangi dengan teknologi budidaya tanaman yang memenuhi aspek K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian) seperti yang telah diterapkan PT. NATURAL NUSANTARA.


II. SYARAT TUMBUH
  • Diutamakan di lahan terbuka. Tanah gembur, kandungan bahan organik tinggi, aerasi dan drainase baik.
  • Keasaman (pH) tanah 5,5 - 7,2.
  • Curah hujan 1000 - 2500 mm/th.
  • Suhu berkisar 20ºC - 33ºC.
  • Kelembaban 70% - 90%.
  • Ketinggian tempat berkisar 0 - 1.600 dpl.

III. PENGOLAHAN TANAH

  • Siapkan Natural GLIO (10 kemasan /ha) dicampur pupuk kandang matang (25-50 kg/kemasan). Simpan dalam karung terbuka selama 1-2 minggu.
  • Tebarkan dolomite / kapur pertanian (2-4 ton/ha) pada lahan yang masih terbuka paling lambat 2 minggu sebelum tanam.
  • Luku dan garu segera setelah dolomit disebarkan. Diamkan sekitar 1 minggu.
  • Buat bedengan membujur arah timur-barat, lebar bedengan 100-120 cm, tinggi 40-60 cm. Jarak antar bedengan 40-50 cm. Diamkan sekitar 1 minggu.
  • Buat parit mengelilingi lahan lebar 40-50 cm, kedalaman 50-60 cm.
  • Setelah 1 minggu, gemburkan permukaan bedengan secukupnya.
  • Tebarkan hasil campuran Natural GLIO dan pupuk kandang merata pada permukaan tanah.
  • Tambahkan pupuk kandang matang 20-40 ton/ha merata pada permukaan bedengan. Jika tidak ada pupuk kandang, penggunaan POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK dapat menggantikannya.
  • Siapkan larutan induk POP SUPERNASA (1 botol/3 liter air), aduk hingga larut. Dosis POP SUPERNASA 5 botol/ha jika pakai pupuk kandang sesuai dosis anjuran atau 10 botol/ha jika tidak pakai pupuk kandang. Dari larutan induk POP SUPERNASA 3000 cc atau 3 liter, diambil 200 - 300 cc dicampur dengan 0,25 kg NPK majemuk lalu dilarutkan atau diencerkan dalam 50 liter air.
  • Dari hasil 50 liter tersebut siramkan pada permukaan bedengan, caranya pakai gembor 10 liter / ± 8 m panjang bedengan. Atau 200 - 300 cc/lubang tanam.
  • Tebarkan hasil campuran Natural GLIO dan pupuk kandang merata di permukaan bedengan. Atau dalam setiap lubang tanam.

IV. PEMBIBITAN DAN PENANAMAN

  • Diutamakan pakai bibit dari setek batang.
  • Gunakanlah induk tanaman sehat, tidak terindikasi gejala serangan hama dan penyakit, umur tidak terlalu muda dan terlalu tua, segar dan tidak layu, warna cerah/mengkilap.
  • Bibit hasil setek diistirahatkan/disimpan di tempat lembab selama 2 - 4 hari.
  • Sebelum tanam, pangkal bibit dipotong miring ± 45º menggunakan pisau tajam dan bersih.
  • Pangkal bibit direndam 20-30 menit dalam larutan POC NASA (1-2 ttp) + HORMONIK (0,5-1 ttp) + 1-2 sendok makan Natural GLIO per 10 liter air.
  • Bibit dikeringanginkan ± 1-2 jam.
  • Penanaman dilakukan sore hari, jarak tanam 50 x 60 cm atau 60 x 70 cm.

V. PEMELIHARAAN TANAMAN
Penyiraman
Pemberian air tidak boleh berlebihan ataupun kekurangan. Usia 0 - 21 hst (hari setelah tanam) disiram tiap hari secukupnya. Sejak usia ±100 hst penyiraman dikurangi atau dihentikan.

Penyulaman
Jika diperlukan, hingga 15 hst.

Pemupukan susulan: 
Pengocoran larutan pupuk : NPK majemuk 0,25 kg + 50 liter air. Berikan 200-300 cc/lubang tanam setiap 2 minggu sekali hingga usia 100 hst.
Penyemprotan pupuk lewat daun dilakukan 1 minggu sekali hingga 100 hst, pakai 3 - 5 tutup POC NASA + 1-2 tutup HORMONIK dalam tangki 14 atau 17 liter.

Penyiangan, pendangiran dan pembumbunan
Dilakukan bersamaan setiap 2 minggu sekali terutama pada usia 14 - 65 hst.

Perempelan I
Pada 20 hst disisakan 2-3 batang utama. Perempelan selanjutnya adalah perempelan tunas ketiak daun setiap 2 minggu sekali hingga usia 65 hst.

VI. HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN
4.1. Hama
4.1.1. Bekicot
Biasanya aktif pada malam hari, dan perlu diwaspadai keberadaannya. Pengendalian dengan cara dikumpulkan dan dimusnahkan.

4.1.2. Ulat
Banyak jenis ulat yang menyerang pada ginseng terutama ulat grayak (Spodoptera sp.), Ulat penggulung daun (Lamprosema sp.), dan ulat jenis lainnya. Pengendalian dengan cara mematikan ulat, semprot Vitura atau Pestona dan alternative terakhir dengan Insektisida kimia.

4.1.3. Uret/Lundi
Hama ini menyerang akar bahkan bisa ke umbi sehingga tanaman lama kelamaan bisa layu dan akhirnya mati. Pada saat tanam bisa ditaburkan insektisida granular di sekeliling tanaman

4.2. Penyakit4.2.1. Penyakit Busuk Leher Batang
Penyebabnya jamur Phytium sp. atau Sclerotium sp. Biasanya di awal tanam ginseng mengalami pembusukan yang disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan. Leher batang atau pangkal batang tampak berwarna kelabu atau kecoklatan, lunak kebasahan dan melekuk ke dalam. Jamur ini dapat menjalar ke bagian umbi, lama-kelamaan daun tampak layu. Pengendalian dengan cara pengaturan drainase, kebun tidak becek dan tidak lembab. Sejak awal sebelum tanam gunakan Natural GLIO.

4.2.2. Penyakit Busuk Umbi
Penyebabnya jamur Phythopthora sp. Gejalanya daun yang mulanya hijau berubah menjadi kuning. Lama kelamaan menjalar hingga menyebabkan kematian. Bila tanaman dicabut pada pangkal umbi/batang tampak bulu-bulu putih yang kemudian berubah menjadi bulat-bulatan dan akhirnya berubah menjadi coklat tua sampai hitam. Pengendalian gunakan Natural GLIO sebelum tanam, jaga kelembaban tanah dan alternative terakhir dengan fungisida sistemik

4.2.3. Penyakit Layu
Bisa disebabkan jamur Fusarium sp. atau bakteri Pseudomonas sp. Tetapi kebanyakan disebabkan oleh jamur Fusarium. Mulanya tulang daun menguning, kemudian menjalar ke tangkai daun dan akhirnya daun menjadi layu. Pengendalian dengan cara sebarkan Natural GLIO sebelum tanam dan celupkan stek sebelum tanam ke dalam POC NASA dicampur Natural GLIO.

VII. PANEN

  • Tanaman Ginseng dipanen umur 4 - 5 bulan tergantung pertumbuhan dan keadaan umbi. Cirinya; batang semula hijau berubah merah, daun menguning dan mulai rontok, berbunga dan mengeluarkan biji, umbi bila didangir sudah cukup besar (diameter diatas 1 cm).
  • Pemanenan pada pagi hari saat kondisi cerah, tidak hujan dan daun tidak berembun lagi, tanah kering.
  • Umbi dipanen sekaligus dengan menggunakan garpu tanah untuk menggemburkan permukaan tanah.
  • Sebelum umbi dicabut pangkal batang tanaman dipangkas dan dipisahkan dari batang serta daunnya. Pencabutan umbi harus dilakukan hati-hati, jangan sampai umbinya putus dan tertinggal dalam tanah. Umbi yang telah dicabut dibersihkan dan dibawa ke tempat teduh untuk penyortiran.

Tes Paragraf

Judul widget rightbar

Popular Post

Template Oleh trikmudahseo