Selamat membaca

semoga bermanfaat

judul widget leftbar

Label

Template Information

Random

Diberdayakan oleh Blogger.

assalamu'alaikum, Peluang Bisnis Online Yang Terbukti

infopaytren.com

Cara Menanam Kacang Hijau

cara budidaya kacang hijau, cara menanam kacang hijauKacang hijau merupakan tanaman yang tumbuh didaerah tropis, ketinggian tanah yang cocok untuk tanaman ini yaitu 500 m dpl. Suhu yang dibutuhkan untuk budidaya kacang hijau ini suhu yang panas. Pada musim hujan, pertumbuhan vegetative sangat cepat sehingga mudah rebah.

Tanah yang cocok untuk budidaya kacang hijau adalah yang memiliki pH 5,8. Jika pH kurang dari 5, tanah sebaiknya di beri kapur terlebih dahulu, dengan waktu 2-4 minggu sebelum penanaman.

Kacang hijau menyukai tanah gembur dengan saluran pembuangan air yang baik. Tanah sawah bekas padi bisa digunakan untuk lahan penanaman kacang hijau, dan sisa-sisa tumbuhan padi seperti jerami bisa langsung dibenamkan.

Pengolahan kering dilakukan dengan cara mencangkul atau dibajak supaya dapat diratakan. Dan setiap 5-6 m dibuat saluran pengairan. Pada lahan kering, kacang hijau ditananam pada akhir musim hujan. Dan tanaman ini bisa ditanam secara tumpang sari dengan tanaman jagung atau umbi kayu.

Lubang Tanam

Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan cara menggunakan alat tugal bermata tiga. Fungsi dari tugal bermata tiga yaitu lubang pertama untuk menanam bibit kacang hijau, dan lubang yang kedua dan ketiga untuk lubang pupuk. Lubang tanaman memiliki kedalaman 4 cm dan lubang pupuk sedalam 7-10 cm. jarak antara lubang tanam dan lubang pupuk 7-10 cm.

Cara Penanaman

Untuk lahan yang belum pernah ditanami kacang sebelumnya, maka harus dilakukan inokulasi bakteri. Caranya, yaitu benih kacang dibasahi dengan air secukupnya dan dicampur secara merata dengan legin 10 gram dan sedikit dibasahi. Selama 1-4 jam diangin-anginkan. Benih yang sudah dionokulasi segera ditanam.
Tanah yang sudah biasa ditanami kacang hijau sudah banyak mengandung bakteri Rhizobium. Hal ini akan lebih praktis, karena untuk mengejar waktu dan bakteri rhizobium praktis sudah ada di dalam tanah.

Setelah tanah sudah dilubangi, kemudian masukan benih pada lubang pertama, setiap lubang diisi dengan 2 butir benih dan diikutii dengan memasukan pupuk pada lubang du dan tiga dan metupnya dengan tanah.

Sedangkan jarak yang umum dipakai yaitu panjang 20-20 cm dan lebar 10-20 cm. jika ditanam pada musim penghujan biasanya jaraknya 40 x 15 cm. sedang jika ditanam pada musim kemarau 25 x 25 cm atau 30 x 20 cm.

Cara Pemeliharaan Tanaman

Pengairan

Pengairan pada kacang hijau diperlukan terutama pada lahan sawah irigasi, terutama pada saat tanaman mengalami masa pertumbuhan vegetative. Jika ditanam pada sawah tadah tidak perlu diberi air. Sebab tanah masih lembap bila ditanam pada saat masih hujan. Kacang hijau pada masa generative sedikit memerlukan air.

Penyulaman dan Penyiangan

Penyulaman dapat dilakukan setelah tanaman berumur 17 hari setelah penanaman dilakukan. Penyulaman dilakukan dengan cara menyediakan tanaman cadangan yang ditanam di luar area tanaman. Penyulaman dilakukan jika 5% lubang tanaman tidak ditumbuhi tanaman sempurna.
 Penyiangan biasanya dilakukan dua kali. Pertama ketika tanaman sudah berumur 2 minggu dan kedua pada waktu berumur satu bulan. Penyiangan dilakukan untuk membersihkan tanaman pengganggu atau gulma.

Pemuupukan

Pemupukan dilakukan dua kali, pertama diberikan pada saat tanam, dan yang kedua diberikan menjelang tanaman berbunga atau pada saat tanaman umur satu bulan. Dosis pupuk yang diberikan adalah urea 50-100 kg/ha TSP 100 kg/ha dan KCL 50-75 kg/ha.

Cara pemupukan, pertama pupuk dimasukan ke lubang kemudian ditutup dengan tanah jarak lubang pupuk 5-6 cm. kemudian lubang kedua yang jaraknya 10 cm kemudian tutp dengan tanah. Pupuk jangan sampai kontak langsung dengan benih, karena perkecambahan akan terhambat.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Jenis-jenis Hama

Lalat kacang
: ciri-cirinya tubuh kecil berukuran 1,5 mm, warna hitam mengkilap, siang hari bersembunyi di dalam rumput, dan kepongpongnya atau pupa berwarna coklat.
Dampak pada tanaman, terdapat bercak-bercak pada daun pertama, polong yang diserang gugur, daun mulai layu dan kekuning-kuningan, tanaman akan mati saat berumur 3-4 minggu.

Pengendaliannya, tanam serempak, tanam gilir, benih masukan kedalam lubang dengan insektisida butiran seperti furadan 3G, dan penyemprotan dengan insektisida seperti Thiodin 35 EC mulai umur tiga hari.

Ulat Jengkal : ciri-cirinya, tubuhnya berwarna hijau, ukurannya 2-3 cm, dan jalannya menyungkal.
Dampak pada tanaman, menyerang tanaman yang sudah tua, dan menyerang daun hingga tulang daun.
Pengendaliannya, musnahkan telur dan larvanya, tanam gilir, tanam serempak, dan penyemprotan pestisida, seperti Dekametrin, azodrin 15 WSG, atau Dursbori 20 EC.

Penggerek Polong : ciri-cirinya, larva berwarna merah kebiruan pada waktu kecil, dan setelah besar berwarna hijau, dan bentuk larva gemuk licin.
Dampak pada tanaman, membuat lubang pada polong, memakan biji, gejala bercak hitam, adanya lubang bulat pada polong, dan biji pada polong habis dimakan.

Pengendaliannya, tanam serempak, tanam gilir, pengaturan waktu yang tepat, menghentikan penanaman selama 2 tahun jika hama banyak, dan penyemprotan dengan pestisida, seperti azodrin 15 WSC atau Sihalotrin.

Ulat penggulung daun : ciri-cirinya, ulat berwarna hijau terang, dan kupu-kupu kecil berwarna coklat muda.
Dampak pada tanaman, daun menggulung ke dalam/keriting karenasel-sel bagian atasnya mengerut dan menurunkan hasil, karena proses fotosintesis terganggu.

Pengendaliannya,  membuang daun yang menggulung, mematikan ulatnya, dan menyemprot pada saat berumur 3 minggu denga  Fungisida Benlate 50 WP sebanyak 1 gram/liter air, dan setiap 10 hari pada umur 30-50 disemprot dengan ½ gram per liter air.

Jenis-jenis Penyakit

Bercak daun, pengendaliannya memotong daun dan lakukan penyemprotan dengan Benlate 50 WP sebanyak 0,5 gram/liter pada usia 30 dan 40 hari.

Karat daun, pengendaliannya menaman varietas tahan penyakit, dan lakukan penyemprotan dengan fungisida setiap 10 hari mulai 25 hari sampai 45 hari dengan Bayleton 2 gram/2 cc/liter air.

Kudis, pengendaliannya penanamn varietas tahan penyakit, tanaman dicabut dan dibakar, dan penyemprotan pestisida secara teratur  dengan Bavistin, Topsin M 70 WP pada umur 20 hari, 30 hari, dan 50 hari.

Embun tepung, penngendaliannya dengan menanam varietas yang tahan penyakit, dan menyemprotkan fungisida seperti Benlate 50 WP 1 gram/liter air saat tanaman usia 3 minggu.

Mozaik kacang hijau, penanggulangannya dengan menanam varietas tahan penyakit, tanam gilir, mencabut dan membakar tanaman yang terserang, dan memberantas vector dengan insektisida.

Panen dan Pascapanen

Umur kacang hijau umunya 58-85 hari, pemungutan panen dapat dilakukan ketika sebagian besar polong telah kering dan mudah pecah, panen dilakukan dengan dipetik dan dilakukan pada pagi hari.
Polong yang sudah dipetik kemudian dijemur setelah kuning masukan kedalam karung dan dipukul-pukul agar biji terlepas dari polong, dan setelahn itu lakukan penapian untuk memisahkan biji-biji yang rusak.
Biji yang sudah bersih kemudian dijemur lagi sampai 2-3 hari. Biji kemudian simpan dalam kaleng. Berilah abu dapur atau insektisida agar tidak diserang hama bubuk.

Cara menanam Kacang panjang

Cara menanam Kacang panjang
Pemilihan Benih

Kacang panjang dikembangkan dengan biji. Benih yang kita gunakan ada baiknya yang sudah matang dari pohon, setelah itu kita jemur dibawah sinar matahari hingga kering, dikupas dan dijemur lagi. biji kacang panjang yang seperti ini bisa langsung kita tanam tanpa melalui proses penyemaian terlebih dahulu.

jika hasil dari cara diatas dirasa kurang memuaskan, kita bisa membeli benih kacang panjang "pilihan" yang banyak dijual dipasar/penjual tanaman.


Ciri-ciri benih kacang panjang yang baik :
  1. Biji memiliki daya tumbuh yang tinggi (lebih besar dari 80 persen)
  2. Murni, tidak tercampur dengan biji-biji lain yang tidak jelas dari varietas lain.Sehat, bernas dan cukup tua.
  3. berproduksi tinggi serta bebas (atau minimal tahan) dari hama penyakit.

Pengolahan Tanah
  • Tanah diolah dengan cangkul, bajak, atau mesin sedalam +/- 30 cm.
  • Biarkan tanah terbuka selama kurang lebih 4 harii untuk memberi kesempatan tanah bernapas.
  • Buatlah dengan ukuran panjang 8-10 meter, lebar 1-3 meter, dan tingi 20-30 cm. Atau sesuaikan dengan kondisi lahan.
  • Bedengan sebaiknya dibuat membujur ke arah utara dan selatan.
Penanaman
  • Penanaman kacang panjang bisa dilakukan pada akhir musim hujan, tujuannya
  • Agar tanaman mudah mendapatkan air
  • Tanaman tidak busuk karena terkena curah hujan yang banyak

Bibit juga bisa ditanam pada musim kemarau dengan syarat air untuk pengairan bisa didapatkan dengan mudah. Setelah tanahsiap untuk ditanami, maka dibuatlah lubang tanam menggunakan tugal.

Pembuatan lubang ini harus ditentukan sebelumnya berdasarkan jarak tanam yang sesuai keinginan petani serta pola tanam. pedoman pengaturan jarak tanam kacang lanjaran ialah 30 x 60 cm. Setiap lubang dimasukan 2-3 biji, kemudian lubang ditutup dengan tanah tipis-tipis (jangan terlalu ditekan supaya benih bisa bertumbuh ke atas tanah).

Sambil kita menunggu benihnya tumbuh dapat disiapkan lanjaran atau tongkat yang terbuat dari bambu atau kayu. Panjang lanjaran ini kira-kira 2 meter. Kacang panjang merupakan tanaman yang merambat dan membelit, sehingga mutlak diperlukan lanjaran (turus/tiang). Model turus ini bermacam-macam, ada yang berbentuk segitiga, berbentuk pagar, piramid segitiga, piramid segi epat dan sebagainya. Bisa juga diberi tali-temali antara lanjaran satu dnegan yang lainnya.

Biasanya bibit kacang panjang akan tumbuh setelah 4-5 hari, jika ada lubang yang bibitnya gak tumbuh sebaiknya segera diambil dan diganti dengan bibit yang baru.

Pada saat tanaman mencapai ketinggian 25 cm, tanaman biasanya akan membelit lanjaran. Jika tamanan merambat ketanah bisa kita bantu dengan mengikatkan tali rafia agar pertumbuhannya merambat keatas tiang, atau sesuai dengan yang kita inginkan

Pada lahan yang (sering) ditumbuhi rumput, sebaiknya dilakukan penyiangan/pemotongan/pencabutan. Rumput dan tanaman di sekeliling tanaman kacang panjang bisa mengganggu pertumbuhan, karena merebut gizi-gizi tanaman yang ada ditanah. Pda saat yang sama lakukan pemantauan terhadap munculnya hama dan penyakit.

Pengamatan hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara menghitung populasi hama pada tanaman yaitu mengambil contoh pada petak-petak kecil di beberapa tempat secara acak, kemudian lakukan pengamatan terhadap tanaman yang ada dalam petak tersebut. Hal ini bisa menjadi petunjuk kapan tanaman perlu disemprot dengan pestisida.

Pemupukan
Pamupukan ini juga salah satu hal penting, terlebih jika lahan yang digunakan untuk bercocok tanam merupakan tanah tandus atau tidak subur. Tanah tandus atau tidak subur perlu diberi pupuk kandang sebagai pupuk dasar sebanyak 10 ton perhektar, pemukuan diberikan sewaktu pengolahan tanah.

Selain pupuk kandang, bisa juga ditambahkan pupuk buatan, yakni KC1 125 kg per hektar, TSP 200 kg per hektar, dan Urea 50 Kg per hektar. Sebagai pupuk dasar, TSP dan KCI diberikan semua, sedangkan Urea hanya 2/3 bagian. Sisanya 1/3 digunakan sebagai pupuk tambahan saat tanamana berumur 3 minggu.

Pupuk diberikan dengan cara penugalan di kiri dan kanan tanaman pada jarak 10-15 cm untuk pupuk dasar, dan 20-30 cm untuk pupuk tambahan. pemupukan sebaiknya dilakukan saat tanaman tumbuh pesat.

Cara Mendapatkan anak

Mempunyai anak, adalah idaman dari setiap pasangan. Bagi pasangan baru, pasti sangat menginginkan sekali yang namanya jeritan bayi di dalam sebuah keluarga tersebut. Kegiatan melakukan untuk membuat anak adalah memasukkan alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina. Menjaga kesuburan dari setiap alat reproduksi dari jantan maupun betina haruslah di jaga dengan baik jika ingin menghasilkan buah hati yang sempurna.

Melakukan hal ini, sebaiknya pada saat wanita sedang pada masa suburnya atau 3 hari sebelum haid dan 3 hari setelah haid. Selain wanita, pria harus juga memperhatikan kualitas dari spermanya.

Terkadang dari pihak pria atau wanita menginginkan anak laki-laki saja atau prempuan saja. Hal demikian bisa anda lakukan dalam hubungan tersebut dengan cara-cara sebagai berikut.

Anak Laki-laki
Pada saat berhubungan tersebut, maka wanita diharapkan mengeluarkan organisme terlebih dahulu. Dengan cara sesuai yang anda inginkan. Kemudian kosumsilah, makan-makanan yang berdaging, protein, dan sebagainya. Berhubungannlah pada tanggal 12 sampai 15, karena pada massa tanggal 12, sel telur sudah matang.
Silakan anda coba sendiri cara ini, jika memang masih belum bisa. Maka, sudah takdir dari yang di atas.

Ingin anak Prempuan
Berhubunganlah sebelum tanggal 12, karena jika sudah lewat dari 12, sel ovumnya sudah matang.

Berusahalah dengan baik, jangan hanya ingin mengambil kenikmatannya saja. Dan perlu diketahui, bukan dari tulisan ini kami menjanjikan apa yang anda inginkan. Tapi, bagaimanapun juga semuanya sudah ditentukan dari yang maha kuasa

Sumber: http://kesehatan96.blogspot.com

Cara Membuat Aplikasi android

Salah satu keunggulan dari platform Android dibandingkan dengan iOS lain adalah Platform Android ini berbasis open source, sehingga membuatnya lebih mudah dirubah, atau ditambah dengan aplikasi buatan kita sendiri. Selain itu karena berbasis open source juga, kita bisa menyebarkan aplikasi untuk Android dengan bebas (tetap patuhi aturan yang berlaku).

Kita bisa mengatur, membuat, mengembangkan aplikasi Android kita sendiri dengan menggunakan PC selama kita memiliki perangkat lunak yang tepat. Bahkan bisa testing dahulu dengan test drive emulator Android sehingga kita dengan mudah mengetahui kinerja aplikasi yang kita buat pada smartphone android nantinya.

Sebenarnya di sini ada dua cara yang bisa kita gunakan untuk membuat aplikasi Android dengan PC. Yang pertama menggunakan Software Android Development Kit (SDK). Software ini memungkinkan kita menulis kode-kode program yang akan diaplikasikan ke Android. Cara membuat aplikasi Android yang kedua yaitu dengan App Inventor, Google Labs Tool. Tetapi kali ini kita cukup dengan cara yang pertama dahulu.

Dengan cara yang pertama ini akan lebih mudah karena kita bisa "drag and drop". Kita akan lebih mudah pula dalam mengatur tampilan dan program dari aplikasi Android yang kita buat. Selain itu akan sangat membantu bagi kita yang awam sekali dengan kode-kode program untuk bisa membuat Aplikasi Android sendiri. Meskipun cara ini tidak dianjurkan bagi kalangan developer/pengembang resmi.

Aplikasi Android yang dibuat nantinya ditulis dalam kode Java, sehingga kita harus menginstal aplikasi pendukung Java pada PC kita. Dan juga untuk mengetes kode-kode yang kita masukkan, kita memerlukan Integrated Development Environment (IDE).

Membuat aplikasi android sendiri
Membuat aplikasi android sendiri
Kita juga juga harus memastikan terlebih dahulu bahwa PC kita telah support SDK Android. Caranya yaitu dengan menginstal Java Development Kit ke PC kita. Kemudian kita instal juga Eclipse IDE untuk apikasi Java. Fungsi dari Eclipse sendiri salah satunya untuk memudahkan kita men-download SDK Android.


Pastikan semua aplikasi dan driver pendukung telah tersedia. Kita bisa mendownload dan menginstalnya secara online di internet. Setelah semua software/aplikasi pendukung telah terinstal, maka berikutnya kita akan belajar membuat program sederhana untuk Android.

Sekarang kita coba membuat aplikasi sederhana Android dengan kode-kode teks berikut:

package com.example.helloandroid;

import android.app.Activity;
import android.os.Bundle;

public class HelloAndroid extends Activity {
/** Called when the activity is first created. */
@Override
public void onCreate(BundlesavedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.main);
}
}


Atau kita bisa dengan mencoba kode berikut:

Paket com.example.helloandroid;impor android.app.Activity;impor android.os.Bundle;mengimpor android.widget.TextView;HelloAndroid kelas publik meluas Aktivitas {/ ** Disebut ketika aktivitas tersebut pertama kali diciptakan. * /@ Overridepublic void OnCreate (BundlesavedInstanceState) {super.onCreate (savedInstanceState);TextView tv = new TextView (ini);tv.setText ("My First Android App");setContentView (tv);}}

Setelah kita selesai menuliskan kode diatas, Kita coba menjalankannya di emulator dengan mengikuti langkah berikut:

1. Terlebih dahulu simpan kode yang telah kita tuliskan tadi.
2.  Pada Aplikasi Eclipse, pilih 'Run > Run > Android application'. Emulator akan menjalankan kode program yang telah kita tulis tersebut. Tetapi sebelum dijalankan biasanya Eclipse akan booting beberapa saat untuk mulai menjalankan program tersebut, jadi bersabarlah. Setelah boot selesai, aplikasi kita akan berjalan secara otomatis dan kita akan melihat judul bar abu-abu dengan nama aplikasi kita di dalamnya.
Emulator aplikasi android
Emulator aplikasi android

3. Tekan 'Home' tombol di emulator untuk kembali ke layar awal Android. Klik tombol 'Applications' untuk melihat daftar aplikasi yang tersedia. Di antara ini Anda akan melihat 'Hello, Android'. Pilih ini untuk memulai aplikasi Anda lagi.

4. Pilih lihat ke ponsel Android kita, pilih 'Menu' dari layar awal, lalu pilih 'Development' dan aktifkan koneksi USB anda agar Android kita bisa terhubung ke PC melalui USB.
5. Untuk mengistal aplikasi buatan kita pada ponsel, kita harus klik Run > Run > Android application in Eclipse. Pilih ponsel Android kita dari daftar pilihan untuk menginstal dan menjalankan aplikasi Android yang kita telah buat.

Sekarang kita sudah bisa membuat dan menjalankan aplikasi yang sangat dasar dari kode baku java pada sebuah emulator dan pada perangkat Android. Kita bisa mulai mengembangkannya sendiri. Sehingga akan membuat kita lebih banyak pengalaman tentang membuat program Java.


sumber : http://dataiptek.blogspot.com

CARA MENANAM KACANG TANAH

CARA MENANAM KACANG TANAH 
CARA BUDIDAYA KACANG TANAH YANG BAIK DAN BENAR

1. SEJARAH SINGKAT
Kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari Amerika Selatan, tepatnya berasal dari Brazilia. Penanaman pertama kali dilakukan oleh orang Indian (suku asli bangsa Amerika). Di Benua Amerika penanaman berkembang yang dilakukan oleh pendatang dari Eropa. Kacang Tanah ini pertama kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke-17, dibawa oleh pedagang Cina dan Portugis. Nama lain dari kacang tanah adalah kacang una, suuk, kacang jebrol, kacang bandung, kacang tuban, kacang kole, kacang banggala. Bahasa Inggrisnya kacang tanah adalah “peanut” atau “groundnut”.
2. JENIS TANAMAN
Sistematika kacang tanah adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae atau tumbuh-tumbuhan
Divisi : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji
Sub Divisi : Angiospermae atau berbiji tertutup
Klas : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua
Ordo : Leguminales
Famili : Papilionaceae
Genus : Arachis
Spesies : Arachis hypogeae L.; Arachis tuberosa Benth.; Arachis guaramitica Chod & Hassl.; Arachis idiagoi Hochne.; Arachis angustifolia (Chod & Hassl) Killip.; Arachis villosa Benth.; Arachis prostrata Benth.; Arachis helodes Mart.; Arachis marganata Garden.; Arachis namby quarae Hochne.; Arachis villoticarpa Hochne.; Arachis glabrata Benth. Varietas-varietas kacang tanah unggul yang dibudidayakan para petani biasanya bertipe tegak dan berumur pendek (genjah). Varietas unggul kacang tanah ditandai dengan karakteristik sebagai berikut:
a) Daya hasil tinggi.
b) Umur pendek (genjah) antara 85-90 hari.
c) Hasilnya stabil.
d) Tahan terhadap penyakit utama (karat dan bercak daun).
e) Toleran terhadap kekeringan atau tanah becek.

Varietas kacang tanah di Indonesia yang terkenal, yaitu:
a) Kacang Brul, berumur pendek (3-4 bulan).
b) Kacang Cina, berumur panjang (6-8 bulan).
c) Kacang Holle, merupakan tipe campuran hasil persilangan antara varietas-varietas yang ada. Kacang Holle tidak bisa disamakan dengan kacang “Waspada” karena memang berbeda varietas.
 3. MANFAAT TANAMAN
Di bidang industri, digunakan sebagai bahan untuk membuat keju, mentega, sabun dan minyak goreng. Hasil sampingan dari minyak dapat dibuat bungkil (ampas kacang yang sudah dipipit/diambil minyaknya) dan dibuat oncom melalui fermentasi jamur. Manfaat daunnya selain dibuat sayuran mentah ataupun direbus, digunakan juga sebagai bahan pakan ternak serta pupuk hijau. Sebagai bahan pangan dan pakan ternak yang bergizi tinggi, kacang tanah mengandung lemak (40,50%), protein (27%), karbohidrat serta vitamin (A, B, C, D, E dan K), juga mengandung mineral antara lain Calcium, Chlorida, Ferro, Magnesium, Phospor, Kalium dan Sulphur.
4. SENTRA PENANAMAN
Di tingkat Internasional mula-mula kacang tanah terpusat di India, Cina, Nigeria, Amerika Serikat dan Gombai, kemudian meluas ke negara lain. Di Indonesia kacang tanah terpusat di Pulau Jawa, Sumatra Utara, Sulawesi dan kini telah ditanam di seluruh Indonesia.
5. SYARAT PERTUMBUHAN
5.1. Iklim
a) Curah hujan yang sesuai untuk tanaman kacang tanah antara 800-1.300 mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan rontok dan bunga tidak terserbuki oleh lebah. Selain itu, hujan yang terus-menerus akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah.
b) Suhu udara bagi tanaman kacang tanah tidak terlalu sulit, karena suhu udara minimal bagi tumbuhnya kacang tanah sekitar 28–32 oC. Bila suhunya di bawah 10 oC menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat, bahkan jadi kerdil dikarenakan pertumbuhan bunga yang kurang sempurna.
c) Kelembaban udara untuk tanaman kacang tanah berkisar antara 65-75 %. Adanya curah hujan yang tinggi akan meningkatkan kelembaban terlalu tinggi di sekitar pertanaman.
d) Penyinaran sinar matahari secara penuh amat dibutuhkan bagi tanaman kacang tanah, terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang.

5.2. Media Tanam
a) Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman kacang tanah adalah jenis tanah yang gembur/bertekstur ringan dan subur.
b) Derajat keasaman tanah yang sesuai untuk budidaya kacang tanah adalah pH antara 6,0–6,5.
c) Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati. Air yang diperlukan tanaman berasal dari mata air atau sumber air yang ada disekitar lokasi penanaman. Tanah berdrainase dan berserasi baik atau lahan yang tidak terlalu becek dan tidak terlalu kering, baik bagi pertumbuhan kacang tanah.

5.3. Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman kacang tanah adalah pada ketinggian antara 500 m dpl. Jenis kacang tanah tertentu dapat ditanam pada ketinggian tempat tertentu untuk dapat tumbuh optimal.
6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan
1) Persyaratan Benih
Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah:
a) Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.
b) Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.
c) Kulit benih mengkilap, tidak keriput dan cacat.
d) Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain.
e) Kadar air benih berkisar 9-12 %.

2) Penyiapan Benih
Penyiapan benih kacang tanah meliputi hal-hal sebagai berikut:
a) Benih dilakukan secara generatif (biji).
b) Benih sebaiknya tersimpan dalam kaleng kering dan tertutup rapat.
c) Benih yang baik tersimpan dalam keadaan kering yang konstan.
d) Benih diperoleh dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih.
e) Perkiraan kebutuhan benih dapat mengikuti rumus sebagai berikut:
    B = a x b x c kg
          100 x p x q
    B = bobot benih (kg)
    a = Jumlah benih/lubang;
    b = Bibit per-1000 biji (g)
    c = Lokasi yang akan ditanam (hektar)
    p = Jarak antar barisan (m)
    q = Jarak dalam barisan (m)
6.2. Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan
Pengukuran luas lahan sangat berguna untuk mengetahui berapa jumlah benih yang dibutuhkan. Kondisi lahan yang terpilih harus disesuaikan dengan persyaratan tanaman kacang tanah.
2) Pembukaan Lahan
Pembukaan lahan pada intinya merupakan pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya. Tujuan pembersihan lahan untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang mungkin ada. Pembajakan dilakukan dengan hewan ternak, seperti kerbau, sapi, atau pun dengan mesin traktor. Pencangkulan dilakukan pada sisi-sisi yang sulit dijangkau oleh alat bajak dan alat garu sampai tanah siap untuk ditanami.
3) Pembentukan Bedengan
Untuk memudahkan pengaturan penanaman dilakukan pembedengan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan, yaitu untuk lereng agak curam jarak tanam cukup 0,5 m dan untuk lahan yang tidak begitu miring bisa antara 30–40 meter. Sedangkan untuk tanah datar, luas bedengan adalah 10 – 20 meter atau 2 x 10 meter. Ketebalan bedengan antara 20–30 cm.
4) Pengapuran
Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam, perlu dilakukan pengapuran. Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran pada saat pembajakan adalah 1-2,5 ton/ha dicampurkan dan diaduk hingga merata. Selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam.
5) Pemberian pupuk hayati MiG-6PLUS saat pratanam (3hari sebelum tanam).
Berikan pupuk hayati MiG-6PLUS pada permukaan lahan dengan cara di semprot/disiramkan secara merata, dosis yang dibutuhkan adalah 2 liter per hektar. Pada lahan kering, aplikasi MiG-6PLUS sebaiknya pada sore hari.
6) Pemupukan
Pemupukan adalah untuk menambah unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman. Jenis dan dosis pupuk setiap hektar yang dianjurkan adalah Urea=60–90 kg ditambah TSP=60–90 kg ditambah KCl=50 kg. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam. Pupuk dimasukkan di kanan dan kiri lubang tugal dan tugal dibuat kira-kira 3 cm.
6.3. Teknik Penanaman
1) Penentuan Pola Tanam
Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 30 x 20 cm. Pada tanah yang kurang subur dapat ditanam lebih rapat yaitu 40 x 10 cm atau 20 x 20 cm.
2) Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm dengan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.
3) Cara Penanaman
Pilih benih kacang yang telah memenuhi syarat benih bermutu tinggi. Masukan benih satu atau dua butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering adalah pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II). Sedangkan untuk lahan bukaan terlebih dahulu dilakukan inokulasi rhizobium (benih dicampur dengan inokulan dengan dosis 4 gram/kg) kemudian benih langsung ditanam paling lambat 6 jam.
6.4. Pemeliharaan Tanaman
1) Penyulaman
Penyulaman dilakukan bila ada benih yang mati atau tidak tumbuh, untuk penyulaman waktunya lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).
2) Penyiangan
Penyiangan dilakukan untuk menghindari hama dan penyakit tanaman. Juga agar tanaman yang ditanam tidak bersaing dengan tanaman liar (gulma) pada umur 5-7 hari.
3) Pembubunan
Pembubunan dilakukan dengan cara mengumpulkan tanah di daerah barisan sehingga membentuk gundukan yang membentuk memanjang sepanjang barisan tanaman.
4) Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan jenis dan dosis pupuk yang dianjurkan yaitu Urea=60-90 kg/ha ditambah TSP=60-90 kg/ha ditambah KCl=50 kg/ha. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam dan pupuk dimasukan dikanan kiri lubang tunggal.
5) Pemberian pupuk MiG-6PLUS pada saat pemeliharaan pada usia 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam, apabila menggunakan benih berumur menengah atau panjang (90-120hari), diperlukan tambahan pupuk MiG-6PLUS pada usia 9 minggu. Pemberian masing-masing 2 liter per hektar.
Pemberian larutan MiG-6PLUS di tanah disekitar perakaran.
6) Pengairan dan Penyiraman
Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau diberikan mulsa dan pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyiraman, karena dapat menggganggu penyerbukan.
7) Waktu Penyemprotan Pestisida
Penyemprotan untuk mengusir ataupun memberantas hama tanaman hendaknya dilakukan pada sore atau malam hari. Obat yang digunakan maupun dosis sesuai dengan jenis hama yang menyerang tanaman tersebut.
8) Pemeliharaan Lain
Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan, asalkan tidak memerlukan biaya yang berarti, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman).
7. HAMA DAN PENYAKIT


7.1. Hama
a) Uret
Gejala: memakan akar, batang bagian bawah dan polong akhirnya tanaman layu dan mati. Pengendalian: menanam serempak, penyiangan intensif, tanaman terserang dicabut dan uret dimusnahkan.
b) Ulat berwarna
Gejala: daun terlipat menguning, akhirnya mengering. Pengendalian: penyemprotan insektisida Azodrin 15 W5C, Sevin 85 S atau Sevin 5 D. c) Ulat grapyak Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Pengendalian: (1) bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman; (2) penyemprotan insektisida lannate L, Azodrin 15 W5C.
c) Ulat jengkal
Gejala: menyerang daun kacang tanah. Pengendalian: penyemprotan insektisida Basudin 60 EC Azodrin 15 W5C, Lannate L Sevin 85 S.
d) Sikada
Gejala: menghisap cairan daun. Pengendalian: (1) penanaman serempak, pergiliran tanaman; (2) penyemprotan insektisida lannate 25 WP, Lebaycid 500 EC, Sevin 5D, Sevin 85 S, Supraciden 40 EC.
e) Kumbang daun

Gejala: daun tampak berlubang, daun tinggal tulang, juga makan pucuk bunga. Pengendalian: (1) penanaman serentak; (2) penyemprotan Agnotion 50 EC, Azodrin 15 W5C, Diazeno 60 EC.
7.2. Penyakit
a) Penyakit layu
Pengendalian: penyemprotan Streptonycin atau Agrimycin, 1 ha membutuhkan 0,5-1 liter. Agrimycin dalam kelarutan 200-400 liter/ha.
b) Penyakit sapu setan
Pengendalian: tanaman dicabut, dibuang dan dimusnahkan, semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan).
c) Penyakit bercak daun
Pengendalian: penyemprotan dengan bubur Bardeaux 1 % atau Dithane M 45, atau Deconil pada tanaman selesai berbunga, dengan interval penyemprotan 1 minggu atau 10 hari sekali.
d) Penyakit mozaik
Pengendalian: penyemprotan dengan fungisida secara rutin 5-10 hari sekali sejak tanaman itu baru tumbuh.
e) Penyakit gapong
Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya, kemudian baru diberi DD (Dichloropane Dichloropene 40-800 liter/ha per aplikasi.
f) Penyakit Sclertium
Pengendalian: membakar tanaman yang terserang cendawan.
g) Penyakit karat
Pengendalian: tanaman yang terserang dicabut dan dibakar serta semua vektor penularan harus dibasmi.
8. PANEN
8.1. Ciri dan Umur Panen
Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 3-4 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain:
a) Batang mulai mengeras.
b) Daun menguning dan sebabian mulai berguguran, Polong sudah berisi penuh dan keras.
c) Warna polong coklat kehitam-hitaman.
8.2. Cara Panen
Pencabutan tanaman, lalu memetik polong (buahnya) terus bersihkan dan dijemur matahari, memilih bila diperlukan untuk benih dan seterusnya dilakukan penyimpanan, untuk konsumsi bisa di pasarkan langsung atau bisa langsung dibuat berbagai jenis produk makanan.
8.3. Perkiraan Produksi
Jumlah produksi panen yang normal dalam satuan luas, misalnya untuk lahan seluas satu hektar produksi normal berkisar antara 1,5-2,5 ton polong kering.
9. PASCAPANEN
9.1. Pengumpulan
Kumpulkan brangkasan tanaman kacang tanah ditempat strategis.
9.2. Penyortiran dan Penggolongan
Pilah-pilah polong yang tua dan polong yang muda untuk dipisahkan berdasarkan derajat ketuaannya, lalu seleksi polong yang rusak atau busuk untuk dibuang.
9.3. Penyimpanan
a) Penyimpanan dalam bentuk polong kering, masukan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat lalu disimpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering.
b) Penyimpanan dalam bentuk biji kering.
c) Kupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. Jemur (keringkan) biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukan ke dalam wadah.
9.4. Pengemasan dan Pengangkutan
Pengemasan bisa dilakukan untuk produk mentah/polong mentah dalam bungkus plastik per 10 kg. Dapat juga berupa kemasan kue atau bentuk makanan yang sudah dimasak seperti kacang rebus, kacang goreng dan berbagai jenis kue dari kacang tanah. Untuk pengangkutan pada prinsipnya yang pentuing kondisi komoditi tersebut tidak rusak atau tidak berubah dari kualitas yang sudah disiapkan.
10. STANDAR PRODUKSI
10.1.Ruang Lingkup
Standar produksi kacang tanam meliputi: klasifikasi, syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, syarat penandaan, pengemasan dan rekomondasi.
10.2.Diskripsi
Standar mutu kacang tanah di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3921-1995.
10.3.Klasifikasi dan Syarat Mutu
Kacang tanah digolongkan dalam 3 jenis mutu: mutu I, mutu II dan mutu III
a) Syarat umum
1. Bebas hama penyakit.
2. Bebas bau busuk, asam, apek dan bau asing lainnya.
3. Bebas dari bahan kimia seperti insektisida dan fungisida.
4. Memiliki suhu normal.
b) Syarat khusus mutu kacang tanah biji (wose)
1. Kadar air maksimum (%): mutu I=6; mutu II=7; mutu III=8.
2. Butir rusak maksimum (%): mutu I=0; mutu II=1; mutu III=2.
3. Butir belah maksimum (%): mutu I=1; mutu II=5; mutu III=10.
4. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=0; mutu II=2; mutu III=3.
5. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0; mutu II=2; mutu III=4.
6. Kotoran maksimum (%): mutu I=0; mutu II=0,5; mutu III=3.
7. Diameter : mutu I minimum 8 mm; mutu II minimum 7 mm; mutu III maksimum 6mm.
c) Syarat khusus mutu kacang tanah polong (gelondong)
1. Kadar air maksimum (%): mutu I=8; mutu=9; mutu=9.
2. Kotoran maksimum (%): mutu I=1; mutu II=2; mutu III=3.
3. Polong keriput maksimum (%): mutu I=2; mutu II=3; mutu III=4.
4. Polong rusak maksimum (%): mutu I=0,5; mutu II=1; mutu III=2.
5. Polong biji satu maksimum (%): mutu I=3; mutu II=4; mutu III=5.
6. Rendemen minimum (%): mutu I=65; mutu II=62,5; mutu III=60.
Untuk mendapatkan hasil kacang tanah yang sesuai dengan syarat, maka harus dilakukan beberapa pengujian, yaitu:
a) Penentuan adanya hama dan penyakit, bau dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera penglihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperoleh.
b) Penentuan adanya butir rusak, butir warna lain, kotoran dan butir belah dilakukan dengan cara manual dengan pinset. Presentase butir warna lain, butir rusak, butir belah, butir keriput, dan kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat 100 %.
c) Penentuan diameter dengan menggunakan alat pengukur dial caliper.
d) Penentuan kadar air biji harus ditentukan dengan alat mouture tester electronic yang telah dikalibrasi atau dengan distilasi dengan toulen (AOAC 9254). Untuk mengukur kadar air, kacang tanah polong harus dikupas dahulu kulitnya, selanjutnya biji kacang tanahnya diukur kadar airnya.
e) Penentuan suhu dengan alat termometer.
f) Penentuan kadar aflatoksin.
10.4.Pengambilan Contoh
Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung, dengan maksimum 30 karung dari tiap partai barang. Kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata, kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal, cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa, berat contoh analisa untuk kacang wose 100 gram dan kacang tanah gelondong 200 gram. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih lebih dahulu, dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum dan mempunyai sertifikat yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang.
10.5.Pengemasan
Kacang tanah dikemas dalam karung goni atau dari bahan lain yang sesuai kuat dan bersih dan mulutnyadijahit, berat netton setiap karung maksimum 75 kg, dan tahan mengalami handing baik pada pemuatan maupun pembongkaran. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dengan jelas terbaca antara lain:
a) Produksi Indonesia.
b) Daerah asal produksi.
c) Nama dan mutu barang.
d) Nama perusahaan/pengekspor.
e) Berat bruto.
f) Berat netto.
g) Nomor karung.
h) Tujuan.

cara menanam kangkung hidroponik

Kangkung merupakan tanaman air, walau begitu kita dapat menanamnya di lahan kering seperti dihalaman rumah atau juga secara hidroponik. Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.), juga dikenal sebagai Ipomoea reptans Poir1. Kangkung merupakan sejenis tumbuhan dan termasuk jenis sayur-sayuran serta di tanam sebagai makanan. Kangkung dapat dengan mudah didapat dipasar-pasar. Kangkung banyak dijumpai di kawasan Asia dan merupakan tumbuhan yang bisa dijumpai hampir diseluruh kawasan terutama di kawasan berair.

Berikut ini adalah cara menanam kangkung hidroponik, menanam kangkung dengan cara hidroponik ini dapat anda lakukan di halaman rumah anda dan juga tidak memerlukan tanah yang luas.
Bahan dan alat menanam kangkung hidroponik :
  • Bibit kangkung
  • Sekam atau pasir
  • Baskom atau pot 2 buah ( 1 pendek dan 1 tinggi )
  • Cutter untuk memotong styrofoam
  • Pinset untuk mengambil bibit kangkung
  • Air
  • Styrofoam

Cara pembibitan kangkung untuk hidroponik :
Siapkan satu buah baskom atau pot sebagai media tanam bibit. gunakan yang pendek
Media tanam yang digunakan adalah sekam, biarkan sekam dalam keadaan basah dan tidak perlu dicuci. Bila anda ingin menggunakan pasir sebagai media tanam, maka pasir tersebut mesti dicuci terlebih dahulu seperti beras.
Buatlah baris baris pada sekam, beri jarak 2 cm dengan ukuran 1 cm.
Tebarkan biji kangkung kedalam baris baris pada sekam, jangan sampai bertumpuk tumpuk. Tutup kembali biji dengan sekam hingga semua biji tertutup dan tidak terlihat.
Setelah 3 hari, jemur media tanam dibawah sinar matahari. Tanaman kangkung akan mulai terlihat dalam waktu 5 hari.

Cara menanam kangkung hidroponik :
Siapkan satu buah baskom atau pot sebagai media tanam kangkung. Gunakan yang tinggi.
Isikan baskom atau pot dengan air, jangan sempai penuh. pH air yang digunakan harus netral, gunakanlah air sumur jangan air pam.
Ambil styrofoam, potonglah sesuai ukuran baskom atau pot yang di gunakan. buatlah lubang di styrofoam masing masing dengan ukuran diameter 1 cm untuk tempat menanam kangkung.
Letakan styrofoam diatas air dalam baskom atau pot
Ambil bibit kangkung yang sudah berusia 5 hari dengan menggunakan pinset. cuci terlebih dahulu akar kangkung dalam air dengan menggoyangkan secara perlahan akar dalam air. Masukan kedalam lubang styrofoam yang telah disediakan dalam baskom.
Jangan lupa selalu periksa ketersediaan air didalam baskom atau pot dan pastikan juga terbebas dari hama tanaman.
Kangkung dapat di panen dalam waktu 25 hingga 30 hari sejak ditanam 
Anda dapat menyiapkan media tanam sesuai dengan yang anda inginkan, untuk media pembibitan cukup satu baskom atau pot saja.
Kangkung yang di hasilkan dapat anda jual sebagai usaha rumahan maupun anda sajikan pada keluarga tercinta sebagai sumber gizi.

Cara Menanam Kangkung Darat

Kangkung (Ipomoea Spp.) adalah sayuran yang sangat populer, karena selain harganya paling murah, juga memiliki cukup banyak peminat. Sayuran yang konon berasal dari India ini, bisa ditanam di hampir seluruh wilayah di Indonesia, karena kangkung memang dapat hidup dengan baik di mana saja, baik di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Kelebihan lain dari kangkung adalah cara pembudidayaannya yang relatif mudah, bersiklus panen cepat yakni 4-6 minggu sejak dari benih dan tahan terhadap hama.


Ada dua jenis kangkung yang beredar di pasar-pasar komersial, yakni kangkung darat dan kangkung air. Namun, saat ini kangkung darat lebih banyak dijual di pasar, karena selain lebih sehat juga lebih banyak petani yang membudidayakannya. Untuk membudidayakan kangkung darat dan tahapan-tahapan apa saja yang harus dilalui, berikut kami tampilkan cara menanam kangkung yang baik dan benar di bawah ini :

1. Pembibitan kangkung
Bibit kangkung berupa kangkung muda berukuran 20 -30 cm yang memiliki batang serta daun yang besar dan bagus. Bibit tersebut bisa diperoleh lewat dua cara, yakni dengan stek batang lalu ditancapkan ke tanah, atau dengan menanam biji kangkung yang kering dan berkualitas baik.
Benih kangkung yang telah dipersiapkan selanjutnya ditanam dengan jarak tanam 1,5 x 15 cm. Jika benih tersebut berasal dari biji, untuk lahan seluas 10 m2, diperlukan benih sekitar 300 gram, jika tiap lubang diisi dengan 2-3 butir biji. Pada cuaca kering, lakukan penyiraman terhadap benih secara teratur.

2. Pengolahan Media Tanam
Untuk membuat media tanam bagi tanaman kangkung, dibutuhkan tanah yang diberi pupuk kompos. Di atas tanah/lahan tersebut kemudian dibuat petakan-petakan/bedengan, dengan panjang tergantung kondisi lahan. Selanjutnya, tancapkan tugal di atas bedengan dengan jarak 20 x 20 cm.

a. Mengolah lahan
Sebelum penanaman dilakukan, +/- 3 minggu, tanah harus terlebih dahulu diolah dengan cara mencampurkan 10 ton pupuk kompos atau pupuk kandang untuk setiap hektar lahan. Beri air dengan ketinggian 5 cm dan biarkan air tersebut tergenang sambil diberi urea dengan dosis 1 kuintal per hektar.

b. Membuat bedengan
Tahap selanjutnya dalam pembuatan media tanam adalah membuat bedengan dengan ukuran lebar 0,8-1,2 m, panjang 3-5 m, dalam ± 15-20 cm dan jarak antar bedeng yang dibuat selokan sepanjang 50 cm. Namun, ukuran tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Tujuan dibuatnya bedengan selain untuk membantu kelancaran keluar-masuknya air, juga untuk memudahkan pemeliharaan serta kegiatan yang lain.

c. Pemupukan
Terkait dengan pengolahan media tanam, pemupukan juga harus diperhatikan. Seminggu sebelum tanam atau setelah bedengan selesai dibuat, media tanam diberi pupuk dasar berupa pupuk kandang. Pemupukan kembali dilakukan saat usia tanaman seminggu dan dua minggu dengan menggunakan pupuk urea yang dicampur air lalu disiramkan pada pangkal tanaman. Sebelum dilakukan pemupukan, lahan terlebih dahulu harus dikeringkan selama 4 – 5 hari. Pupuk yang dibutuhkan untuk setiap hektar lahan adalah 10 – 20 ton pupuk organik dan 100 – 250 kg pupuk urea.

3. Teknik Penanaman
Sebelum dilakukan proses penanaman, buatlah terlebih dahulu lubang tanam dengan menggunakan tugal sedalam +/- 5 cm berjarak 20 X 20 cm atau disesuaikan dengan luas lahan. Proses penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari antara jam 16.00 – 18.00. Tujuannya adalah agar benih yang baru ditanam tidak langsung mendapat udara kering yang membuat benih cepat berkecambah.

4. Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman menyangkut beberapa hal seperti cara penjarangan, penyulaman, penyiangan, pemupukan, penyiraman,dan penyemprotan pestisida untuk penanggulangan hama dan penyakit.

a. Penjarangan
Penjarangan dilakukan apabila tanaman kangkung dalam satu rumpun terlalu lebat dan berdesakan. Tapi jika sebaliknya, tanaman banyak yang mati, maka harus segera diganti dengan bibit baru atau dilakukan penyulaman.
b. Penyiangan
Penyiangan dilakukan jika di lahan tanam banyak terdapat gulma atau rumput liar. Penyiangan biasanya dilakukan setiap 2 minggu sekali.
c. Pemupukan
Agar unsur hara yang dibutuhkan tanaman terpenuhi, harus pula dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk urea yang dilarutkan ke dalam air kemudian disiramkan pada tanaman kangkung. Pemupukan selama masa pemeliharaan ini cukup dilakukan satu kali.
d. Penyiraman
Jika tidak sedang musim hujan, lakukan penyiraman dua kali sehari agar tanaman kangkung tidak mengalami kekeringan. Penyiraman dilakukan pada pagi (jam 07.00) dan sore (jam 17.00) hari, karena tanaman kangkung butuh banyak air dalam pertumbuhannya. Namun jika sedang musim hujan rutin tanaman tidak perlu disiram dengan terlalu sering.
e. Penyemprotan pestisida
Selama pertumbuhannya, tanaman kangkung darat seringkali terserang ulat berwarna putih yang berada di helai daun bagian bawah. Untuk menanggulangi ulat putih tersebut, semprotkan pestisida pada sore hari dengan dosis 2 cc per liter air.

5. Hama dan Penyakit
Hama yang seringkali menyerang tanaman kangkung pada umumnya tidak ganas, seperti: belalang dan ulat daun. Untuk mencegah dan mengendalikannya agar tidak terjadi over populasi, semprotkanlah Sevin. Sedang untuk memberantas ulat daun, gunakan Insektisida dengan dosis 2 cc untuk setiap liter air dan semprotkan pada tanaman. Ketika melakukan pembasmian hama, lahan sebaiknya dikeringkan selama 4-5 hari, sebelum diairi kembali.
Penyakit pada tanaman kangkung sebenarnya tidak perlu terlalu dicemaskan karena pada dasarnya tanaman ini tahan terhadap penyakit. Hanya saja perlu dilakukan sedikit perlindungan terhadap penyakit jamur yakni karat putih (Albugo Ipomoea panduratae).

6. Panen dan Pasca Panen
Tanaman kangkung sudah dapat dipanen untuk pertama kalinya pada hari ke-12. Ketika itu, panjang batangnya sudah mencapai kira-kira 20-25 cm dan berdaun lebar. Cara memanennya dengan memangkas batangnya menggunakan alat pemotong dan menyisakan sekitar 2-5 cm di atas permukaan tanah, atau dengan cara mencabut tanaman berikut akarnya, untuk kemudian dicuci dengan air. Waktu panen dilakukan di sore hari, dan kondisi lahan harus basah namun tidak berair (lembab).

Panen dapat dilakukan 2-3 minggu sekali. Setiap habis panen, akan terbentuk cabang-cabang baru. Produksi kangkung akan menurun setelah dilakukan 10-11 kali panen. Disaat itu, tanaman kangkung sudah menghasilkan sekitar 15 ton untuk setiap hektar lahan. Jika kangkung terlihat berbunga, sisakan tanaman yang ada di lahan seluas ± 2 m2 untuk dikembangkan menjadi biji bakal benih. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat biji benih sampai dapat dikeringkan kira-kira 40 hari.
Kangkung yang sudah dipanen, selanjutnya dikumpulkan untuk disatukan sebanyak 15-20 batang kangkung dalam satu ikatan. Agar tidak cepat layu saat disimpan sebelum dipasarkan, kangkung yang telah diikat dicelupkan ke dalam air tawar yang bersih dan ditiriskan dengan menggunakan anjang-anjang.



Cara Menanam Jintan Hitam


Budi Daya Tanaman Jintan Hitam

Pengolahan tanah
Sebelum di tanami ,sebaiknya tanah diolah secara sempurna. Tanah bagian atas (top soil) dicangkul hinga kedalaman 20-30cm dan dibalikkan hingga bagian bawah berada di permukaan. Setelah itu diamkan tanah selama seminggu agar proses aerasi berjalan dengan baik Setelah dibiarkan selama seminggu,tanah diberi pupuk organik(berupa kotoran ayam atau kambing) sebanyak 6-8 ton/ha.
Tahap selanjutnya membuat bedengan yang disesuaikan kontur tanah agar tak terjadi penggenangan air. Dianjurkan lebar 1-1,5 m,tinggi 25-30cm dan panjang disesuaikan kontur tanah. Jarak ideal antar bedengan 25-30 cm.


Pembibitan
Perbanyakan dilakukan melalui Biji.Biji dikeringkan sealma beberapa hari, lalu direndam selama dua jam untuk mempercepat masa dormansi.Setelah itu biji ditaburkan ke bedeng persemaian. Biji sebaiknya di sebar tidak terlalu rapat agar dapat tumbuah dengan baik.

Umumnya setelah 10-14 hari ,biji Jintan sudah menjadi bibit yang siap dipindahkan ke polibag.Media tanam merupakan campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 4:1 atau 4:2.Bibit sudah siap ditanam jika sudah berumur 3-4 minggu dengan tinggi 8-10 cm,dan akarnya relatif lebih banyak

Penanaman
Bibit di polibag yang sudah siap dipindah tanamkan, sebaiknya segera di pindahkan ke lahan yang telah diolah.Pindahkan tanaman secara hati-hati, bial ada akar yang patah atau rusak,akan sulit disembuhkan.Pindahkan bibit dari polibag ke lahan dengan jarak tanam 20x20cm.
Beri pupuk cair organik (kandang atau kompos) setiap minggu.

Pemeliharaan dan Pemanenan
Dalam pemeliharaan tanaman perlu diperhatikan cara penyiramannya. Perlu diketahui, Jika terlalu banyak air akar tanaman akan membusuk dan jika kurang air, tanaman akan kering. Oleh sebab itu tanaman harus disiram air dengan jumlah yang tepat. Penyiraman tanaman dihentikan apabila tanaman telah berbunga dan terbentuk kelopak hingga tanaman mengering. Selain Jumlah air, perlu pula memperhatikan pencegahan tumbuhnya gulma (tanaman pengganggu), serangan hama dan penyakit.Untuk hama an penyakit,gunakan pestisida nabati yakni pestisida yang bahan dasarnya tumbuhan sehingga dapat terurai dan ramah di alam.beberapa bahan pestisida nabati ini antara lain, campuran tembakau,mimba,lengkuas,serai, sambiloto,brotowali,bawang putih dan biji srikaya.jika salah satu bahan tak tersedia dapat diabaikan.
Untuk pemanenan , dilakukan saat bagian bawah Jintan hitam mulai kering dan kulit bijinya sudah kekuningan.Pemanenan dilakukan dengan cara memotong bagian bawah tanaman dan mengikatnya.Hasil panen dikeringkan dan dibolak balik sehingga bijinya rontok.Diperlukan kain katun untuk menampung biji jintan .biji yang telah keluar dari cangkang(kulit) tersebut diayak agar terpisah dari bahan lain.Biji yang telah diperoleh dapat di olah sebagai bahan obat.

Pengolahan Jintan Hitam
Persyaratan Umum Pengolahan Tanaman Obat Untuk mendapatkan produk obat yang berkualitas,termasuk produk dari Jintan Hitam,beberapa persyaratan pengolahan berikut harus di penuhi:
  1. Bahan baku terstandar dan kualitas terpilih.Hal ini dapat dicapai dengan memperhatikan kualitas lahan dan pemanenan.
  2. Pengemasan harus menggunakan kemasan kedap udara untuk meminimalisasi kontaminasi
  3. Sistem pengolahan mengacu pada konsep HCCP (Hazard Analysis Critical Control Point) agar produk yang dihasilkan memiliki jaminan keamanan
  4. Bebas dari Campuran bahan-bahan kimia sehingga bisa memberikan manfaat kepada penggunanya.
  5. Menggunakan teknik iradiasi sehingga produk akan memiliki daya tahan lama tanpa mengurangi kualitasnya
Mengolah Jintan Hitam menjadi obat
  1. kapsul
Pilih biji jintan hitam yang segar dan telah di bersihkan.Kemudian keringkan Biji dengan cara menjemurnya di bawah terik matahari langsung, sambil di bolak balik.Pengeringan dapat pula menggunakan oven. Giling biji Jintan Hitam yang telah kering sampai halus dengan ukuran 100 mesh menggunakan mesin penggiling.Setelah menjadi bubuk, masukkan Jintan hitam kedalam kapsul dengan menggunkan Filling kapsul.Bersihkan hasil filing kapsul,masukkan dalam kemasan. Jnagan lupa menambahkan jeli silica untuk menjaga kelembapan kapsul.Tahap akhir lakukan irradiasi untuk memastikan kapsul siap di konsumsi

2. Minyak Oles Jintan Hitam
Proses pembuatan minyak Jintan Hitam adalah sebagai berikut:
Giling Biji JIntan Hitam menggunakan mesin press sampai keluar minyaknya.Kemudian saring minyak Jintan Hitam dengan saringan agar tak tercampur bahn lain yang dapat merugikan.terakhir simpan dalam botol steril dan tutup rapat.
Madu Jintan Hitam juga dapat dibuat dengan mencampurkan Madu yang higienis dengan Minyak Jintan Hitam dengan perbandingan 20:1.

Cara Menanam Jeruk Purut

Peluang usaha budidaya jeruk purut ternyata dapat menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Namun, fenomena ini tak dibaca dengan baik oleh kebanyakan orang. “Dalam negeri saja, kita masih kesulitan mencari jeruk purut. Padahal permintaan tak hanya datang dari dalam negeri. Terlebih, untuk perusahaan yang bahan produksinya berbahan dasar jeruk purut,”

Di Thailand, jeruk purut merupakan komoditas penting, dan sudah dibudidayakan secara massal dalam skala komersial. Meskipun daun dan kulit buah jeruk purut bisa digunakan sebagai bumbu dalam keadaan kering, para juru masak di Thailand, cenderung menyukai daun dan kulit buah yang masih segar. Karenanya, komoditas daun jeruk purut diperlukan dalam keadaan segar, setiap hari, namun dalam volume yang terbatas. Dalam kemasan dan ruang penyimpanan yang baik, daun jeruk purut bisa bertahan selama sekitar satu minggu. Sementara buah dalam keadaan utuh, bisa bertahan untuk jangka waktu sekitar dua minggu.

Analisis Peluang Usaha Budidaya Jeruk Purut

Dengan luas 1 Ha, setiap tahun minimal panen 10 ton daun jeruk purut. Panen dilakukan tiap 6 bulan sekali. Harga daun jeruk purut Rp 17.000,-/kg dan batangnya pun dihargai Rp 1.000,-/kg untuk disuling. Sedangkan untuk buah dihargai Rp 10.000,-/kg. Sehingga kita bisa menjual daun, buah dan batangnya. Dengan biaya produksi Rp 30 juta per tahun dan penjualan Rp 170 Juta per tahun, kita mampu meraup keuntungan bersih Rp 140 juta belum ditambah penjualan dari batang untuk minyak atsiri. 

Proses Tanam Jeruk Purut

Sebagai persyaratan benih bibit jeruk purut yang baik dan direkomendasikan ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif, yaitu berupa penyambungan tunas pucuk (grafting). Sebelum menanam bibit jeruk purut, sebaiknya perhatikan luas halaman. Hitung pula, berapa pohon yang akan ditanam, sebaiknya jarak tanamnya diatur sekitar 1,5 x 1,5 meter. Berikutnya adalah membuat lubang tanam. Buat lubang berbentuk segi empat berukuran 75 x 75 cm. Galilah tanah sedalam 30 cm. Tanah hasil galian ini (disebut tanah atas) diletakkan di sebelah kiri. Kemudian, perdalam lubang itu menjadi 60 cm. Tanah galian yang ini (tanah bawah) ditaruh di sebelah kanan. Ambil pupuk kandang, 30 kg dan 250 gram NPK per pohon, lalu bagi dua. Masing-masing ditaburkan pada tanah galian tadi. Setelah itu, biarkan lubang tanam dalam waktu 2 minggu. Maksudnya, di samping untuk memasukkan sinar matahari, juga untuk mengeluarkan gas-gas beracun dari dalam tanah. Setelah dua minggu, masukkan tanah bawah (sebelah kanan) lebih dahulu ke dalam lubang tanam, disusul tanah atas (sebelah kiri).

Siapkan bibit jeruk purut dalam polybag. Lalu, gali tempat penanaman seukuran daun cangkul. Sebelum bibit dikeluarkan, sebaiknya disiram hingga cukup basah. Setelah itu, keluarkan bibit. Hati-hati, jangan sampai akarnya rusak. Masukkan tepat di tengah-tengah lubang tanam dengan posisi tegak, lalu padatkan tanah di sekitar pangkal batang bibit. Siram sampai basah. Sebaiknya, pasanglah bilah bambu atau kayu penyangga di sisi kiri dan kanan batang bibit tersebut.

Perawatan Dasar Jeruk Purut

Dalam proses budidaya jeruk purut, pada dasarnya tak banyak perbedaan dengan perlakuan jeruk pada umumnya. Penerapan beberapa treatment yang dapat dilakukan, diantaranya adalah:

1. Pemangkasan Cabang Jeruk Purut ada 2 jenis: pertama: pemangkasan dasar, merupakan pemangkasan yang dilakukan setelah tinggi tanaman telah melebihi 60 cm. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan percabangan dan bentuk pohon yang lebih baik, agar selanjutnya dapat berproduksi optimal dan memudahkan perawatan kebun. Pemotongan batang utama, pemeliharaan tunas, kemudian pemilihan dan pemeliharaan cabang utama merupakan tahapan pemangkasan dasar, kedua; pangkas pemeliharaan, dilakukan bersamaan atau setelah panen. Tujuannya, untuk menjaga kesehatan, kestabilan produksi dan kualitas buah, serta untuk peremajaan dan pembentukan profil pohon.
2.  Penjarangan Buah Jeruk Purut. Penjarangan pada pohon yang mempunyai buah lebat bertujuan untuk memperbaiki kualitas buah dan kestabilan pada musim panen berikutnya. Artinya, waktu yang ideal untuk proses penjarangan dilakukan pada saat diameter buah mencapai 1-2 cm.

Analisis Biaya Produksi Budidaya Jeruk Purut
  • Sewa lahan 15 tahun               @ Rp 1.000.000  Rp 15.000.000
  • Bibit 400 tanaman                   @ Rp 5.000         Rp 2.000.000
  • Pupuk Kandang 67 m2           @ Rp 15.000      Rp 1.005.000
  • Pupuk NPK Pelangi 100 kg    @ Rp 5.000        Rp 500.000
  • Pupuk Phonska                      @ Rp 5.000        Rp 325.000
  • Pupuk Daun 3 liter                  @ Rp 54.000       Rp 162.000
  • Obat dan Pestisida                                          Rp 3.000.000
  • Peralatan Rp 500.000 (+)
Jumlah Total Produksi                                         Rp 21.382.000

Menanam Jeruk Nipis


Jeruk nipis (citrusaurantifolia) termasuk salah satu jenis citrus Geruk. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Tanaman jeruk nipis pada umur 2 1/2 tahun sudah mulai berbuah. Bunganya berukuran kecil-kecil berwama putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung.

Nama Lokal : Lime (Inggris), Lima (Spanyol), Limah (Arab); Jeruk Nipis (Indonesia), Jeruk pecel (Jawa); Limau asam (Sunda);


SYARAT TUMBUH

    Ketinggian tempat : 200 m – 1.300 m di atas permukaan laut ·
    Curah hujan tahunan : 1.000 mm – 1.500 mm/tahun ·
    Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan – 12 bulan ·
    Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 0 bulan – 6 bulan ·
    Suhu udara : 200 C – 300 C ·
    Kelembapan : sedang – tinggi ·
    Penyinaran : sedang

MEDIA TANAM

    Jenis : latosol, aluvial, andosol. ·
    Tekstur : lempung berpasir lempung dan lempung liat. Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 727%, debu 25-50% dan pasir < 50%, cukup humus, tata air dan udara baik.
    Drainase : baik ·
    Kedalaman air tanah : 40 cm – 170 cm dari permukaan tanah ·
    Kedalaman perakaran : di bawah 40 cm dari permukaan tanah ·
    Kemasaman (pH) : 4 – 9 dengan pH optimum 6
    Kesuburan : sedang – tinggi
    Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.
    Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan sekitar 300.

Iklim

    Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah.  Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan  angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin.
    Tergantung pada spesiesnya, jeruk memerlukan 5-6, 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus.
    Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C.
    Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari.
    Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%.

Pengolahan Tanah

    Buatkan lubang tanam berukuran50 cm x 50 cm x 40 cm.
    Tanah bagian atas dipisahkan dari tanah di bawahnya, kemudian diberi pupuk kandang.
    Tanah bagian bawah dimasukkan kembali, kemudian disusul tanah bagian atas.

Persiapan Bibit

    Jeruk nipis dapat diperbanyak secara cangkok dan okulasi.

Penanaman

    Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan.
    Jarak tanam 6 m x 6 m

Persyaratan Bibit

Bibit jeruk nipis yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit, mirip dengan induknya (true to type), subur, berdiameter batang 2-3 cm, permukaan batang halus, akar serabut banyak, akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit.

Teknik Penyemaian Bibit

    Cara generatif

    Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang.
    Areal persemaian memiliki tanah yang subur. Tanah diolah sedalam 30-4- cm dan dibuat petakan persemaian berukuran 1,15-1,20 m membujur dari utara ke selatan. Jarak petakan 0,5-1 m. Sebelum ditanami, tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2.
    Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1,5 x 2 cm dan langsung disiram. Setelah tanam, persemaian diberi atap. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir (1:1:1).

    Cara Vegetatif

    Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran
    kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda. Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange.

Pengolahan Media Tanam

Tanaman jeruk nipis ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng. Jika ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras. Lahan yang akan ditamani dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini:

    Keprok dan Siem : jarak tanam 5 x 5 m
    Manis : jarak tanam 7 x 7 m
    Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m
    Nipis : jarak tanam 4 x 4 m
    Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m
    Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m

Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanah. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm). Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah.

Teknik Penanaman

Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami, tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Sebelum ditanam, perlu dilakukan:

    Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan.
    Pengurangan akar.
    Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat.

Setelah bibit ditaman, siram secukupnya dan diberi mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang.

Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

Pemeliharaan Tanaman

1) Penyulaman

    Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh.

2) Penyiangan

    Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya, pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan.

3) Pembubunan

    Jika ditanam di tanah berlereng, perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat.

4) Pemangkasan

    Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit, kering dan tidak produktif/tidak diinginkan. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam Klorox/alkohol. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah.

5) Pengairan dan Penyiraman

6) Penjarangan Buah

    Pada tahun di mana pohon jeruk berbuah lebat, perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot buah serta kualitas buah terjaga. Buah yang dibuang meliputi buah yang sakit, yang tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama terdapat dan sisakan hanya 2-3 buah.

HAMA DAN PENYAKIT

Hama

1) Kutu loncat (Diaphorina citri.)

    Bagian yang diserang adalah tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. Gejala: tunas keriting, tanaman mati. Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, Selain itu buang bagian yang terserang.

2) Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)

    Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Pengendalian: menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methidathion, Dimethoate,

3) Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)

    Bagian yang diserang adalah daun muda. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methidathion. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.

4) Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp)

    Bagian yang diserang adalah tangkai, daun dan buah. Gejala: bercak keperakperakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Pengendalian: semprotkan akarisida berahan aktif Propargite, Dicofol,

5) Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)

    Bagian yang diserang adalah buah. Gejala: lubang yang mengeluarkan getah. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi kemudian menggunakan insektisida Methomyl,  Methidathion yang disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu.

6) Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)

    Bagian yang diserang Helopeltis antonii. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methomil.

7) Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp.)

    Bagian yang diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes. Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah 0,3-0,5 cm, bunga mudah rontok, buah muda gugur sebelum tua. Pengendalian: gunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl dan Methidathion. Kemudian buang bagian yang diserang.

8) Thrips (Scirtotfrips citri.)

    Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda. Gejala: helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang-kadang disertai nekrotis. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari measuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami. Kemudian gunakan insektisida berbahan aktif,  pada masa bertunas.

9) Kutu dompolon (Planococcus citri.)

    Bagian yang diserang adalah tangkai buah. Gejala: berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur. Pengendalian: gunakan insektisda Methomyl, Methidathion. Kemudian cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu.

10) Lalat buah (Dacus sp.)

    Bagian yang diserang adalah buah yang hampir masak. Gejala: lubang kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah. Pengendalian: gunakan  Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate.

11) Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri.)

    Bagian yang diserang daun, buah dan tangkai. Gejala: daun berwarna kuning, bercak khlorotis dan gugur daun. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur. Pengendalian: gunakan pestisida  Methidhation.

12) Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes.)

    Bagian yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah. Gejala: daun gugur, ranting muda kadang-kadang mati. Pengendalian: perbaiki sanitasi kebun, kurangi kelembaban perakaran. Kemudian gunakan insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC, 10 G).

Penyakit

1) CVPD

    Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. Gejala: daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye. Pengendalian: gunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gunakan insektisida untuk vektor dan perhatikan sanitasi kebun yang baik.

2) Tristeza

    Penyebab: virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera. Bagian yang diserang jeruk manis, nipis, besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen. Gejala: lekuk batang , daun kaku pemucatan, vena daun, pertumbuhan terhambat. Pengendalian: perhatikan sanitasi kebun, memusnahkan tanaman yang terserang, kemudian kendalikan vektor dengan insektisida Supracide atau Cascade.

3) Woody gall (Vein Enation)

    Penyebab: virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus, Aphis gossypii. Bagian yang diserang: Jeruk nipis, manis, siem, Rough lemon dan Sour Orange. Gejala: Tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun. Pengendalian: gunaan mata tempel bebas virus dan perhatikan sanitasi lingkungan.

4) Blendok

    Penyebab: jamur Diplodia natalensis. Bagian yang diserang adalah batang atau cabang. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering dan mengelupas. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi, bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun.

5) Embun tepung

    Penyebab: jamur Odidium tingitanium. Bagian yang diserang adalah daun dan tangkai muda. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. Pengendalian: gunakan fungisida.

6) Kudis

    Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. Bagian yang diserang adalah daun, tangkai atau buah. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Pengendalian: pemangkasan teratur. Kemudian gunakan Fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate).

7) Busuk buah

    Penyebab: Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae. Bagian yang diserang adalah buah. Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis, celupkan buah ke dalam air panas/fungis, pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon.

8) Busuk akar dan pangkal batang

    Penyebab: jamur Phyrophthoranicotianae. Bagian yang diserang adalah akar dan pangkal batang serta daun di bagian ujung dahan berwarna kuning. Gejala: tunas tidak segar, tanaman kering. Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik, sterilisasi tanah pada waktu penanaman, buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah.

9) Buah gugur prematur

    Penyebab: jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp. Bagian yang diserang: buah dan bunga Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur. Pengendalian: Fungisida Benomyl atau .

10) Jamur upas

    Penyebab: Upasia salmonicolor. Bagian yang diserang adalah batang. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, batang kering dan sulit dikelupas. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum. Kemudian potong cabang yang terinfeksi.

11) Kanker

    Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv. Citri. Bagian yang diserang adalah daun, tangkai, buah. Gejala: bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi, luka membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3-5 mm. Pengendalian: Fungisida Cu seperti Bubur Bordeaux, Copper oxychlorida. Selain itu untuk mencegah serangan ulat peliang daun adalah dengan mencelupkan mata tempel ke dalam 1.000 ppm Streptomycin selama 1 jam.

PANEN

Ciri dan Umur Panen

    Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal, biasanya berumur antara 28–36 minggu, tergantung jenis/varietasnya.

Cara Panen

    Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.

Perkiraan Produksi

    Rata-rata tiap pohon dapat menghasilkan 300-400 buah per tahun, kadang-kadang sampai 500 buah per tahun. Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5,1 ton/ha masih di bawah produksi di negara subtropis yang dapat mencapai 40 ton/ha.

PASCAPANEN

Pengumpulan

    Di kebun, buah dikumpulkan di tempat yang teduh dan bersih. Pisahkan buah yang mutunya rendah, memar dan buang buah yang rusak. Sortasi dilakukan berdasarkan diameter dan berat buah yang biasanya terdiri atas 4 kelas. Kelas A adalah buah dengan diameter dan berat terbesar sedangkan kelas D memiliki diameter dan berat terkecil.

Penyortiran dan Penggolongan

    Setelah buah dipetik dan dikumpulkan, selanjutnya buah disortasi/dipisahkan dari buah yang busuk. Kemudian buah jeruk digolongkan sesuai dengan ukuran dan jenisnya.

Penyimpanan

    Untuk menyimpan buah jeruk, gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-10 derajat C.

Pengemasan

    Sebelum pengiriman, buah dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal dan kardus untuk ekspor. Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak rusak. Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang udara bebas tetapi buah tidak dapat bergerak. Wadah untuk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg.





Tes Paragraf

Judul widget rightbar

Popular Post

Template Oleh trikmudahseo